Pemkot Bogor Juara Padel Raya Usai Libas SMI 6-2, Sapu Bersih 11 Laga Penyisihan

Dede Supriadi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB
Tim Pemkot Bogor menjadi juara pertama Turnamen Padel Raya setelah mengalahkan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan skor 6-2 pada partai final di Klub Bogor Raya Padel, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dede/Radar Bogor)
Tim Pemkot Bogor menjadi juara pertama Turnamen Padel Raya setelah mengalahkan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan skor 6-2 pada partai final di Klub Bogor Raya Padel, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Tim Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tampil sebagai juara Turnamen Padel Raya yang digelar di Klub Bogor Raya Padel, Sabtu (15/8/2026). Performa impresif ditunjukkan sejak babak penyisihan hingga partai final.

Pada laga puncak, tim Pemkot Bogor berhasil menundukkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan skor telak 6-2. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Pemkot Bogor meraih gelar juara pertama dalam turnamen yang menjadi bagian dari grand opening Padel Raya.

Perjalanan tim Pemkot Bogor menuju podium juara terbilang mulus. Dari 12 peserta korporasi yang mengikuti kompetisi, Pemkot Bogor menyapu bersih 11 pertandingan pada fase liga dan mengoleksi 33 poin.

Hasil tersebut membawa Pemkot Bogor menempati posisi teratas untuk melaju ke babak delapan besar. Tim kemudian kembali memenangkan pertandingan pada babak perempat final dan semifinal sebelum memastikan tiket ke partai puncak.

Baca Juga: Padel Makin Digandrungi Warga Bogor, 46 Pasangan Ramaikan Padel Championship Festival Merah Putih

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan tim Pemkot Bogor diperkuat pemain yang memiliki basis dari cabang olahraga tenis. Mereka kemudian mendalami olahraga padel yang kini semakin berkembang di Kota Bogor.

“Pada dasarnya basis atlet yang mewakili Pemkot adalah dari cabang olahraga tenis. Dengan banyaknya lapangan padel yang tersedia, para atlet tenis juga mendalami dan aktif bermain padel,” ujarnya.

Pada partai final, Pemkot Bogor menurunkan tiga pemain, yakni Eko Prabowo, Linggar, dan Rendra. Mereka berhasil mengatasi perlawanan SMI yang juga merupakan bagian dari ekosistem perusahaan di bawah Kementerian Keuangan.

Turnamen Padel Raya sendiri diinisiasi sejak Juli 2026 dalam rangka menyambut ulang tahun SEG ke-36 sekaligus menjadi bagian dari grand opening fasilitas Padel Raya. Kompetisi menggunakan format liga dengan 12 peserta yang saling bertemu sebelum berlanjut ke fase knock out.

Direktur PT SEG, Leo Khadafi, mengatakan turnamen tersebut mempertemukan sejumlah perusahaan di bawah Kementerian Keuangan atau Special Mission Vehicle (SMV), di antaranya LPEI, SMI, SMF, Geo Dipa, dan IIF.

Sejumlah stakeholder lain seperti Bank Jakarta, Pemkot Bogor,  Elman, serta Kekayaan Negara Dipisahkan juga turut ambil bagian.

Selain pertandingan utama, digelar pula executive match yang mempertemukan SMI dengan IIF. Pertandingan tersebut dimenangkan SMI.

Dalam turnamen tersebut, Pemkot Bogor berhak atas hadiah uang tunai Rp20 juta sebagai juara pertama. SMI sebagai juara kedua mendapatkan Rp15 juta, sedangkan LPEI yang memenangkan perebutan tempat ketiga atas Bank Jakarta memperoleh Rp10 juta.

Leo mengatakan Turnamen Padel Raya direncanakan menjadi agenda tahunan. Fasilitas Padel Raya juga dirancang sebagai bagian dari sport hub yang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas olahraga lain.

“Turnamen ini merupakan agenda perdana dan ke depan direncanakan menjadi agenda rutin minimal satu tahun sekali,” kata Leo.

Fasilitas Padel Raya dilengkapi tribun, ruang VIP, dan ruang dressing room. Kawasan tersebut juga terintegrasi dengan kolam renang, sport club, kafe gazebo, lapangan tenis, dan lapangan basket. Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas pickleball.

Sementara itu, Eko menilai perkembangan olahraga padel di Kota Bogor cukup pesat. Selain menjadi cabang olahraga yang berpotensi dikembangkan untuk prestasi, padel juga semakin diminati sebagai olahraga rekreasi.

Saat ini terdapat sekitar delapan lapangan padel di Kota Bogor. Pemkot pun melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk mendorong sport tourism.

Menurut Eko, wisatawan yang datang ke Bogor dapat menikmati olahraga padel tanpa harus membawa perlengkapan sendiri karena sejumlah lapangan menyediakan fasilitas penyewaan raket. Jam operasional lapangan juga cukup panjang hingga malam hari.

“Padel ini selain olahraga prestasi, juga menjadi olahraga rekreasi. Kami melihat potensinya untuk mendukung sport tourism di Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan fasilitas olahraga harus diikuti inovasi dari para pengelola agar mampu menjaga daya saing. Pemkot Bogor juga terbuka terhadap investor yang ingin mengembangkan fasilitas olahraga di Kota Bogor, dengan tetap mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku.

“Pemkot Bogor sangat terbuka bagi investor atau pengusaha yang ingin menanamkan modal. Namun tentu harus mengikuti aturan yang berlaku demi keamanan dan perlindungan bagi investor itu sendiri,” pungkasnya. (ded)

Editor : Eka Rahmawati
bogor padel pemkot