Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mana Lebih Baik untuk Sepeda Motor, Selang Rem Karet atau Baja? Ini Jawabannya

Yosep Awaludin • Selasa, 29 Juli 2025 | 10:02 WIB
Ilustrasi selang rem karet dan baja pada sepeda motor
Ilustrasi selang rem karet dan baja pada sepeda motor

RADAR BOGOR – Saat membahas sistem pengereman pada motor, banyak pengendara yang mungkin hanya fokus pada kampas atau kaliper saja. Padahal, ada satu komponen penting, yaitu selang rem.

Dua jenis selang rem yang umum digunakan pada motor adalah rubber brake lines (selang rem karet) dan steel braided brake lines (selang rem baja berlapis).

Meski fungsinya sama, yaitu mengalirkan tekanan dari tuas rem ke kaliper, kedua jenis selang rem itu memiliki karakteristik berbeda.

Lantas, mana yang lebih cocok untuk kebutuhan berkendara harian? Simak penjelasannya berikut ini sebagaimana dilansir dari YouTube Chaos Causes.

Fungsi Sama, Konstruksi Beda

Baik selang rem karet maupun baja sama-sama berfungsi menyalurkan tekanan dari tuas rem ke kaliper agar pengereman bekerja optimal. Perbedaannya terletak pada bahan dan konstruksi.

Selang rem karet terbuat dari material lentur yang diperkuat serat aramid untuk mencegah pengembangan.

Sementara itu, selang baja menggunakan inti berbahan teflon tahan panas, dibalut kawat baja tahan karat, dan dilapisi pelindung luar berbahan PVC.

Selang Karet Ekonomis, Tapi Kurang Tahan Lama

Sebagian besar motor pabrikan menggunakan selang rem karet karena lebih terjangkau dan mudah dipasang. Karakteristiknya yang fleksibel membuatnya cocok untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, kelemahannya terletak pada daya tahan. Seiring waktu dan pemakaian, bahan karet bisa mengembang saat terpapar tekanan dan panas.

Akibatnya, tekanan dari tuas rem tidak tersalur sempurna ke kaliper, sehingga rem terasa empuk atau “spongy”.

Idealnya, selang rem karet diganti setiap empat tahun, atau lebih cepat jika motor digunakan di medan berat atau kondisi cuaca ekstrem.

Selang Baja Tangguh, Responsif, dan Stylish

Selang rem baja memberikan respons pengereman yang lebih presisi berkat struktur kawat bajanya yang tidak mudah mengembang. Cocok digunakan bagi yang mengutamakan performa dan keamanan.

Dari sisi tampilan, selang jenis ini juga memiliki tampilan yang menarik. Banyak merek menawarkan pilihan warna pada lapisan PVC serta baut banjo yang bisa dikustomisasi untuk menunjang gaya motor.

Soal ketahanan, selang baja tergolong awet selama tidak mengalami kerusakan fisik dari luar, komponen ini bisa bertahan hingga usia pakai motor itu sendiri.

Sistem ABS Membuat Biaya Modifikasi Meningkat

Pada motor tanpa ABS, mengganti selang rem ke tipe baja relatif mudah dan murah. Namun, motor-motor modern umumnya sudah dilengkapi sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System).

Sistem ini membuat jalur selang lebih panjang dan rumit. Mengganti seluruh jalurnya dengan versi baja membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibanding motor konvensional.

Memang ada solusi alternatif dengan memodifikasi jalurnya langsung dari master rem ke kaliper, namun cara ini umumnya hanya dilakukan pada motor balap dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan harian karena dapat mengganggu sistem ABS.

Pilih Sesuai Kebutuhan

Bagi penggunaan ringan seperti perjalanan harian di dalam kota, selang rem karet masih cukup andal.

Namun, untuk keperluan touring, membawa beban berat, atau membutuhkan pengereman yang lebih responsif, selang baja bisa jadi pilihan yang direkomendasikan.

Meski biaya awalnya lebih tinggi, selang baja bisa menjadi investasi jangka panjang berkat daya tahan dan performanya.

Namun, apa pun jenisnya, kondisi selang rem tetap perlu diperiksa secara berkala. Komponen kecil ini berperan besar dalam menjaga keselamatan selama berkendara. (***)

Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: YouTube Chaos Causes

Editor : Yosep Awaludin
#sepeda motor #Selang rem #pengereman