Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Qodrat Maulana, Pelatih Asal Bogor yang Langganan Raih Juara

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:48 WIB
Pelatih Tim Sepak Bola Kota Bogor di Popwilda, Qodrat Maulana saat di Podcast Radar Bogor. (Foto: Aziz/Radar Bogor)
Pelatih Tim Sepak Bola Kota Bogor di Popwilda, Qodrat Maulana saat di Podcast Radar Bogor. (Foto: Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Nama Qodrat Maulana kini semakin dikenal di dunia sepak bola Kota Bogor.

Pelatih asal Bogor itu memiliki rekam jejak membawa sejumlah tim meraih prestasi, mulai dari level pelajar hingga kompetisi resmi di Jawa Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim yang ditanganinya berhasil menorehkan berbagai gelar.

Di antaranya juara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asprov Jawa Barat U-14 2024, juara Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Jawa Barat dan nasional.

Membawa Bogor Raya promosi ke Seri 1, hingga mempersembahkan medali emas bagi Kota Bogor pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026.

Di balik sederet prestasi tersebut, Qodrat mengaku tidak memiliki resep instan. Baginya, keberhasilan sebuah tim selalu diawali dari perencanaan yang matang dan proses yang panjang.

Baca Juga: Anak Bupati Bogor Rudy Susmanto Gagal Masuk SMP Negeri, Ini Penyebabnya

"Yang pertama kami bentuk adalah coaching staff. Staf pelatih harus memiliki visi dan misi yang sama. Setelah itu baru mencari karakter pemain yang sesuai dengan game plan yang akan diterapkan," ujarnya saat menjadi narasumber Podcast Bicara Bogor di Graha Pena Bogor, Kamis 2 Juli 2026.

Setelah komposisi tim terbentuk, program latihan disusun secara bertahap mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, prakompetisi hingga kompetisi.

Menurutnya, pemain harus dibekali kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental agar siap menghadapi pertandingan.

Qodrat juga menilai keberuntungan tetap menjadi salah satu faktor yang turut menentukan hasil pertandingan.

Namun, menurutnya keberuntungan hanya akan datang kepada tim yang telah mempersiapkan diri dengan baik.

Keberhasilan Kota Bogor meraih medali emas POPWILDA menjadi salah satu pencapaian yang paling berkesan.

Meski masa persiapan hanya sekitar satu bulan dua pekan, timnya mampu mengalahkan sejumlah daerah yang telah mempersiapkan diri jauh lebih lama.

Ia menjelaskan, fondasi tim sebenarnya sudah dibangun sejak beberapa tahun sebelumnya.

Tim pelatih memiliki bank data pemain kelahiran 2009 dan 2010 yang dipantau melalui berbagai ajang pembinaan, termasuk GSI tingkat Jawa Barat dan nasional.

"Kami menyesuaikan program latihan dengan sistem pertandingan. Karena di POPWILDA bermain setiap hari, maka uji coba juga kami buat dengan pola yang sama. Dari situ kami bisa memetakan kondisi setiap pemain," katanya.

Baca Juga: VAR Batalkan Gol Kroasia di Detik Krusial, Eks Wasit Angkat Bicara

Meski telah meraih berbagai prestasi, Qodrat menegaskan dirinya tidak pernah menganggap gelar juara sebagai tujuan akhir.

Ia justru lebih menekankan pentingnya menjaga proses pembinaan pemain secara berkelanjutan.

"Pelatih bukan Tuhan, bukan juga pesulap yang bisa langsung membuat tim juara. Semua butuh proses," ucapnya.

Filosofi tersebut juga diterapkannya saat menangani Bogor Raya yang dipersiapkan sejak April untuk menghadapi Piala Soeratin yang baru bergulir pada Agustus.

Menurutnya, tim yang ingin berprestasi harus dibangun dalam jangka panjang, bukan dibentuk sesaat menjelang kompetisi.

Qodrat berharap pembinaan sepak bola usia muda di Kota Bogor terus berkembang melalui kompetisi yang berjenjang.

Menurutnya, keberadaan liga usia muda akan memudahkan pelatih memantau perkembangan pemain sekaligus menjaga motivasi mereka untuk terus berkembang.

"Saya percaya pada proses. Kalau prosesnya baik, hasilnya juga akan baik," pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Qodrat Maulana #bogor #pelatih