RADAR BOGOR - Tim basket SMAN 3 Cibinong berhasil menumbangkan SMAN 2 Kota Bogor atau Smanda di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West, Kamis, 17 September 2026.
Hasil tersebut memastikan tim basket berjuluk Smantic itu meraih tiket delapan besar, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah.
Kelincahan para punggawa Smanda membuat barisan pertahan Smantic kocar-kacir, hasilnya mereka harus ditahan imbang 10:10 diquarter pertama.
Memasuki quarter kedua, Smantic mulai menggila. Skil individu dari para pemainnya berhasil membawa tim ini melenggang lebih jauh.
Mereka mampu meninggalkan 10 point dari Smanda diquarter kedua dengan skor 22:10, hasil ini membuat pemain Smantic tampil lebih percaya diri.
Baca Juga: Recis Tersingkir di 16 Besar DBL Bogor, SMA Avicenna Cinere Melaju Usai Menang 40-31
Namun, Smanda tidak tinggal diam diquarter ketiga, mereka memanfaatkan skema fast break untuk mengejar ketertinggalan.
Passing-passing pendek pemain membuat Smantic kelimpungan, papan skor Smanda secara bergerak perlahan tetapi Smantic masih unggul dengan skor 27:20.
Pada quarter penentu Smanda justru kehilangan performa terbaiknya, barisan pertahanan mereka mudah untuk diobrak abrik.
Sementara Smantic tampil lebih solid. Teknik lay up yang diperagakan nyaris tak pernah gagal. Mereka mampu mengakhiri pertandingan cukup epik dengan skor 40:32
Headh Coach SMAN3 Cibinong Mabruri bersyukur atas hasil yang diraih. Namun ia berpandangan, timnya justru tampil di bawah performa.
“Tadu banyak banget attempt yang gagal dan sia-sia. Tadi poin kita kecil, hanya 40. Sebenarnya kalau menghitung attempt, kita bisa dapat di atas 50 an,” ujarnya.
Smantic disebutnya unggul dalam skema offensive rebound, sehingga para pemainnya berhasil menguasai bal poessession.
“Secara game plan kita menang, cuma attempt kita berapa kali tadi, kayak layup sendiri tidak masuk, akhirnya lawan berkembang,” ucapnya.
Pertandingan hari ini bakal membuatnya melakukan evaluasi besar-besaran, Mabruri akan turut memperhatikan emosional anak buahnya.
“Karena tadi banyak kejadjan overconfident. Misalkan saat defense terlalu overconfident, dia coba steal tapi tidak dapat, akhirnya lewat dan lawan cetak poin,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati