PP KBI Siapkan 10 Atlet Terbaik Jadi Profesional, Bidik Prestasi Kickboxing di Level Dunia

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi. PP KBI siapkan atlet kickboxing profesional. Foto: Instagram
Ilustrasi. PP KBI siapkan atlet kickboxing profesional. Foto: Instagram

RADAR BOGOR – Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) periode 2026-2030 mulai menyusun strategi baru untuk meningkatkan prestasi atlet kickboxing Indonesia di kancah internasional.

Di bawah kepemimpinan Ngatino, KBI akan membangun ekosistem pembinaan atlet kickboxing yang terintegrasi antara jalur amatir dan profesional. 

Langkah ini diharapkan KBI mampu melahirkanatlet kickboxing berkualitas yang siap bersaing di berbagai ajang dunia.

Baca Juga: Api Padam, TPA Galuga Masih Dijaga Ketat Pemkot Bogor untuk Antisipasi Bara Kembali Muncul

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP KBI, Ngatino, saat pelantikan kepengurusan periode 2026-2030 di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Acara tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.

Fokus Benahi Organisasi dan Prestasi Atlet

Memasuki periode ketiga sebagai Ketua Umum PP KBI, Ngatino menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal sekaligus memperkuat program peningkatan prestasi atlet.

Menurutnya, pengalaman selama kepengurusan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun organisasi yang lebih solid dan profesional.

Baca Juga: Rem Blong di Tanjakan Selarong Puncak Bogor, Truk Box Tabrak Minibus hingga Dua Bangunan

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin Kickboxing Indonesia untuk periode ketiga merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang sangat besar,” ujar Ngatino dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2026.

Ia menambahkan, KBI ke depan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan olahraga nasional maupun internasional.

“Kita harus membangun KBI yang semakin solid, profesional, transparan, modern dan mampu menjawab tantangan perkembangan olahraga nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Baca Juga: Pengen Jadi Agen Perlinsos agar Bisa Daftarkan Bansos? Begini Caranya

Sebagai langkah awal, PP KBI langsung menggelar rapat pleno setelah pelantikan. Rapat tersebut membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.

Kejurnas itu dipersiapkan sebagai pengganti PON Bela Diri di Solo yang mengalami penundaan.

10 Atlet Terbaik Kejurnas Disiapkan Naik Kelas

Salah satu program utama PP KBI adalah menyiapkan jalur pembinaan berkelanjutan dari atlet amatir menuju profesional.

Baca Juga: Warga Tanah Sareal Bogor Keluhkan Air Keruh, Perumda Tirta Pakuan Targetkan Normal Malam Ini

Dalam Kejurnas mendatang, KBI juga akan menggelar Gala Night untuk menentukan 10 atlet terbaik yang nantinya diproyeksikan masuk ke jenjang profesional.

“Dalam Kejurnas itu ada namanya Gala Night yang tadi akan menentukan 10 atlet terbaik,” kata Ngatino.

Ia menjelaskan, pembinaan atlet amatir dan profesional tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling terhubung agar atlet Indonesia memiliki kesiapan bertanding yang lebih matang.

“Harus ada ekosistem dalam pembinaan, antara amatir dan pro harus seiring. Pesan dari Pak Ketum KONI Pusat itu betul bahwa kita sudah siapkan nanti yang amatir 10 besar amatir hasil kejurnas itu langsung menjadi pro,” jelasnya.

Baca Juga: Bank Edu YKTB Resmi Hadir di Bogor, Siswa Bisa Belajar Perbankan Sambil Praktik

Untuk 2027, PP KBI juga berencana kembali mencari 10 atlet baru. Mereka akan dipersiapkan bersama 10 atlet terbaik hasil Kejurnas 2026 untuk memperkuat barisan atlet profesional Indonesia.

KBI Pro Dorong Kesejahteraan Atlet

Selain membangun jalur prestasi, PP KBI turut mengembangkan industri olahraga melalui program KBI Pro.

Menurut Ngatino, program tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pertandingan profesional sekaligus membuka peluang penghasilan bagi atlet.

“KBI Pro kita bangun untuk dua tujuan besar. Pertama, menjadi wadah pertandingan profesional yang mampu meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet Indonesia agar semakin siap menghadapi persaingan internasional,” terangnya.

Baca Juga: PSEL Galuga Bogor Bisa Hasilkan Listrik 30 MW, Segini Harga Jualnya ke PLN

“Kedua, KBI Pro harus dapat membuka peluang bagi atlet untuk memperoleh penghasilan secara profesional dari prestasi dan kemampuan mereka,” tambahnya.

Melalui program tersebut, atlet diharapkan tidak hanya memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan bertanding, tetapi juga memperoleh kesejahteraan dari karier profesionalnya.

Kickboxing Berpeluang Tampil di Olimpiade

Baca Juga: Review Jujur Yamaha Nmax Neo: Shockbreaker Belakang Jadi Keluhan

Ngatino juga menyoroti peluang kickboxing untuk dipertandingkan di ajang Olimpiade mendatang.

Ia menyebut, Asosiasi Kickboxing Dunia (WAKO) telah diakui sebagai anggota penuh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang kickboxing masuk ke Olimpiade.

“WAKO sebagai Federasi Internasional (IF) itu sudah menjadi member penuh IOC dan telah menggunakan logo lima ring. Anggotanya pun sudah menembus 150 negara melebihi persyaratan masuk Olimpiade yakni 80 negara. Makanya, kickboxing berpeluang dipertandingkan pada Olimpiade mendatang,” tegasnya.

KONI Pusat Dukung Pembinaan Amatir dan Profesional

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyambut baik program pembinaan yang dirancang PP KBI.

Baca Juga: Review Jujur Yamaha Nmax Neo: Shockbreaker Belakang Jadi Keluhan

Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara atlet amatir dan profesional. Para juara di level amatir diharapkan dapat menjadi bagian dari jenjang profesional dengan persiapan yang lebih matang.

“Tadi dilaporkan bahwa kickboxing ini juga ada pembinaan amatir dan profesionalnya. Saya harapkan jenjang itu bisa dilalui dengan baik. Persiapkan atlet-atlet yang masuk ke profesional itu adalah juara-juara di amatir,” tutur Marciano.

Menurutnya, persaingan di level profesional akan menghadirkan tantangan yang lebih berat. Karena itu, kesiapan fisik, mental, dan kemampuan bertanding atlet perlu dipersiapkan secara maksimal.

“Karena di sana lawannya juga lebih tangguh dan dari sisi kesiapan atlet juga harus jauh lebih baik. Tapi dengan pembinaan yang baik, saya yakin Indonesia ke depan juga akan melahirkan atlet kickboxing yang bisa kita banggakan,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
kickboxing atlet kbi