Jelang Porprov Jabar 2026, 525 Atlet Kota Bogor Jalani Tes Fisik dan Psikologi

Muhammad Ruri Ariatullah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:56 WIB
Atlet Kota Bogor mengikuti tes fisik tahap II di lantai dua gedung KONI Kota Bogor. Foto: Humas KONI Kota Bogor
Atlet Kota Bogor mengikuti tes fisik tahap II di lantai dua gedung KONI Kota Bogor. Foto: Humas KONI Kota Bogor

RADAR BOGOR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor melakukan tes fisik tahap II bagi 525 atlet penerima insentif sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Tes fisik para atlet Porprov berlangsung di lantai II Gedung KONI Kota Bogor, Kompleks GOR Pajajaran, mulai Sabtu, 1 Agustus 2026.

Tes tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan atlet Kota Bogor setelah menjalani program latihan selama enam bulan terakhir. Pelaksanaannya dibagi dalam empat sesi, yakni pada 1, 2, 8, dan 9 Agustus 2026.

Baca Juga: Daftar Wilayah yang Sudah Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 per 1 Agustus 2026

Wakil Ketua KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa evaluasi kali ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan, tes hemoglobin (HB), asesmen psikologi, serta pengukuran berbagai komponen kebugaran atlet.

"Tes ini bukan sekadar mengukur kondisi fisik. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan, tes HB, asesmen psikologi, dan evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet," ujar Yudi.

Sebanyak 525 atlet dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan karakteristik cabang olahraga, yakni cabang olahraga terukur, bela diri, permainan, dan beregu.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Masih Cair Rp600 Ribu, Wilayah Ini Laporkan Penarikan Saldo

Pembagian tersebut dilakukan agar proses pengujian berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Menurut Yudi, tes tahap II bertujuan mengukur perkembangan atlet sejak program insentif dan latihan intensif dimulai pada Januari 2026. Hasil evaluasi ini akan menjadi acuan dalam menilai efektivitas program pembinaan yang telah dijalankan.

"Hasil tes ini akan menunjukkan sejauh mana progres atlet, baik pada fase persiapan umum maupun persiapan khusus menuju Porprov," jelasnya.

Baca Juga: Kemarau 2 Bulan, Sungai Ciherang Jadi Tumpuan Hidup Warga Karang Tengah Bogor

Nantinya, hasil tes tahap II akan dibandingkan dengan data tes tahap I untuk mengetahui peningkatan maupun penurunan kondisi fisik setiap atlet.

Peningkatan performa menjadi indikator bahwa program latihan berjalan sesuai target, sedangkan hasil yang stagnan atau menurun akan dianalisis lebih lanjut berdasarkan karakteristik cabang olahraga masing-masing.

Jika ditemukan atlet yang belum mencapai target kebugaran, KONI Kota Bogor akan menggelar forum evaluasi bersama para pelatih melalui desk review. Evaluasi tersebut juga akan dikaitkan dengan target perolehan medali yang telah ditetapkan untuk setiap cabang olahraga.

Baca Juga: Akhirnya PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Awal Agustus, KKS Lama dan Baru Mulai Terima Bansos

"Kami akan melihat apakah kondisi fisik atlet sudah sejalan dengan target medali. Jika belum, program latihan akan dievaluasi dan disesuaikan agar hasilnya lebih optimal," kata Yudi.

Selain itu, atlet yang hasil asesmen fisik maupun psikologinya belum memenuhi standar akan mendapatkan pendampingan dan penanganan khusus sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh atlet dapat mencapai performa terbaik saat tampil di Porprov Jawa Barat 2026.

Melalui evaluasi komprehensif ini, KONI Kota Bogor berharap seluruh atlet dapat meningkatkan kualitas latihan dan mencapai puncak performa saat membawa nama Kota Bogor di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
kota bogor Porprov Jabar atlet