561 Pesilat dari 18 Provinsi Ramaikan Satria Warrior Championship 2026 di Kabupaten Bogor

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:21 WIB
Para peserta saat bertanding di GOR Laga Satria, Pakansari Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (Dok. Panitia)
Para peserta saat bertanding di GOR Laga Satria, Pakansari Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (Dok. Panitia)

RADAR BOGOR – Ratusan atlet pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Satria Warrior Championship 2026. Ajang tersebut berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 22–23 Agustus 2026.

Kompetisi perdana tersebut diikuti 56 kontingen yang mewakili sejumlah kabupaten dan kota dari 18 provinsi. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga kategori dewasa. Secara keseluruhan, sebanyak 561 pesilat berpartisipasi dalam kejuaraan nasional tersebut.

Kategori pertandingan yang tersedia meliputi Usia Dini 1 dan 2, Pra Remaja, Remaja, serta Dewasa. Para peserta bersaing untuk meraih prestasi sekaligus memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi berskala nasional.

Ketua Panitia Satria Warrior Championship 2026 Fahmi Fahreza mengapresiasi tingginya minat peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, jumlah peserta tersebut cukup menggembirakan mengingat kejuaraan baru pertama kali diselenggarakan.

Panitia sebelumnya menargetkan keikutsertaan sekitar 1.000 pesilat, tetapi jumlah tersebut belum tercapai karena pada waktu yang sama terdapat kejuaraan pencak silat lainnya.

Para peserta yang berhasil meraih juara mendapatkan medali dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka selama mengikuti kompetisi.

Sebanyak 18 provinsi mengirimkan perwakilan dalam kejuaraan tersebut, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Papua Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, dan Riau.

Wakil Ketua II KONI Kabupaten Bogor Muhammad Khairul turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Satria Warrior Championship 2026.

Ia menilai kompetisi tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan atlet karena dapat menambah pengalaman sekaligus jam bertanding, khususnya bagi pesilat muda yang sedang menjalani proses pembinaan.

Menurut Khairul, penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional juga sejalan dengan konsep Sport and Tourism yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Event ini sangat bagus karena bisa menambah jam bertanding atau kompetisi para pesilat masa depan yang datang dari berbagai daerah ataupun para pesilat yang ada di Kabupaten Bogor," ujar Khairul.

Kehadiran atlet, pelatih, dan pendamping dari berbagai daerah dinilai tidak hanya memberikan dampak terhadap kemajuan olahraga, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan penyelenggaraan.

KONI Kabupaten Bogor pun menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan berbagai kompetisi nasional di kawasan Pakansari. Selain menjadi sarana pembinaan atlet, kegiatan olahraga berskala besar dinilai dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan dari luar wilayah.

Khairul berharap Satria Warrior Championship dapat terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan atlet pencak silat. Dari kompetisi tersebut diharapkan muncul pesilat-pesilat muda potensial yang mampu meraih prestasi lebih tinggi hingga membawa nama Indonesia dalam berbagai ajang pencak silat internasional.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
pesilat Satria Warrior Championship bogor