RADAR BOGOR – Pemilik mobil listrik perlu memahami batas ideal saat melakukan pengisian daya baterai. Salah satu yang sering direkomendasikan adalah mengisi baterai hingga 80 persen.
Bukan tanpa alasan, batas ini dianggap lebih optimal untuk menjaga performa mobil listrik dalam jangka panjang.
Setidaknya ada dua alasan utama mengapa pengisian daya mobil listrik sebaiknya tidak selalu dilakukan hingga penuh.
Pertama, waktu pengisian akan melambat secara signifikan setelah melewati angka 80 persen. Kedua, risiko kerusakan baterai cenderung meningkat apabila terlalu sering diisi hingga 100 persen.
Dilansir dari YouTube EV Pulse, pengisian daya cepat (DC fast charging) pada mobil listrik akan melambat drastis setelah menyentuh angka 80 persen.
Sebagai contohnya Hyundai Ioniq 5 yang hanya membutuhkan 18 menit untuk mengisi dari 10 ke 80 persen.
Namun, dibutuhkan waktu tambahan sekitar 32 menit untuk menambah daya dari 80 ke 100 persen.
Pengisian Tak Lagi Linear
Jika pada kendaraan konvensional kecepatan pengisian bahan bakar tetap stabil meski tangki hampir penuh, maka pada mobil listrik justru akan melambat seiring meningkatnya kapasitas baterai.
Hal ini terjadi karena semakin padat energi yang tersimpan, maka semakin sulit bagi 'elektron' untuk masuk, layaknya seperti mencari tempat duduk di bioskop yang hampir penuh.
Lebih Efisien Saat Perjalanan Jarak Jauh
Untuk keperluan perjalanan jauh, mengisi daya hingga 80 persen dinilai lebih efisien. Jika satu kali pengisian penuh mampu menempuh jarak 300 kilometer, maka 80 persen cukup untuk menjangkau sekitar 240 kilometer.
Waktu tambahan yang dibutuhkan untuk mengisi dari 80 ke 100 persen bisa mencapai 90 menit, waktu yang lebih baik digunakan untuk bergerak menuju titik pengisian berikutnya.
Usia Baterai Lebih Panjang
Selain menghemat waktu, pengisian tidak penuh juga berpengaruh pada umur baterai. Beberapa produsen seperti Ford dan BMW secara terbuka merekomendasikan pengisian hanya hingga 80–90 persen untuk kebutuhan harian.
Pengisian penuh secara terus-menerus justru dapat mempercepat degradasi baterai mobil listrik dalam jangka panjang.
Saat ini, hampir seluruh mobil listrik keluaran terbaru telah dilengkapi fitur pembatasan pengisian daya otomatis.
Fitur ini memungkinkan proses pengisian berhenti di angka yang telah ditentukan tanpa perlu mencabut kabel secara manual saat larut malam.
Tidak ada kewajiban untuk selalu mengisi baterai kendaraan listrik hingga penuh. Batas 80 persen dianggap ideal karena membantu menghemat waktu pengisian, menjaga performa kendaraan, serta memperpanjang usia pakai baterai.
Untuk kebutuhan harian, pengisian daya hingga 80 persen sudah lebih dari cukup kecuali dalam kondisi darurat yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh. (***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: YouTube EV Pulse