Kevin Diks Jadi Senjata Rahasia, Tomy Desky Ungkap Taktik Timnas Indonesia vs Singapura

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 11:39 WIB
Tomy Desky sedang membedah taktik Indonesia vS Singapura di FIFA ASEAN CUP 2026. (Foto: Youtube/Tomy Desky)
Tomy Desky sedang membedah taktik Indonesia vS Singapura di FIFA ASEAN CUP 2026. (Foto: Youtube/Tomy Desky)

RADAR BOGOR - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 2-0 pada pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. 

Kemenangan Timnas Indonesia tidak hanya diwarnai permainan menyerang, tetapi juga strategi yang secara konsisten mengeksploitasi ruang di sisi kiri pertahanan Singapura.

Hal tersebut menjadi sorotan Tomy Desky dalam analisis pertandingan yang diunggah melalui kanal YouTube-nya Pada Sabtu 26 September 2026 .

Tomy Desky menilai pergerakan aktif Kevin Diks di sisi kanan menjadi salah satu bagian penting dari strategi Timnas Indonesia untuk membuka celah pertahanan Singapura.

Menurut analisis Tomy Desky, ruang di antara fullback dan bek tengah Singapura beberapa kali berhasil dimanfaatkan pemain Indonesia.

Celah tersebut muncul ketika fullback kiri Singapura tertarik mengikuti pergerakan pemain Indonesia di sisi kanan.

Baca Juga: Telkomsel Tutup Terpujilah GURU 2026, Enam Guru Terbaik Raih Penghargaan

Kevin Diks kemudian memiliki ruang untuk mengembangkan serangan dan mengalirkan bola ke area yang ditinggalkan pemain bertahan Singapura. Pola ini dilakukan berulang kali oleh skuad Garuda.

Kevin Diks Aktif Membantu Serangan

Dalam pola serangan Timnas Indonesia, Kevin Diks tidak hanya bertugas menjaga sisi kanan pertahanan.

Pemain tersebut juga aktif naik membantu serangan ketika situasi memungkinkan.

Ketika Kevin Diks bergerak ke depan, salah satu gelandang Indonesia turun untuk menutup ruang yang ditinggalkan.

Pergantian posisi tersebut membuat struktur permainan Indonesia tetap terjaga meski fullback kanan ikut masuk ke area serangan.

Tomy Desky juga menyoroti kombinasi Kevin Diks dengan pemain yang berada di sisi kanan.

Ketika pemain sayap Indonesia berada di dekat garis lapangan, fullback Singapura terdorong untuk mengikutinya.

Situasi tersebut kemudian menciptakan ruang di antara fullback dan bek tengah Singapura. Ruang inilah yang berulang kali menjadi target serangan Timnas Indonesia.

Pola Serangan Indonesia Tidak Dilakukan Secara Acak

Menurut Tomy Desky, pola permainan Indonesia saat menghadapi Singapura memiliki target yang jelas.

Serangan tidak hanya dilakukan secara agresif, tetapi diarahkan untuk mengeksploitasi titik tertentu dalam struktur pertahanan lawan.

Baca Juga: Wargi Bogor Mau Liburan, Ini 8 Rekomendasi Curug Tertinggi di Jawa Barat

Timnas Indonesia membangun struktur permainan dengan kombinasi tiga pemain di belakang dan dua gelandang ketika menguasai bola.

Struktur tersebut kemudian dapat berubah ketika Kevin Diks naik membantu serangan.

Di lini tengah, Indonesia juga menciptakan box midfield untuk memberikan sejumlah opsi umpan sekaligus menarik pemain Singapura keluar dari posisinya.

Pola tersebut membuat Timnas Indonesia mampu kembali memanfaatkan ruang di sisi pertahanan Singapura.

17 Tembakan, Hanya 2 Tepat Sasaran

Meski berhasil mencetak dua gol, Tomy Desky mencatat masih ada persoalan yang perlu diperbaiki Timnas Indonesia, khususnya dalam hal efektivitas.

Timnas Indonesia tercatat melepaskan 17 tembakan dalam pertandingan tersebut. Namun, hanya dua tembakan yang mengarah tepat ke gawang.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi skuad Garuda agar peluang yang tercipta dari pola serangan terstruktur dapat dikonversi menjadi gol dengan lebih baik.

Pertahanan Indonesia Juga Berhasil Membatasi Singapura

Tidak hanya ketika menyerang, struktur permainan tanpa bola juga menjadi bagian penting dari strategi Indonesia.

Tomy Desky menjelaskan bahwa ketika bertahan, Indonesia menggunakan struktur 4-4-2.

Pola tersebut membuat Singapura kesulitan mengakses pemain mereka di area tengah.

Baca Juga: Paddle Board di Situ Gede Bogor Mulai Rp50 Ribu, Bisa Main di Atas Air Sambil Foto-Foto

Singapura kemudian lebih sering mengandalkan bola panjang. Namun, lini belakang Indonesia bersama gelandang yang bertugas mengantisipasi bola kedua mampu meredam pola serangan tersebut.

Dalam situasi tekanan tinggi, struktur Indonesia dapat berubah menjadi 4-1-3-2.

Salah satu gelandang bertugas membatasi pergerakan pemain nomor 10 Singapura sehingga lawan semakin kesulitan membangun serangan melalui area sentral.

 Sisi Kiri Pertahanan Singapura Jadi Target Utama

Tomy Desky menilai pemanfaatan ruang di sisi kiri pertahanan Singapura bukanlah kebetulan.

Area tersebut sebelumnya juga telah menjadi titik yang dapat dieksploitasi ketika menghadapi Singapura.

Pada pertandingan kali ini, Timnas Indonesia mampu memanfaatkan celah tersebut dengan eksekusi yang lebih baik.

Pergerakan Kevin Diks, pemain sayap, serta pemain di area tengah menciptakan sejumlah situasi yang membuat pertahanan Singapura kesulitan.

Baca Juga: Sate Padang Rang Sulayan di Bogor, Kuah Kuning Khas Padang Panjang Cuma Rp25 Ribu

Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan untuk Timnas Indonesia, terutama efektivitas penyelesaian akhir, variasi serangan satu lawan satu, serta keseimbangan serangan agar tidak terlalu berfokus pada sisi kanan.

Analisis lengkap Tomy Desky mengenai pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura tersebut dapat disimak melalui kanal YouTube Tomy Desky. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
FIFA ASEAN Cup 2026 timnas indonesia Kevin Diks