RADAR BOGOR — Sebanyak 356 atlet dari 10 negara meramaikan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 di Gedung Wind Tunnel depan Resimen III Pelopor Cikeas, Jalan Baru Akses Tol Cikeas-Cimanggis, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kejuaraan yang berlangsung pada 17-21 September 2026 itu resmi dibuka pada Kamis, 17 September 2026 oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Ketua Penyelenggara International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II, Brigjen Pol. Christyanto Goetomo, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak atlet-atlet baru olahraga dirgantara di Indonesia.
Baca Juga: Air Keruh di Sejumlah Wilayah di Bogor, Tirta Pakuan Geber Pemulihan
“Dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan untuk mencetak atlet-atlet baru di seluruh Indonesia ini karena termasuk olahraga yang baru, jadi kita ingin mencetak untuk atlet-atlet berprestasi dari negara kita,” ujarnya, Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, Korps Brimob telah menyiapkan sarana dan prasarana yang ada di Wind Tunnel Cikeas, persiapan juga dilakukan melalui latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan.
“Anggota kami ini memang adalah anggota yang sering terlibat dalam pertandingan-pertandingan terjun payung, baik indoor ataupun outdoor,” katanya.
Ia menjelaskan, atlet Korps Brimob yang dimiliki saat ini telah mengikuti berbagai pertandingan tingkat nasional maupun internasional, baik untuk kategori indoor maupun outdoor.
Bahkan, Indonesia telah mencatatkan prestasi dalam kejuaraan tingkat Asia pertama yang berlangsung di Makau, Tiongkok.
“Putri kami juara 2 Asia dan putra kami juara 3 Asia di kejuaraan pertama tingkat Asia,” ungkapnya.
Brigjen Pol. Christyanto menyebutkan, Kapolri Cup II tahun ini diikuti 356 peserta yang berasal dari 10 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta datang dari Jerman, Polandia, China, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Thailand, Jepang, dan Singapura.
Kejuaraan tersebut terbagi dalam tiga level, yakni National, Southeast Asia, dan International Open.
Untuk level nasional, peserta yang mengikuti merupakan para pemula yang dipersiapkan sebagai calon atlet indoor skydiving Indonesia di masa mendatang.
Sejumlah kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, mulai dari formation skydiving, dynamic flying hingga solo freestyle.
Pada formation skydiving terdapat 2 way dan 4 way, sedangkan dynamic flying meliputi dynamic solo speed, dynamic 2 way dan dynamic 4 way. Sementara solo freestyle mempertandingkan kategori solo freestyle open.
Brigjen Pol. Christyanto memastikan pembinaan atlet tidak berhenti setelah kejuaraan selesai, Korps Brimob akan melanjutkan latihan dan pendidikan bagi atlet-atlet baru sebagai bagian dari regenerasi.
“Usai kejuaraan ini tetap kita melatih atau mendidik atlet-atlet baru untuk regenerasi. Seperti yang kita lihat tadi, juga dari atlet Indonesia kami mendidik anak-anak sekolah untuk sebagai generasi penerus dari atlet-atlet kita,” tuturnya.
Selain indoor skydiving, pembinaan juga akan dilanjutkan melalui latihan terjun payung outdoor. Rencananya, latihan tersebut dilaksanakan pada Oktober mendatang di Bandara Kertajati.
Ia menilai, keberadaan wind tunnel membantu mempercepat proses latihan sebelum atlet melakukan terjun payung dari pesawat.
“Alat ini sebenarnya adalah simulasi terjun payung untuk mempercepat proses latihan di udara terbuka,” ucapnya.
Ia memaparkan, latihan melalui wind tunnel juga lebih efisien dari sisi waktu dan biaya dibandingkan latihan langsung menggunakan pesawat.
“Kalau dari pesawat langsung itu membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Tapi kalau untuk ini, waktunya bisa dilatih langsung di tabung angin tersebut, wind tunnel tersebut, sehingga mempercepat dia nanti begitu dia sudah mahir di sini, di luar akan lebih mahir,” bebernya.
Dari aspek keselamatan, panitia telah menyiapkan tim kesehatan, ruang tindakan pertama serta klinik di sekitar lokasi. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, peserta akan dirujuk ke Rumah Sakit Brimob.
Brigjen Pol. Christyanto menyebut Wind Tunnel Cikeas menjadi satu-satunya fasilitas operasional untuk olahraga tersebut di Indonesia dan merupakan yang terbesar di Tanah Air.
Bahkan, fasilitas tersebut disebut sebagai wind tunnel terbesar di Asia Tenggara dan masih diperhitungkan dalam perkembangan olahraga indoor skydiving di kawasan Asia.
Kapolri Cup Indoor Skydiving sendiri merupakan penyelenggaraan kedua setelah edisi pertama digelar pada 2024.
Kejuaraan Kapolri Cup direncanakan digelar setiap dua tahun sekali dan telah masuk dalam agenda Federation Aeronautique Internationale (FAI).
Sementara itu, Korps Brimob juga memiliki agenda Dankorbrimob Cup yang digelar dua tahun sekali, kompetisi tersebut lebih diarahkan pada tingkat nasional sebagai ajang mencetak dan membina atlet-atlet baru.
“Dankorbrimob Cup itu lebih kepada nasional kita sendiri untuk mencetak atlet-atlet kita, nanti dilanjutkan dengan Kapolri Cup nya untuk International Open,” kata Christyanto.
Ia berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta seluruh atlet menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pertandingan dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan rasa saling menghormati.
"Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antar atlet dari berbagai negara,” imbuhnya.
Ia juga meminta panitia penyelenggara dan personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar.
“Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia dan dalam hal ini Polri sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan kejuaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia.
Komjen Pol. Dedi kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup II Tahun 2026.
“Kepada seluruh atlet, saya menyampaikan selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik Saudara,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati