Festival Pencak Silat di Kebun Raya Bogor, Ruang Edukasi dan Pelestarian Budaya

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB
Festival Pencak Silat di Kebun Raya Bogor (Dok. Kebun Raya Bogor)
Festival Pencak Silat di Kebun Raya Bogor (Dok. Kebun Raya Bogor)

RADAR BOGOR - Festival Pencak Silat yang digelar di Kebun Raya Bogor berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpulnya ratusan pesilat dari berbagai daerah sekaligus sarana untuk mengenalkan dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Para peserta berasal dari sejumlah perguruan pencak silat yang berada di Jawa Barat, Jakarta, hingga Lampung. Mereka mengikuti kegiatan dengan mengusung tema “Pencak Silat untuk Memperkuat Bangsa”.

Festival tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pelestarian budaya. Hal itu sejalan dengan status pencak silat yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019.

Pemilihan Kebun Raya Bogor sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pesan tersendiri. Kehadiran pencak silat di kawasan tersebut ingin menunjukkan bahwa upaya pelestarian tidak hanya berkaitan dengan lingkungan dan alam, tetapi juga mencakup budaya, pengetahuan, nilai, serta tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor dan Dinkes Rapat Koordinasi Pelayanan Rujukan Kesehatan

Ketua Panitia Festival Pencak Silat, Helmi Sutikno, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpesilat. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia sehingga festival menjadi ruang interaksi lintas generasi.

Kategori peserta dalam festival tersebut meliputi pra-usia dini, usia dini, pra-remaja, remaja, dewasa, pembina, hingga sesepuh. Keberagaman usia tersebut membuat arena kegiatan tidak hanya menjadi tempat kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya generasi muda dengan para pelaku pencak silat yang lebih senior.

Melalui pertemuan tersebut, pesilat muda dapat mengenal secara langsung tradisi dan nilai yang dijalankan para senior. Di sisi lain, generasi yang lebih tua memiliki kesempatan untuk meneruskan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai pencak silat kepada generasi berikutnya.

Helmi menekankan bahwa pencak silat memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan dalam pertandingan. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, penghormatan, dan persaudaraan yang menjadi bagian penting dari tradisi pencak silat.

“Pencak silat memiliki dimensi yang luas daripada sekadar kemampuan bertanding di dalamnya ada disiplin, penghormatan, persaudaraan," ujar Helmi dalam keterangan tertulisnya. 

Festival tersebut juga menunjukkan bahwa ruang yang memiliki nilai sejarah dapat terus dimanfaatkan dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Lanskap Kebun Raya Bogor menjadi latar bagi generasi muda untuk mengenal secara langsung salah satu warisan budaya Indonesia sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan menggabungkan unsur olahraga, edukasi, budaya, dan interaksi lintas generasi, festival tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian pencak silat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor pencak silat kebun raya