RADAR BOGOR – Mondo Duplantis kembali menunjukkan dominasinya di arena atletik internasional.
Atlet lompat galah asal Swedia itu sukses mempertahankan gelar juara Eropa untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham, Inggris, Minggu 16 Agustus 2026.
Mondo Duplantis tampil impresif sejak babak kualifikasi. Ia hanya membutuhkan satu kali lompatan untuk memastikan tiket menuju final.
Namun, persaingan di partai puncak berlangsung jauh lebih ketat. Duplantis mendapat tekanan dari atlet Yunani, Emmanouil Karalis, yang mampu terus mengikuti setiap ketinggian yang berhasil dilewati pemegang rekor dunia tersebut.
Persaingan mulai mengarah kepada Duplantis ketika mistar dinaikkan hingga 6,10 meter. Duplantis berhasil melewati ketinggian itu pada percobaan pertama.
Sementara itu, Karalis tidak mampu melewati mistar pada ketinggian yang sama. Keunggulan tersebut membuat posisi Duplantis semakin kuat untuk mengamankan medali emas.
Baca Juga: Prediksi Kairat vs Anderlecht di Playoff Liga Europa, Cvetkovic Ancaman Lawan
Duplantis Cetak Rekor Kejuaraan
Setelah berhasil melewati 6,10 meter, Duplantis kembali melanjutkan aksinya. Ia sukses menaklukkan ketinggian 6,15 meter.
Lompatan tersebut tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga membuat Duplantis memecahkan rekor Kejuaraan Atletik Eropa.
Dengan pencapaian tersebut, atlet berusia 26 tahun itu kembali membawa pulang medali emas sekaligus mencatatkan gelar Eropa keempat secara beruntun.
Menariknya, Duplantis kali ini memilih tidak meneruskan pertandingan untuk mengejar rekor dunia miliknya sendiri yang berada di angka 6,31 meter.
Berbeda dari sejumlah penampilannya sebelumnya, Duplantis memutuskan mengakhiri kompetisi setelah memastikan gelar juara dan rekor kejuaraan berada dalam genggamannya.
Gelar Senior Ke-14 Sepanjang Karier
Kemenangan di Birmingham menambah panjang daftar prestasi Duplantis. Gelar tersebut menjadi trofi senior ke-14 dalam kariernya.
Sementara di level Kejuaraan Eropa, ini merupakan emas keempat secara berturut-turut sejak ia pertama kali menjadi juara pada 2018.
Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Duplantis menjalani musim yang tidak mudah.
Sebelum tampil di Birmingham, ia harus merasakan kekalahan pertamanya dalam tiga tahun terakhir ketika tampil di Diamond League Stockholm.
Tidak lama setelah itu, Duplantis juga mengalami cedera gegar otak yang membuatnya harus menarik diri dari kompetisi di London.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK Berubah, Ada Jalan Menuju Status PNS
Dedikasikan Gelar untuk Sang Nenek
Tantangan Duplantis musim ini tidak hanya datang dari arena olahraga. Ia juga baru saja kehilangan sang nenek yang meninggal dunia pada usia 92 tahun.
Duplantis sempat kembali ke Swedia untuk menghadiri prosesi pemakaman sebelum kembali menjalani persiapan menghadapi Kejuaraan Atletik Eropa di Birmingham.
Setelah memastikan gelar juara, Duplantis memberikan makna khusus terhadap kemenangan tersebut dengan mempersembahkannya untuk sang nenek.
Kejuaraan Atletik Eropa Birmingham 2026 sendiri berlangsung selama satu pekan, mulai 10 hingga 16 Agustus 2026.
Ajang tersebut mempertemukan para atlet terbaik dari berbagai negara di kawasan Eropa.
Duplantis menjadi salah satu magnet utama dalam kejuaraan tersebut. Konsistensi, prestasi, serta statusnya sebagai salah satu atlet lompat galah paling dominan dalam sejarah membuat setiap penampilannya selalu menjadi perhatian publik dunia. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin