Saat pertandingan berlangsung, Persikabo lebih unggul, serangan demi serangan dilakukan hingga akhirnya membuahkan hasil goal melalui penalti yang dicetak oleh Gilbert Ebenhaizer Aiboy, hingga membawa kemenangan akhir.
Coach Persikabo, Dian Irawan menyampaikan, pertandingan melawan Cikarang disebut sangat sengit, karena ia mengakui lawan Timnya itu cukup kuat, solid dan selalu menyerang.
"Saya akui Cikarang City secara tim dia solid, juga bagaimana attacking menyerang dan transisi mereka benar-benar terorganisir dengan baik," ujar Dian, Selasa 18 Agustus 2026.
Baca Juga: Mural Presiden Prabowo dan Bupati Bogor di Cileungsi Jadi Sasaran Vandalisme, Pelaku Diburu
Menurutnya, saat pertandingan berjalan, Persikabo mendominasi permainan, banyak mengambil peluang untuk mencetak goal ke gawang lawan.
"Hanya saja pemain kurang bisa memaksimalkan beberapa peluang yang harusnya jadi goal," ujarnya.
Meski hasil akhir dimenangkan oleh Persikabo ada beberapa yang harus evaluasi, terutama dalam serangan tim.
"Ini PR buat kedepannya supaya nanti dibabak 32 besar bisa lebih siap lagi, terutama PR di finishing," tuturnya.
Untuk pertandingan selanjutnya melawan Mandala FC asal Majalengka, Dian menegaskan tim asuhannya akan lebih fokus pada pertandingan dengan tekad yang kuat untuk menyapu bersih lawan.
"Lawan Mandala FC, kemungkinan tidak berbeda jauh dengan Cikarang City, tapi yang jelas kita akan fokus menghadapi pertandingan tidak akan kendor kita akan fokus, tekad kita untuk sapu bersih di 3 laga babak penyisihan, optimis," pungkasnya. (abl)
Editor : Eka Rahmawati