RADAR BOGOR – Jagat sepak bola wanita diguncang oleh salah satu manuver transfer mengejutkan. Legenda hidup Barcelona Femeni sekaligus pemenang dua kali Ballon d'Or, Alexia Putellas pindah ke klub Inggris, London City Lionesses.
Kabar kepindahan Alexia Putellas ini dikonfirmasi langsung melalui unggahan bersama akun otoritas transfer Transfermarkt dan Soccerdonna.
Langkah mengejutkan ini langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat mengenai apakah ini merupakan transfer terbesar yang pernah terjadi di ranah sepak bola wanita profesional.
Akhir Era Bersama Barcelona dan Babak Baru di London
Alexia Putellas, yang kini menginjak usia 32 tahun, datang ke tanah Inggris dengan reputasi yang tidak perlu diragukan lagi.
Berposisi asli sebagai gelandang serang (Attacking Midfielder), pemain berjuluk La Reina (Sang Ratu) ini memiliki nilai pasar (market value) yang ditaksir mencapai angka €1.2 Juta, sebuah nilai yang luar biasa tinggi untuk peta transfer sepak bola putri global.
Selama membela Barcelona, Putellas telah memenangkan hampir semua trofi mayor di level klub, termasuk mendominasi Liga Champions Wanita dan Liga Spanyol.
Baca Juga: Porprov Jawa Barat 2026 Kian Dekat, Layanan Medis Atlet Kota Bogor Diperkuat
Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman di Catalunya demi merapat ke pangkuan London City Lionesses dipandang sebagai ambisi besar untuk menaklukkan tantangan baru di Britania Raya.
Amunisi Emas dan Pengalaman Juara Dunia
Kehadiran sosok peraih gelar Piala Dunia bersama Timnas Spanyol ini jelas menjadi keuntungan instan dan batu loncatan yang masif bagi London City Lionesses.
Manajemen klub berhasil meyakinkan Putellas untuk menjadi episentrum dari proyek jangka panjang yang tengah mereka bangun di kompetisi sepak bola Inggris.
Pengalaman kepemimpinan, visi bermain yang mematikan di lini tengah, serta mentalitas juara yang melekat pada diri Putellas diharapkan mampu mendongkrak prestasi tim secara signifikan, sekaligus menaikkan pamor kompetisi domestik yang diikutinya ke level yang jauh lebih tinggi. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin