Kota Bogor Kian Matang Jadi Tuan Rumah, Sebut Porprov Jabar 2026 Punya Multiplier Effect

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:08 WIB
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai membahas Porprov Jabar di Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor, Selasa, 28 Agustus 2026. (Fauzan/Radar Bogor)
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai membahas Porprov Jabar di Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor, Selasa, 28 Agustus 2026. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kesiapan Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah utama penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) kian matang.

Hal ini mengemuka saat Pemkot Bogor menggelar Chief de Mission (CDM) Meeting Porprov di Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor, Selasa, 28 Juli 2026.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan rapat tersebut diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah yang juga menjadi tuan rumah, seperti Depok, Bekasi.

“Artinya kami berkomitmen untuk persiapan bagaimana nanti setiap tuan rumah memiliki fasilitas kemudian kesiapan hal-hal lainnya,” ujar Jenal.

Baca Juga: Membanggakan! Pemanah Muda Kota Bogor Borong 5 Emas di Kejurnas Panahan Junior 2026

Secara internal, Kota Bogor sudah sangat siap menjadi tuan rumah Porprov Jabar, beberapa vanue yang akan menjadi titik penyelenggarannya bahkan sudah disurvei. 

"Jadi insyaallah Bogor tentu harus siap dan memberikan prasarana yang terbaik, karena yang kita terima adalah atlet-atlet terbaik,” jelasnya. 

Jenal mengungkapkan pelaksanaan Porprov Jabar bakal diikuti oleh 17 ribu atlet dan terdapat 28 cabang olahraga bertanding di Kota Bogor.

Dampak Positif bagi Perekonomian Kota Bogor

Kondisi itu dapat memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi di Kota Bogor, bukan hanya bagi pelaku UMKM tapi juga industri perhotelan.

“Jadi ini multi player efek, tidak hanya UMKM tapi para pemilik rental mobil, kemudian usaha lain yang dampak postifnya akan dirasakan,” terang Jenal.

Bahkan sebagian hotel yang ada sudah dibooking oleh sejumlah wilayah yang atletnya akan bertanding di Kota Bogor November mendatang.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengapresiasi kesiapan para tuan rumah penyelenggaraan Porprov 2026.

“Saya apresiasi Kota Bogor Depok dan Bekasi, sejauh ini persiapannya luar biasa, banyak tantangan, anggaran yang saya rasa tidak bisa dijadikan alasan,” ujarnya.

Kesuksesan penyelenggaraan Porprov akan menjadi modal untuk event Pekan Olahraga Nasional (PON, terlebih Jawa Barat menjadi langganan juara di event tersebut.

“Kita punya tugas moral bahwa kita adalah hatrick juara di PON, sumbernya, pembinaannya kan dari Porprov dulu. Itu yang harus kita sepakati,” terang Harry.

Hery pun mengungkapkan alasan di balik konsep penyebaran tuan rumah Porprov tahun ini, tujuannya agar perputaran ekonomi bisa dirasakan oleh banyak pihak.

“Mohon disampaikan kepada masyakat bahwa apa yang dikeluarkan di APBD pasti akan kembali lebih dari itu,” terang Hery.

Kepastian itu diutarakan bukan tanpa alasan, Hery menegaskan euforia pelaksanaan Porprov setarah dengan event PON.

Di PON ada 7 ribu hingga maksimal belasan ribu atlet yang bertanding, tetapi di Porprov Jabar sebanyak 17 ribu atlet terbaik dipastikan akan ikut meramaikan.

“Sekarang, Porprov itu ada 17 ribu artinya Kota Bogor, Bekasi dan Depok merasakan dampak ekonomi yang sama seperti oenyelanggaraan PON,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Porprov Jabar