Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sepak Bola Kota Bogor Raih Emas di Popwilda Jabar 2026, Qodrat Maulana Beberkan Strategi Taklukkan Tim

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 2 Juli 2026 | 22:01 WIB

 

Pelatih tim sepak bola Kota Bogor di Popwilda, Qodrat Maulana (kanan) saat hadir di Podcast Radar Bogor, Kamis, 2 Juli 2026. (Aziz/Radar Bogor)
Pelatih tim sepak bola Kota Bogor di Popwilda, Qodrat Maulana (kanan) saat hadir di Podcast Radar Bogor, Kamis, 2 Juli 2026. (Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Keberhasilan tim sepak bola Kota Bogor merebut medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026 tidak diraih secara instan.

Pelatih tim sepak bola Kota Bogor, Qodrat Maulana, mengungkapkan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang.

Menurut Qodrat, meski masa persiapan tim hanya sekitar satu bulan dua pekan, fondasi skuad sebenarnya telah dibangun jauh sebelumnya melalui pembinaan pemain usia muda, mereka bahkan  memiliki bank data pemain kelahiran 2009 dan 2010. 

"Sekitar 60 persen pemain merupakan alumni GSI tingkat Jawa Barat dan nasional, sedangkan 40 persen lainnya merupakan pemain baru yang kami pantau sejak awal," ujar Qodrat saat menjadi narasumber Podcast Bicara Bogor di Graha Pena Bogor, Kamis, 2 Juli 2026.

Baca Juga: Borong 22 Medali, Kontingen Kota Bogor Juara Umum Popwilda Jabar 2026

Ia menjelaskan, kunci keberhasilan Kota Bogor meraih medali emas terletak pada dua faktor utama. Pertama, kualitas dasar para pemain sudah terbentuk dari kompetisi dan pembinaan sebelumnya. Kedua, tim pelatih menyusun program latihan yang disesuaikan dengan sistem pertandingan di Popwilda.

"Di Popwilda, jadwal pertandingan berlangsung setiap hari, karena itu program uji coba kami buat menyerupai kondisi tersebut, dari situ kami bisa melihat pemain yang performanya meningkat maupun menurun, semua kami petakan sebelum kompetisi dimulai," jelasnya.

Qodrat mengatakan, sebelum menyusun program latihan, tim pelatih terlebih dahulu menyamakan visi dan misi, setelah itu mereka menentukan karakter pemain yang sesuai dengan skema permainan yang ingin diterapkan.

"Pertama yang kami bentuk coaching staff, staf pelatih harus memiliki visi yang sama, setelah itu baru mencari karakter pemain yang sesuai dengan game plan. Selanjutnya kami menyusun program mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, prakompetisi hingga kompetisi," jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, kondisi fisik, pemahaman taktik, kekuatan mental hingga faktor keberuntungan juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Keberhasilan di Popwilda kini menjadi modal menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2027 dan Qodrat mengakui target mempertahankan medali emas bukan pekerjaan mudah.

"Target dari manajemen tentu ingin kembali meraih emas, karena itu kami akan membuka seleksi dengan sistem promosi dan degradasi, kami juga memperhatikan gizi, kondisi fisik, psikologi hingga pendidikan para pemain," bebernya.

Di sisi lain, Qodrat menilai pembinaan sepak bola usia muda di Kota Bogor masih membutuhkan kompetisi yang berlangsung secara berjenjang. Menurutnya, turnamen yang hanya berlangsung satu hingga dua pekan belum cukup untuk memantau perkembangan pemain secara menyeluruh.

"Kalau ada kompetisi berbentuk liga yang berjalan setiap pekan, pelatih dan talent scouting akan lebih mudah melihat perkembangan teknik maupun sikap pemain. Pemain juga memiliki motivasi untuk terus berkembang karena ada pertandingan yang rutin," tuturnya.

Qodrat menambahkan, prinsip yang selalu dipegang selama melatih adalah percaya pada proses dna ia menegaskan tidak ada jalan instan untuk membangun tim berprestasi.

"Pelatih bukan Tuhan dan bukan pesulap yang bisa langsung membuat tim menjadi juara, semua butuh proses, kalau prosesnya dijalankan dengan baik, hasilnya juga akan baik," pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#Popwilda #Qodrat Maulana #kota bogor #sepak bola