Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham Berakhir, Inggris Pecahkan Rekor dan Cetak Sejarah

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham resmi berakhir dengan sejumlah momen bersejarah. Tuan rumah Inggris mencatat rekor Eropa di nomor estafet campuran 4x100 meter, sementara dua atletnya mengukir sejarah baru di ajang ini. Foto : Olympics.com/European athletics.
Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham resmi berakhir dengan sejumlah momen bersejarah. Tuan rumah Inggris mencatat rekor Eropa di nomor estafet campuran 4x100 meter, sementara dua atletnya mengukir sejarah baru di ajang ini. Foto : Olympics.com/European athletics.

RADAR BOGOR - Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham resmi berakhir dengan sederet kejutan dan pencapaian bersejarah. Hari terakhir kompetisi yang berlangsung di Alexander Stadium, Minggu (16/8/2026), menjadi panggung bagi sejumlah atlet untuk menorehkan rekor baru.

Salah satu momen paling mencuri perhatian di Atletik Eropa 2026 di Birmingham hadir dari nomor estafet campuran 4x100 meter. Tampil di hadapan publik sendiri, tim Inggris berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 39,97 detik.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Inggris meraih emas sekaligus memecahkan rekor Eropa pada nomor yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Kejuaraan Atletik Eropa. Jerman membawa pulang perak, sedangkan Spanyol menempati posisi ketiga.

Baca Juga: Surat Undangan Sudah Diterima KPM Bansos? Ini Syarat Ambil Beras 30 Kg

Amy Hunt dan Dina Asher-Smith Ukir Sejarah

Kemenangan tersebut juga melahirkan dua catatan bersejarah bagi atletik Inggris.

Amy Hunt, yang dipercaya menjadi pelari terakhir dalam tim estafet Inggris, mencatat sejarah sebagai atlet pertama yang mengoleksi empat medali emas dalam satu edisi Kejuaraan Atletik Eropa.

Sementara itu, Dina Asher-Smith semakin mengukuhkan namanya dalam sejarah kompetisi. Koleksi medalinya kini mencapai 11, menjadikannya atlet dengan jumlah medali terbanyak sepanjang sejarah Kejuaraan Atletik Eropa.

Ia melewati rekor legenda atletik Polandia, Irena Szewińska, yang sebelumnya mengoleksi 10 medali.

Baca Juga: Kabar Lega Bagi PPPK: Kemendagri Siap Kawal Alih Status Pegawai dan Larang Rekrut Staf Baru

Tak hanya Inggris, sejumlah atlet dari negara lain juga tampil gemilang pada hari terakhir.

Italia mendapatkan momen istimewa melalui Nadia Battocletti yang sukses memenangkan nomor 10.000 meter putri. Torehan tersebut melengkapi keberhasilannya meraih dua gelar nomor jarak menengah dalam satu edisi kejuaraan.

Dari Norwegia, Henriette Jæger meraih medali emas nomor 400 meter putri dengan waktu 49,04 detik sekaligus memecahkan rekor nasional negaranya.

Inggris juga menambah koleksi emas melalui Georgia Hunter Bell yang menjadi juara nomor 1.500 meter putri.

Italia Kembali Jadi Juara Umum

Baca Juga: Alhamdulillah, PPPK Paruh Waktu Punya Kesempatan Ubah Status Menjadi Penuh Waktu dan PNS

Meski Inggris tampil impresif dengan sejumlah rekor dan catatan sejarah, Italia berhasil mempertahankan status sebagai juara umum klasemen medali Kejuaraan Atletik Eropa Birmingham 2026.

Italia menjadi juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun setelah unggul tipis atas tuan rumah Inggris. Persaingan ditentukan lewat hasil dramatis nomor estafet 4x400 meter putra pada penutupan kejuaraan.

Berakhirnya Kejuaraan Atletik Eropa 2026 menjadi penanda berakhirnya salah satu kompetisi atletik terbesar di benua tersebut. Para atlet kini akan mengalihkan fokus ke agenda berikutnya, termasuk persiapan menghadapi kejuaraan dunia mendatang. (Ara/Tazkia)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
birmingham inggris eropa atletik