RADAR BOGOR - Kekuatan lini tengah, bisa menjadi salah satu kunci perjuangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan sejumlah gelandang yang memiliki karakter berbeda, pelatih John Herdman memiliki beberapa pilihan untuk menentukan komposisi terbaik skuad Garuda.
Salah satu kombinasi yang menarik adalah duet Thom Haye dan Joey Pelupessy.
Baca Juga: Lulusan SMA Incar CPNS 2027? Wajib Lolos 5 Tes Fisik Ini atau Gugur
Keduanya bukan pasangan baru karena pernah bermain bersama ketika Indonesia mengalahkan Bahrain 1-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Haye mencatat 28 umpan dengan tingkat akurasi 85,7 persen.
Sementara itu, Joey menyelesaikan 40 umpan dengan akurasi 85 persen, serta membukukan satu tekel, dua sapuan, dan satu intersep.
Catatan itu memperlihatkan pembagian peran yang cukup berbeda.
Haye dapat menjadi penghubung antarlini sekaligus membantu mengatur aliran bola.
Sedangkan, Joey memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ketika Indonesia kehilangan penguasaan.
Ivar Jenner Jadi Alternatif Penting
Meski duet Haye dan Joey menarik, John Herdman tidak kekurangan pilihan.
Ivar Jenner menjadi nama lain yang berpotensi mengisi lini tengah Timnas Indonesia.
Jenner sebelumnya pernah bermain bersama Joey pada FIFA Matchday Juni 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia berhasil mengalahkan Oman dengan skor 3-0.
Baca Juga: Incar ABK Bakamla CPNS 2027? Wajib Lolos Tes Renang 50 Meter dan Fisik Ekstrem
Kombinasi Joey dan Jenner juga memiliki modal chemistry.
Joey pernah mengungkapkan kenyamanannya bermain bersama Jenner dan menilai keduanya mampu membangun hubungan permainan yang baik.
Namun, masih ada aspek yang perlu diperbaiki.
Jarak antarpemain dan koneksi ketika membangun permainan menjadi bagian yang harus terus diasah agar lini tengah Indonesia tidak mudah terputus.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi Herdman.
Ia memiliki lebih dari satu formula dan dapat menyesuaikan komposisi berdasarkan karakter lawan maupun kebutuhan pertandingan.
Seperti Apa Jika Indonesia Pakai Tiga Gelandang?
Jika Herdman memilih formasi dengan tiga gelandang, Joey berpeluang ditempatkan sebagai pemain yang berada paling dalam.
Posisi tersebut memungkinkan pemain yang memperkuat Persib Bandung itu menjaga area di depan lini pertahanan sekaligus menjadi pengaman ketika pemain lain bergerak membantu serangan.
Baca Juga: Tunjangan PPPK 2026 Jadi Perhatian, Jangan Hanya Hitung Gaji Pokok Sebelum Cek Komponen Ini
Haye kemudian bisa dimainkan sedikit lebih maju untuk membantu mengatur sirkulasi bola.
Kemampuan distribusinya dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan lini belakang dengan sektor serangan.
Sementara itu, Jenner dapat menjadi opsi untuk memberikan energi tambahan, terutama ketika Indonesia harus melakukan transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya.
Namun, susunan tersebut masih sebatas gambaran berdasarkan karakter dan pengalaman masing-masing pemain.
PSSI belum mengumumkan susunan resmi Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 sehingga keputusan akhir tetap berada di tangan Herdman.
Kevin Diks dan Verdonk Bisa Pengaruhi Lini Tengah
Komposisi lini tengah juga tidak bisa dipisahkan dari pergerakan pemain di sektor sayap.
Kevin Diks dan Calvin Verdonk memiliki kemampuan untuk bermain fleksibel dan memberikan lebar permainan ketika Indonesia membangun serangan.
Ketika kedua pemain tersebut bergerak lebih tinggi, ruang di belakang mereka harus tetap terlindungi.
Situasi inilah yang membuat keberadaan gelandang dengan kemampuan menjaga posisi menjadi sangat penting.
Joey dapat memainkan peran tersebut dengan menjaga keseimbangan struktur tim.
Baca Juga: Api Masih Muncul di TPA Galuga Bogor, 10 Ahli Kebakaran Gambut dari Kemenhut Turun Tangan
Sementara gelandang lainnya bisa mendapatkan kebebasan lebih untuk membantu serangan.
Dengan kata lain, pilihan pemain di lini tengah tidak hanya menentukan bagaimana Indonesia menguasai bola, tetapi juga bagaimana Garuda menjaga bentuk permainan saat kehilangan penguasaan.
Tiga Pertandingan dalam Enam Hari
Tantangan bagi lini tengah Indonesia semakin besar karena jadwal fase grup berlangsung cukup padat.
Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada 25 September 2026, kemudian bertemu Malaysia pada 28 September, sebelum menjalani pertandingan terakhir melawan Bangladesh pada 1 Oktober.
Seluruh pertandingan Grup A tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dengan tiga pertandingan dalam rentang enam hari, Herdman membutuhkan kedalaman skuad yang memadai.
Rotasi bisa menjadi pilihan apabila kondisi fisik pemain atau kebutuhan taktik mengharuskannya.
Karena itu, persaingan di lini tengah tidak hanya soal siapa yang menjadi starter.
Kemampuan pemain pelapis untuk masuk dan menjaga kualitas permainan juga dapat menjadi pembeda sepanjang turnamen.
Lini Tengah Bisa Jadi Penentu Nasib Garuda
FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan format satu putaran pada fase grup.
Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh masing-masing hanya bertemu satu kali untuk menentukan posisi akhir Grup A.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK KTP, Cukup Lewat Aplikasi Ini
Situasi tersebut membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting.
Indonesia tidak memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan karena hanya tiga laga yang tersedia di fase grup.
Juara Grup A akan melaju ke final untuk menghadapi pemuncak Grup B.
Sementara itu, runner-up dari masing-masing grup akan bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Dengan format tersebut, lini tengah berpotensi menjadi salah satu area yang menentukan perjalanan Timnas Indonesia.
Duet Haye-Joey, kombinasi Joey-Jenner, maupun kemungkinan menggunakan tiga gelandang memberikan Herdman sejumlah opsi.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dapat Tunjangan Apa Saja? Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Salah Informasi
Kini tinggal bagaimana pelatih asal Inggris tersebut meramu karakter para pemain menjadi satu kesatuan.
Jika keseimbangan lini tengah mampu terjaga, peluang Timnas Indonesia untuk mengendalikan pertandingan dan bersaing di Grup A akan semakin terbuka. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti