RADAR BOGOR – Kebocoran oli gardan pada as roda belakang merupakan masalah yang kerap dialami mobil yang sudah berumur atau sering menempuh perjalanan jauh.
Jika masalah ini dibiarkan, oli mobil bisa habis, rem menjadi licin, dan komponen gardan menjadi cepat rusak.
Masalah ini biasanya terlihat dari roda belakang mobil yang basah oleh oli dan tetesan di sekitar rem tromol.
Kondisi ini memaksa pemilik mobil untuk mengisi oli gardan berulang kali hanya agar mobil tetap bisa berjalan dengan baik.
Salah satu cara untuk mencegah kebocoran semakin parah adalah dengan segera mengganti seal as roda belakang.
Proses penggantiannya cukup praktis dan bisa dilakukan sendiri asalkan memahami langkah-langkahnya dengan benar.
Berikut adalah lima cara mudah mengganti seal as roda belakang mobil yang dapat diikuti, sebagaimana dijelaskan dalam YouTube ChrisFix.
1. Cek Tanda Kebocoran Secara Menyeluruh
Langkah pertama adalah memeriksa kondisi roda belakang secara menyeluruh. Perhatikan velg bagian dalam dan area sekitar rem tromol. Jika terlihat basah atau berminyak, besar kemungkinan seal as roda mulai bocor.
Pada kebocoran yang lebih parah, biasanya muncul bau oli gardan yang khas di sekitar roda. Pemeriksaan sederhana seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin agar masalah terdeteksi lebih awal sebelum merusak komponen lain.
2. Kuras Oli Gardan Sebelum Membongkar
Setelah yakin terjadi kebocoran, langkah selanjutnya adalah mengamankan mobil terlebih dahulu.
Pasang wheel chock di roda depan agar mobil tidak bergerak, kemudian dongkrak bagian belakang dan topang dengan jack stand supaya posisinya stabil.
Sebelum membongkar komponen, oli gardan harus dikuras agar tidak tumpah saat perbaikan.
Mulailah dengan membuka baut pengisi (fill plug) agar nantinya oli baru bisa dimasukkan kembali.
Setelah itu, lepas baut pembuangan (drain plug) dan biarkan oli lama keluar hingga habis. Perhatikan kondisi oli yang keluar, jika terdapat serpihan logam besar pada cairan atau menempel di magnet baut.
Hal itu dapat menjadi tanda bahwa komponen di dalam gardan mengalami keausan yang cukup serius.
3. Lepas As Roda dan Seal Lama dengan Hati-Hati
Setelah oli gardan dikuras, langkah berikutnya adalah melepas roda beserta tromol rem agar akses ke as roda terbuka.
Tarik as roda dengan perlahan dan hati-hati. Jika terasa sulit, gunakan alat bantu seperti slide hammer untuk mempermudah proses pelepasan.
Seal lama yang biasanya sudah mengeras atau retak harus dilepas dengan alat khusus agar dudukannya tidak sampai rusak.
Sebelum memasang seal baru, pastikan area dudukan benar-benar bersih dari kotoran dan sisa oli, sehingga proses penyegelan bisa maksimal dan tidak menimbulkan kebocoran ulang.
4. Pasang Seal Baru dengan Posisi yang Tepat
Pemasangan seal baru perlu dilakukan dengan posisi yang tepat agar hasilnya maksimal. Umumnya, sisi yang memiliki pegas dipasang menghadap ke dalam, mengikuti arah tekanan oli di dalam gardan.
Tekan seal perlahan dan merata menggunakan seal driver atau soket besar hingga benar-benar rata dengan dudukannya.
Hindari menekan bagian dalam atau memasangnya miring, karena kesalahan kecil pada tahap ini bisa membuat kebocoran terjadi lagi. Ketelitian saat memasang seal menjadi kunci keberhasilan perbaikan.
5. Isi Ulang Oli Gardan dan Lakukan Pemeriksaan Akhir
Setelah as roda dan seal baru terpasang dengan rapi, semua komponen mobil bisa dirakit kembali seperti semula. Selanjutnya, isi ulang oli gardan sesuai spesifikasi pabrikan.
Pastikan pengisiannya cukup hingga terlihat sedikit tetesan keluar dari lubang pengisi, yang menandakan volumenya sudah penuh.
Setelah mobil diturunkan dari jack stand, lakukan pemeriksaan akhir dengan menyalakan dan menjalankan mobil sebentar.
Periksa area roda belakang untuk memastikan tidak ada kebocoran baru sebelum mobil kembali digunakan untuk perjalanan.
Dengan mengikuti lima langkah ini, kebocoran oli gardan bisa teratasi, rem kembali aman, dan mobil siap menempuh perjalanan jauh tanpa rasa khawatir.
Perawatan sederhana seperti ini tidak hanya mencegah kerusakan yang lebih parah, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai gardan sekaligus menjaga performa mobil tetap prima. (***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: YouTube ChrisFix