RADAR BOGOR – Gerard Pique kembali membuat gebrakan setelah pensiun dari sepak bola.
Mantan pemain Barcelona dan tim nasional Spanyol itu kini melebarkan kiprahnya ke olahraga catur dengan menjadi investor di Fyers American Gambits, salah satu tim yang berlaga dalam Global Chess League (GCL).
Global Chess League merupakan kompetisi catur beregu yang dikembangkan melalui kolaborasi FIDE dan Tech Mahindra.
Kehadiran Gerard Pique sebagai investor memberikan warna baru bagi kompetisi tersebut sekaligus membuka peluang semakin luasnya basis penggemar catur dari kalangan pencinta sepak bola.
Fyers American Gambits bukanlah tim yang baru muncul di kompetisi tersebut. Franchise ini sebelumnya dibangun oleh Prachura PP bersama bintang kriket India, Ravichandran Ashwin, dan telah berpartisipasi sejak Global Chess League pertama kali digelar.
Masuknya Gerard Pique sebagai investor strategis kini membuat Fyers American Gambits semakin mendapatkan perhatian dari komunitas olahraga internasional.
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 3 Agustus 2026: Cek Saldo KKS, Perubahan Desil hingga Bantuan Beras 30 Kg
Popularitas Gerard Pique sebagai mantan bintang sepak bola dunia berpotensi membantu memperkenalkan format catur beregu kepada audiens yang lebih luas.
Gerard Piqué Merambah Bisnis di Luar Sepak Bola
Sejak mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak bola, Piqué semakin aktif menjalankan berbagai aktivitas bisnis dan investasi.
Kiprahnya tidak hanya berkutat pada sepak bola, tetapi juga mencakup sektor hiburan, teknologi, hingga bisnis olahraga.
Keterlibatan Gerard Pique dalam Fyers American Gambits memperlihatkan semakin luasnya minat terhadap catur sebagai bagian dari industri olahraga dan hiburan modern.
Catur yang selama ini identik dengan permainan papan kini berkembang menjadi sebuah tontonan kompetitif dengan format yang lebih cepat dan dinamis.
Perubahan tersebut membuat olahraga ini semakin relevan dengan karakter penonton digital yang menginginkan pertandingan singkat, kompetitif, sekaligus menghibur.
Gerard Pique juga bukan satu-satunya figur terkenal dari cabang olahraga lain yang mulai melirik industri catur.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak mantan atlet dan investor yang melihat peluang bisnis dari pertumbuhan catur sebagai olahraga tontonan.
Format beregu seperti yang diterapkan Global Chess League menjadi salah satu faktor yang membuat catur memiliki daya tarik berbeda.
Kompetisi tersebut menggabungkan kekuatan para pemain papan atas dalam satu tim sehingga menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.
Baca Juga: BPNT Tahap 3 2026 Mulai Dilaporkan Cair Rp600.000 di KKS BNI, Benarkah?
Global Chess League 2026 Digelar di Bengaluru
Global Chess League musim keempat dijadwalkan berlangsung di Bengaluru, India, pada 3-13 September 2026.
Kompetisi tahun ini diprediksi menjadi salah satu musim yang paling menarik perhatian.
Salah satu alasannya adalah kembalinya Magnus Carlsen, juara dunia catur sekaligus salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, setelah tidak tampil pada musim sebelumnya.
Carlsen akan bergabung dengan sejumlah grandmaster elite dunia yang bersiap memperebutkan gelar juara Global Chess League 2026.
Kehadiran Gerard Pique di jajaran investor Fyers American Gambits pun dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap popularitas kompetisi.
Basis penggemar sepak bola yang besar berpotensi ikut mengenal format catur beregu yang ditawarkan GCL.
Perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa catur kini tidak lagi hanya dipandang sebagai permainan strategi di atas papan.
Dengan dukungan figur olahraga, investor, teknologi, dan format kompetisi modern, catur perlahan berkembang menjadi bagian dari industri hiburan olahraga global. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin