RADAR BOGOR - Gol telat Mikel Moreno pada menit 90+1 membuat Spanyol lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Ia pun disanjung rekan-rekannya dan juga para pendukung La Furia Roja karena menjadi pahlawan negaranya.
Namun di sisi lain, ada seorang pemain yang tertunduk lesu. Perlahan tangisan terlihat di pelupuk matanya.
Sang mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo tak kuasa menahan emosinya saat negaranya gagal lolos dari babak 16 besar.
Puluhan ribu pasang mata penonton di Stadion AT&T, Arlington, Amerika Serikat pada Selasa 7 Juli 2026 dini hari WIB tadi, menjadi saksi patah hati CR7 karena harus mengakhiri karier internasionalnya tanpa gelar Piala Dunia.
Meski demikian, Ronaldo telah meninggalkan warisan yang sulit diubah. Tampil dalam enam edisi Piala Dunia, kemudian menorehkan gol di Piala Dunia yang diikutinya.
Baca Juga: Bukan Tempat Makan Biasa, Warung Nasi Gandul Khas Pati Ini Langganan Pejabat
Ia pun telah menginspirasi banyak pesepakbola muda dengan etos kerja dan gaya hidup sehatnya untuk bisa sampai ke panggung dunia.
Sebelum laga melawan Spanyol, Ronaldo menegaskan hasil apapun yang terjadi, baginya sepak bola internasional sudah berakhir tahun ini. Pernyataan ini menjadi pertanda jika regenerasi di Timnas Portugal harus tetap ada.
Ronaldo menutup karier internasionalnya dengan sangat manis. Dengan jumlah penampilan terbanyak sebanyak 232 caps, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah dengan torehan 146 gol dan juga 46 asis.
Portugal pun dibawanya meraih kejayaan dengan satu kali juara Piala Eropa pada 2016. Kemudian dua kali juara UEFA Nations League musim 2018-2019 dan 2024-2025.
Bagi Portugal, CR7 bukan hanya sekedar pemain saja. Ia telah menjelma sebagai sosok legenda sekaligus ikon sepak bola yang sangat dihormati layaknya Pele di Brasil, Johan Cruyff bersama Belanda maupun Diego Armando Maradona di Argentina-tanpa mengesampingkan Lionel Messi. Keempatnya membawa hal berbeda di panggung sepak bola.
Dengan etos kerja keras yang ditanamkan sejak kecil, Ronaldo membuktikan siapa pun berhak menggapai mimpi asalkan tekun dan punya mental pantang menyerah.
Kedisiplinan tinggi itulah kemudian membuatnya bukan hanya menjelma sebagai sosok pesepak bola panutan saja, tapi juga simbol dari kesuksesan tak bisa diraih dengan cara instan.
Pada akhirnya, dunia hanya bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Ronaldo yang selama karier internasionalnya telah menunjukkan aksi-aksi menawan penuh magis disertai dengan kekuatan yang memukau di lapangan hijau. (***)
Oleh : Muhammad Ruri Ariatullah
(Redaktur Olahraga Radar Bogor)