Bukan Lari Cepat! Pakar IPB University Bogor Sarankan Slow Jogging dengan Syarat yang Efektif Turunkan Lemak

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:10 WIB
Pakar IPB University beberkan soal syarat slow jogging yang efektif turunkan lemak. Foto: Erafone
Pakar IPB University beberkan soal syarat slow jogging yang efektif turunkan lemak. Foto: Erafone

RADAR BOGOR – Tren slow jogging di Bogor semakin populer sebagai pilihan olahraga yang mudah, aman, dan bisa dilakukan hampir semua kalangan.

Meski dilakukan dengan kecepatan santai, slow jogging yang banyak dilakukan warga Bogor seputaran SSA ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University Bogor, Putri Utami, MBiomed, menjelaskan bahwa slow jogging dilakukan dengan intensitas ringan atau dikenal sebagai niko-niko pace.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta SMAN 1 Babakan Madang Bogor Berkonsep Terbuka, Ruang Kelas Tak Perlu AC dan Kaca

Pada metode ini, detak jantung berada di kisaran 110 hingga 140 denyut per menit, atau sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal.

Menurutnya, pada intensitas tersebut tubuh lebih banyak membakar lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh, slow jogging juga merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

“Slow jogging merupakan pilihan ideal bagi masyarakat yang jarang berolahraga karena tidak memberikan beban berlebihan pada tubuh,” ujar Putri.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Minta Jalur Lari dan Jalan di Lapangan Sempur Dipisah

Ia menjelaskan, teknik slow jogging menggunakan pendaratan bagian tengah kaki (*midfoot strike*), sehingga mampu mengurangi tekanan pada lutut dan pinggul. Hal ini membuat risiko cedera lebih rendah dibandingkan aktivitas lari dengan intensitas tinggi.

Tak hanya baik untuk kebugaran, olahraga ini juga dinilai lebih mudah dilakukan secara konsisten. Banyak orang gagal menjaga rutinitas olahraga karena langsung memilih latihan berat yang memicu kelelahan dan nyeri otot.

Selain manfaat fisik, slow jogging juga berdampak positif pada kesehatan mental. Gerakan ritmis dengan intensitas ringan dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin yang membantu meningkatkan suasana hati sekaligus mengurangi stres.

Baca Juga: Sudaryono Langsung Tancap Gas di BGN Usai Dilantik Presiden Prabowo

Putri menegaskan bahwa olahraga terbaik bukanlah yang paling berat, melainkan yang dapat dilakukan secara rutin dalam jangka panjang. Dengan risiko cedera yang rendah dan manfaat kesehatan yang besar, slow jogging dinilai menjadi salah satu solusi sederhana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor ipb university jogging