RADAR BOGOR - Langkah Bilqis menggeluti dunia pencak silat berbuah manis. Siswa, SDN Sukdamai 3 itu, sukses meraih emas di International Indonesia Open Championship
Event tersebut berlangsung di Taman Mini Indonesia Jakarta. Diantar sang bunda, Bilqis melangkah dengan penuh keyakinan ke lokasi tersebut.
“Diantar sama bunda naik mobil terus sama temen juga tiga orang. Aku bertandingnnya waktu tanggal 16 September kemarin,” kata Bilqi ditemui di rumahnya.
Meski pertandingan sudah berlalu, suara gemuruh penonton masih terngiang di telinga Bilqis. Hal itulah yang membuatnya gemetar saat bertanding.
Bilqis bukan cuma bertarung dengan lawan. Ia juga harus menaklukan rasa gugup yang mendadak menyelimutinya didetik-detik pertarungan berlangsung.
Ia sesekali mengehela nafas. Paling tidak, cara itu bisa membuatnya mengingat jurus atau andalanya yang digunakan untuk menumbangkan lawan.
Baca Juga: Serunya Liburan di Dusun Bambu Lembang, Ada Water Coaster, Go-Kart hingga Mystical Forest
“Aku coba tenang sambil tarik nafas, setelah itu baru santai bertarung. Lawannya dari Jakarta Barat, aku ikut kategori Pemasalan,” ujar Bilqis.
lawannya idak bisa dianggap remeh. Ia juga punya jurus andalan. Bilqis sesekali kena hantam. Namun kondisi itu tidak cukup membuatnya nyerah.
Tereakan sang bunda terdengar jelas di telinga Bilqis. Suara itu membakar semangatnya untuk bisa menjatuhkan lawan ke karpet warna biru.
“Setelah itu alhamdulillah aku bisa menang juara satu, aku dapat medali emas, sekarang sudah dipajang di kamar,” terang Bilqis, Jumat (18/9/2026).
Prestasi itu diraih dengan penuh perjuangan. Setiap akhir pekan, Bilqis harus rela mengambil waktu bermainnya demi berlatih jurus dan fisik.
“Kalau sudah mau fight aku latian dua minggu sekali. Aku berlatih di Perguruan Silat Bina Saluyu yang ada di DPRD Kota Bogor,” ucapnya.
Karir Bilqis di dunia pencak silat sudah digeluti sejak duduk di kelas dua. Ia saat itu hanya penasaran dengan seni bela diri kebanggaan Indonesia itu.
Baca Juga: BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar, Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah
“Iya awalnya penasaran doang, terus ditambah bunda juga ngizinin buat ikut eskul silat, eh sekarang malah jatuh cinta sama silat,” terang Bilqis.
Bagi Bilqis pencak silat bukan hanya soal seni bela diri semata. Lebih dari itu, silat adalah kebudayaan yang eksistensinya perlu terus dilestarikan.
“Dan manfaat untuk tubuh juga terasa. Semenjak suka silat badan aku jadi lebih seger aja, lebih sehat gitu, dan buat lindungi diri jugakan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin