Siswi Sekolah Terbuka Bogor Jadi Runner Up di Malaysia, Arini Buktikan Catur Bukan Sekadar Hobi

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:15 WIB
Arini saat menjadi narasumber di Podcast Bicara Bogor. Foto: Fauzan/Radar Bogor
Arini saat menjadi narasumber di Podcast Bicara Bogor. Foto: Fauzan/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Prestasi membanggakan ditorehkan Arini Angelina Lovly. Siswi Sekolah Terbuka Bogor tersebut berhasil meraih posisi runner up dalam ajang catur, Malaysian Chess Festival di Malaysia.

Prestasi itu terasa istimewa lantaran siswi Sekolah Terbuka Bogor Arini harus bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara. Dalam kompetisi catur di Malaysia tersebut, diperkirakan ada sekitar 200 hingga 300 atlet yang ambil bagian.

“Banyak pesertanya, lebih kurang ada 200 sampai 300 atlet catur. Aku dari Indonesia, tujuh orang datang ke Malaysia,” kata Arini dalam Podcast Bicara Bogor.

Baca Juga: Mesin Mobil Apa yang Paling Cocok Dipake Seharian? Rifat Sungkar Jelaskan Alasannya

Dengan dukungan penuh dari orang tua, Arini mampu melewati sejumlah tahapan pertandingan hingga akhirnya melaju ke babak puncak untuk memperebutkan gelar juara.

Pada partai final, Arini harus berhadapan dengan pecatur asal Singapura. Meski telah berusaha memberikan permainan terbaik, ia harus mengakui keunggulan lawannya dan mengakhiri turnamen sebagai runner up.

“Memang harus diakui lawannya jago banget. Akhirnya aku kalah dan hanya menyandang gelar runner up di event tersebut,” ujarnya.

Meski gagal membawa pulang gelar juara, pengalaman bertanding di Malaysia justru menjadi motivasi tambahan bagi Arini untuk terus mengasah kemampuannya.

Baca Juga: Alumni PPOPM Bogor Tembus Timnas, 2 Atlet Taekwondo Siap Berlaga di Korea Selatan

Menariknya, perjalanan Arini di dunia catur tidak berawal dari keluarga atlet. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut muncul ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saat melihat teman-temannya bermain catur, Arini kemudian ikut mencoba. Dari rasa penasaran itulah kecintaannya terhadap catur mulai tumbuh hingga akhirnya ditekuni secara serius.

“Waktu SD aku lihat teman-teman main catur, terus aku nyobain. Ternyata seru juga, akhirnya aku seriusin,” terang Arini, Kamis, 3 September 2026.

Kebiasaan Arini yang gemar menganalisis berbagai hal turut membantunya ketika bermain catur. Ia merasa karakter tersebut membuatnya semakin menikmati permainan yang membutuhkan strategi dan perhitungan.

Baca Juga: 701 Hektare Sawah Jonggol Terdampak Kekeringan, Pemkab Bogor Siapkan Penanganan

Karier kompetitifnya dimulai dari turnamen antarsiswa di tingkat Kecamatan Bogor Timur. Penampilan yang konsisten membuat Arini kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke tingkat Kota Bogor.

“Kemudian aku lanjut ke tingkat Kota Bogor. Dari situ aku semakin suka sama catur, ditambah aku ini orangnya senang analisis,” jelasnya.

Kini, Arini telah mengoleksi berbagai prestasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Keseriusannya di dunia catur juga membuatnya dipercaya untuk memperkuat Kota Bogor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Dalam ajang tersebut, Arini akan turun di tiga kategori. Ia memasang target tinggi untuk bisa meraih juara atau setidaknya menembus posisi tiga besar.

“Targetnya sudah tentu meraih juara atau paling minimal masuk tiga besar, supaya bawa harum nama Kota Bogor,” ucapnya.

Baca Juga: Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor, Dedie Rachim: Penataan Transportasi Tetap Mengacu Perda

Di balik sederet prestasinya, Arini juga mengambil keputusan berbeda dalam menjalani pendidikan. Ketika memasuki jenjang SMA, ia memilih meninggalkan sekolah reguler dan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Terbuka.

Keputusan tersebut diambil agar dirinya dapat lebih leluasa membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas sebagai atlet catur.

Bagi Arini, Sekolah Terbuka tetap memberikan kesempatan untuk menjalankan pendidikan akademik, namun dengan sistem belajar yang lebih fleksibel karena tidak selalu mengharuskan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Toh bagi saya Sekolah Terbuka sama saja. Bedanya cuma dari cara belajarnya. Kita di sini tidak selalu harus tatap muka, tapi ada belajar mandirinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Resmi Dibuka di Bogor, Lenovo Exclusive Store Hadir di Plaza Jambu Dua

Sistem pembelajaran tersebut dinilai Arini sangat membantu dalam mengejar targetnya menjadi atlet catur profesional. Ia tidak harus memilih antara pendidikan dan latihan karena keduanya dapat dijalankan secara beriringan.

“Kalau di sekolah reguler biasa aku ribet bagi waktunya. Tapi kalau di sini bisa fleksibel dan tidak mesti ninggalin pelajaran. Ini soal keputusan saja,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
sekolah terbuka bogor catur malaysia