RADAR BOGOR - SMK Wikrama Bogor mengamankan tiket ke babak selanjutnya Honda DBL with Kopi Good Day West Java-West 2026 setelah menumbangkan SMA Kesatuan Bogor atau Unity dengan skor 33-11.
Pertandingan berlangsung di GOR Indoor Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu, 12 September 2026. Wikrama tampil dominan sejak awal laga di tengah gemuruh ratusan suporter dari kedua sekolah.
Wikrama yang mengenakan jersey biru langsung memberikan tekanan sejak kuartal pertama. Sementara itu, Unity yang tampil dengan jersey putih lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk mengejar ketertinggalan.
Baca Juga: Persib Gagal Bawa Pulang Poin saat Lawan Persija di Super League
Meski saling menyerang, kedua tim masih kesulitan mencetak banyak poin. Kuartal pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis Wikrama 6-3.
Memasuki kuartal kedua, Wikrama mulai menemukan ritme permainan. Lay up menjadi salah satu pilihan untuk menambah poin, ditambah sejumlah field goal yang membuat perolehan angka mereka terus bertambah.
Wikrama akhirnya memperlebar keunggulan pada kuartal kedua dengan skor 14-4. Permainan konsisten tersebut membuat jarak kedua tim semakin sulit dikejar.
Unity mencoba bangkit pada kuartal ketiga dengan meningkatkan intensitas serangan. Para pemain Unity memberikan perlawanan dan berusaha menghentikan laju pemain Wikrama.
Namun, Wikrama tetap mampu mempertahankan dominasinya. Hingga akhir kuartal ketiga, Wikrama unggul jauh 26-6.
Pada kuartal terakhir, Wikrama mulai menurunkan tempo permainan. Unity masih berupaya menembus pertahanan lawan untuk menambah poin.
Pertahanan solid Unity sempat membendung sejumlah serangan Wikrama. Namun, tekanan yang terus diberikan Wikrama membuat mereka tetap mampu mencetak poin secara konsisten.
Wikrama akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 33-11. Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah mereka berlanjut ke babak berikutnya.
Pelatih SMK Wikrama Bogor, Ferdy Sulangi, mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari kesiapan para pemain. Menurutnya, anak asuhnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi lawan dalam pertandingan tersebut.
“Kalau akhirnya bisa unggul jauh, itu kembali ke kesiapan anak-anak. Mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi siapa pun lawannya di pertandingan ini,” kata Ferdy.
Ia menilai kepercayaan diri menjadi salah satu pembeda permainan Wikrama. Faktor tersebut membuat para pemain mampu tampil lebih lepas dan menjaga konsistensi permainan hingga akhir laga.
“Kalau dilihat dari kemampuan anak-anak tadi, keunggulannya lebih kepada rasa percaya diri. Anak-anak Wikrama lebih percaya diri dalam bermain,” ujarnya.
Setelah memastikan tiket ke babak selanjutnya, Ferdy belum memasang target spesifik. Ia menegaskan timnya ingin terus melangkah sejauh mungkin dalam kompetisi tersebut.
“Untuk target selanjutnya, kami akan melangkah sejauh-jauhnya,” tandasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati