RADAR BOGOR – Memiliki mobil listrik di zaman sekarang bukan lagi hal yang asing. Kendaraan ramah lingkungan ini semakin mudah ditemui di jalanan kota dan mulai banyak diminati masyarakat karena dinilai lebih efisien dan minim perawatan.
Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik memang tidak membutuhkan pergantian oli atau servis rutin setiap bulan.
Namun, bukan berarti kendaraan ini bisa dibiarkan tanpa perawatan. Agar performa tetap optimal dan usia baterai panjang, mobil listrik tetap perlu dirawat dengan benar.
Berikut ini beberapa langkah perawatan ringan untuk mobil listrik yang bisa dilakukan sendiri di rumah, sebagaimana dilansir dari YouTube Best Electric Vehicle.
Periksa Tekanan dan Kondisi Ban
Ban menjadi komponen yang langsung bersentuhan dengan jalan dan paling terdampak oleh bobot kendaraan karena mobil listrik cenderung lebih berat dari mobil bensin (karena baterai besar), tekanan ban harus selalu dijaga agar ban tidak cepat habis.
Umumnya, tekanan ban yang disarankan untuk mobil listrik berada di kisaran 33–36 psi, tergantung model kendaraan dan ukuran bannya.
Informasi ini bisa juga dicek secara langsung di stiker pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
Cek juga kondisi fisik ban secara rutin. Pastikan tidak ada retakan, benjolan, atau keausan yang tidak merata.
Jika terlalu sering menekan pedal gas terlalu dalam (karena torsi instan mobil listrik) ban juga bisa lebih cepat habis.
Rutin Cek Sistem Rem
Salah satu keunggulan mobil listrik adalah penggunaan teknologi regenerative braking. Saat mengerem, sistem penggerak listrik akan membantu memperlambat laju kendaraan sambil mengisi ulang baterai, sehingga kampas rem tidak terlalu cepat habis.
Meski begitu, kampas rem tetap perlu dicek setidaknya setiap 20.000 km atau setahun sekali tergantung pemakaian. Perhatikan juga kondisi cakram (disc brake), apakah ada goresan atau korosi.
Pantau Sistem AC dan Filter Kabin
Sistem AC di mobil listrik berperan ganda sebagai pendingin kabin dan membantu mendinginkan baterai di beberapa model tertentu. Pastikan freon tidak bocor dan filter udara kabin diganti setiap 15.000–20.000 km.
AC yang tidak dingin bisa jadi tanda freon menipis atau filter tersumbat. Bila dibiarkan, bisa mengganggu kenyamanan dan bahkan mempengaruhi efisiensi kendaraan.
Perhatikan Kondisi Baterai
Baterai adalah komponen paling vital sekaligus paling mahal di mobil listrik. Meski rata-rata bisa bertahan hingga 8–10 tahun, ada kebiasaan penting yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatannya.
Hindari membiarkan daya baterai turun hingga di bawah 10%, dan usahakan tidak mengisi hingga 100% terlalu sering, kecuali untuk perjalanan jauh. Idealnya, jaga kapasitas baterai di kisaran 20–80% untuk pemakaian harian.
Jangan Sentuh Kabel Oranye
Di dalam kap mesin mobil listrik terdapat kabel berwarna oranye. Ini bukan sekadar hiasan karena kabel tersebut menyalurkan arus listrik bertegangan tinggi, yang bisa mencapai 400–800 volt tergantung pada model kendaraan.
Jika bukan teknisi bersertifikat, jangan pernah menyentuh atau mencoba memperbaiki bagian ini sendiri.
Kesalahan bisa berakibat fatal. Serahkan masalah kelistrikan pada bengkel resmi atau teknisi EV tersertifikasi.
Periksa Kaki-Kaki dan Suspensi
Karena bobot mobil listrik lebih berat, sistem suspensi lebih cepat bekerja keras. Pastikan shockbreaker, bushing, dan ball joint dicek secara rutin, apalagi jika sering melewati jalan rusak atau bergelombang.
Tanda-tanda kaki-kaki bermasalah antara lain bunyi "klutuk-klutuk", getaran saat ngebut, atau setir yang terasa berat. Jangan tunggu sampai kerusakan bertambah parah.
Ikuti Jadwal Servis dari Pabrikan
Setiap pabrikan punya rekomendasi servis yang berbeda-beda. Ada yang menyarankan cek rutin setiap 12 bulan, ada juga yang menyesuaikan dengan jarak tempuh.
Meski mobil listrik dikenal minim servis, tetap penting mengecek sistem pendingin, software, dan sistem manajemen baterai (BMS).
Beberapa mobil bahkan bisa dicek kondisinya lewat aplikasi bawaan. Jangan malas update sistem, karena banyak pembaruan software menyangkut efisiensi dan keamanan.
Dengan merawat mobil listrik secara tepat, kenyamanan berkendara tetap terjaga tanpa harus sering ke bengkel.
Perawatan yang benar juga membantu memperpanjang usia baterai, menjaga performa tetap optimal, serta mencegah kerusakan yang tidak diinginkan.
Jadi, meskipun terlihat minim servis, mobil listrik tetap butuh perhatian rutin. Lebih baik dicek secara berkala sebelum muncul masalah agar kendaraan tetap aman, efisien, dan tahan lama. (***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S / PKL Universitas Pakuan
Sumber: YouTube Best Electric Vehicle