RADAR BOGOR – Latihan kekuatan atau strength training kerap identik dengan anak muda yang ingin membentuk otot. Padahal, jenis latihan ini juga memiliki manfaat penting bagi kelompok lanjut usia (lansia). Hal itu disampaikan Personal Trainer (PT) di Serenity Gym Sentul Bogor Yuliana Natalia.
Pada lansia, kata Yuli, tujuan strength training bukan sekadar memperbesar otot atau meningkatkan kemampuan mengangkat beban.
Manfaat yang lebih mendasar strength training untuk lansia, adalah membantu mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan aman seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Tegaskan Komitmen Kawal Program Prabowo-Gibran
Mulai dari berdiri dari kursi, berjalan, menaiki tangga hingga membawa barang membutuhkan kekuatan otot yang memadai.
Berikut sejumlah manfaat strength training bagi lansia.
1. Membantu Mempertahankan Massa dan Kekuatan Otot
Bertambahnya usia dapat diikuti penurunan massa dan kekuatan otot.
Latihan kekuatan yang dilakukan secara tepat dapat membantu mempertahankan fungsi otot sehingga lansia tetap memiliki kemampuan fisik untuk bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: BBM Campur Etanol Aman atau Bikin Mobil Rusak? Pemilik Mobil Lama Wajib Tahu
2. Membantu Berdiri dan Berjalan
Kekuatan otot paha, pinggul dan betis memiliki peran penting dalam berbagai gerakan sehari-hari.
Otot-otot tersebut digunakan ketika seseorang bangun dari kursi, berjalan, menaiki tangga maupun melakukan aktivitas lainnya.
Karena itu, melatih tubuh bagian bawah menjadi salah satu bagian penting dalam mempertahankan kemampuan bergerak pada usia lanjut.
3. Mendukung Keseimbangan dan Mengurangi Risiko Jatuh
Baca Juga: Bebek AdikKaka Jakarta Selatan: Bebek Madura Bumbu Hitam Rp20 Ribu
Jatuh menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan pada kelompok lansia.
Latihan kekuatan yang dipadukan dengan latihan keseimbangan dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam mempertahankan kontrol ketika berdiri maupun bergerak.
Dengan kekuatan otot dan keseimbangan yang lebih baik, lansia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman.
4. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Strength training juga bermanfaat dalam mendukung kesehatan tulang.
Baca Juga: Drama Korea My Guilty Man Mulai Tayang, Kisah Detektif yang Menyusup Jadi Sekretaris
Latihan dengan beban yang dilakukan secara sesuai memberikan stimulus pada sistem muskuloskeletal dan dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.
Namun jenis serta intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.
5. Membantu Lansia Tetap Mandiri
Kekuatan otot memiliki hubungan erat dengan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Aktivitas sederhana seperti mandi, berpakaian, membawa barang hingga berbelanja tetap membutuhkan kekuatan dan koordinasi tubuh.
Baca Juga: Tak Selalu dari Luar Negeri, Labotiq Produksi Reagen Laboratorium di Bogor
Karena itu, mempertahankan kekuatan otot bukan semata-mata persoalan kebugaran, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan lansia menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
6. Mendukung Kesehatan Metabolik
Manfaat strength training tidak berhenti pada otot dan tulang.
Latihan kekuatan juga dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik yang mendukung kesehatan metabolik, termasuk membantu tubuh dalam pengelolaan gula darah serta mempertahankan kemampuan fisik secara keseluruhan.
Meski memiliki banyak manfaat, program strength training bagi lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan individu.
Baca Juga: Mie Ayam TW Pamulang: Kuliner Mie Chili Oil Pedas Nampol dan Murah
Terlebih bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, pemilihan latihan, beban dan intensitas sebaiknya mempertimbangkan rekomendasi tenaga kesehatan atau profesional yang kompeten.
Pada akhirnya, tujuan latihan kekuatan bagi lansia bukan mengejar seberapa berat beban yang dapat diangkat.
Hal yang jauh lebih penting adalah mempertahankan kekuatan yang dibutuhkan untuk berdiri, berjalan dan menjalani berbagai aktivitas sehari-hari dengan aman serta mandiri.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga