RADAR BOGOR – Upaya mencetak pesepakbola muda berbakat terus dilakukan di Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui Kabomania Soccer School yang konsisten menjalankan pembinaan pemain usia dini.
Sekolah sepak bola Bogor yang resmi berdiri sejak 2019 itu kini membina sekitar 200 siswa dari berbagai kelompok usia. Pembinaan Kabomania Soccer School dilakukan secara rutin dengan membagi peserta ke dalam sembilan jenjang usia.
Sekretaris Kabomania Soccer School Bogor, Johan Rosendy, mengatakan program latihan terus berjalan untuk meningkatkan kemampuan para pemain sesuai dengan jenjang usia masing-masing.
Baca Juga: Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Menag Ungkap Harapan Baru
“Hari ini Kabomania Soccer School latihan rutin. Ini yang dewasa, kelahiran 2012-2013, mereka sudah mulai latihan di lapangan besar,” kata Johan saat mendampingi latihan siswa di Lapangan Pomad, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Johan, pembinaan yang dilakukan tidak sekadar berorientasi pada kompetisi. Para siswa juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan teknis, mental, serta kesiapan bermain sejak usia dini.
Untuk kelompok kelahiran 2012-2013, misalnya, saat ini tengah menjalani persiapan menghadapi Topscore Championship yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Baca Juga: Usai Disidak Ombudsman, Lapas Cibinong Bogor Langsung Gelar Rapat dengan Jajaran Pusat
“Untuk yang dewasa ini sedang persiapan Topscore Championship di Oktober ini. Ke depannya setelah itu kita akan ikut Liga Topscore tahun depan. Jadi ini pra event-nya,” ujarnya.
Tak hanya Topscore Championship, Kabomania Soccer School juga menyiapkan para pemain untuk ambil bagian dalam berbagai kompetisi lainnya, termasuk Piala Soeratin.
Kabomania Soccer School juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya untuk mengikuti pembinaan sepak bola sejak usia dini.
Baca Juga: Niat Ambil Job Foto Berujung Begal, Kamera dan Motor Pria di Gunung Putri Bogor Raib
Johan menuturkan, pembinaan tersebut memiliki target jangka panjang. Para pemain diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di level usia muda, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan menuju sepak bola profesional.
“Kita ingin bisa mencetak pemain ke jalur profesional, seperti Liga 1 bahkan Timnas, maka sedari dini kita gembleng mental anak-anak,” ungkapnya. (zer)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga