RADAR BOGOR - Euforia kemenangan Persib pasca melawan Persija, di perebutan tiket final Piala Presiden 2026 pecah di Kota Bogor, Selasa, 4 Agustus 2026.
Bobotoh turut merayakannya dengan menggelar konvoi ke sejumlah ruas jalan utama di Kota Bogor, mereka terus bernyanyi sembari berkeliling.
Tugu Kujang jadi salah satu lokasi perayaan kemenangan, teriakan Bobotoh terdengar nyaring di telinga, bendera putih biru terus dikibarkan.
Yel-yel ‘Persib Juara’ bergemuruh. Malam itu, Tugu Kujang bukan sekadar monumen kebanggan Kota Bogor dan berubah menjadi titik temu ratusan Bobotoh.
Langit di gerbang Kota Bogor itu sontak memerah, Asap dari pembakaran flare disebut bentuk ekpresi kegembiraan yang memuncak.
Baca Juga: Nobar Persib vs Persija di Semifinal Piala Presiden 2026 di Bogor Meriah, Suporter Antusias
Perayaan serupa juga terlihat di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kendaraan roda dua ataupun empat bergerak pelan.
Para Bobotoh mengajak pengendara yang melintas untuk ikut merayakan, suara klakson motor di lokasi ini terdengar seperti punya ritme.
Di balik iring-iringan pemotor, terlihat segerombol aparat kepolisian. Keberadaan mereka bukan untuk membatasi ekspresi, tapi untuk memastikan konvoi kondusif.
Salah seorang Bobotoh, Awaludin Firdaus merasa puas atas tiga poin yang diraih Persib, kemenangan ini memastikan tim kesayangannya melaju ke partai final.
“Final kami datang, cukup puas meski diakhir-akhir pertandingan tadi pertahanan sempat kocar-kacir,” kata pemuda berusia 26 tahun itu.
Awal meyakini tim berjuluk Maung Bandung itu bisa meraih tahta jawara di helaran Piala Presiden, meski begitu ia memberikan sejumlah catatan.
“Pertama jangan puas sama hasil sekarang, kita tadi kebobolan di menit-menit akhir, barisan pertahan semoga bisa lebih rapih lagi,” ujar Awal.
Persib disebutnya bukan hanya milik Bandung, melainkan milik warga Jawa Barat termasuk Kota Bogor sehingga tahta jawara amat dinanti olehnya.
“Benar semoga bisa kembali meraih juara, supaya menambah deretan tropy yang sebelumnya pernah didapat, saya yakin Persib bisa lebih proper,” ucapnya.
Sebelumnya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin pun sempat memberi komentar atas pertandingan yang mempertemukan dua tim besar ini.
Kedua suporter diharap dapat kondusif melihat apapun hasil akhirnya apalagi ini sudah masuk bulan Agustus, bertepatan dengan momen Kemerdekaan.
“Siapapun pemenangnya kalian tetap bangsa Indonesia, harus saling mencintai menghargai dan rasa persaudaraan harus diutamakan,” tegas Jenal.
Pertandingan sepak bola disebut Jenal bukan hanya soal siapa pemenangya dan siapa yang paling hebat, ini adalah wadah untuk mencari talenta terbaik.
“Event sepak bola bukan mencari siapa pemenang seyogayanya adalah sebuah sarana untuk mencari kualitas-kialitas pemain terbaik,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati