RADAR BOGOR-Banyak pengendara mobil yang mengira lampu indikator rem di dashboard hanya menyala ketika rem tangan belum diturunkan.
Anggapan ini ternyata tidak sepenuhnya benar dan bisa berbahaya jika diabaikan. Salah satunya bisa jadi indikator rem menyala sebagai tanda rem blong.
Fungsi Sesungguhnya Lampu Indikator Rem
1. Indikator Rem Tangan
- Menyala ketika rem tangan masih dalam posisi aktif
- Akan mati otomatis setelah rem tangan diturunkan
2. Peringatan Sistem Pengereman
- Mendeteksi masalah pada sistem rem
- Terhubung dengan sensor di tabung minyak rem
- Memberikan peringatan dini sebelum terjadi kerusakan serius
Seorang pengendara mengalami kejadian dimana lampu indikator rem tetap menyala meski rem tangan sudah diturunkan. Setelah diperiksa, ternyata penyebabnya adalah:
- Minyak rem berada di batas minimal - tabung minyak rem hampir kosong
- Kemungkinan ada kebocoran pada sistem pengereman
- Risiko rem blong jika tidak segera ditangani
Cara Penanganan Darurat
Langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Periksa tabung minyak rem di ruang mesin
2. Tambahkan minyak rem hingga batas maksimal (harga sekitar Rp 24.000-27.000)
3. Segera ke bengkel terdekat untuk pemeriksaan menyeluruh
4. Jangan menunda perbaikan karena berisiko rem blong
Peringatan Penting
- Bahaya Rem Blong: Jika minyak rem benar-benar habis, sistem pengereman mobil akan mengalami kegagalan total yang sangat berbahaya.
- Tindakan Sementara: Menambah minyak rem hanya solusi darurat. Perbaikan di bengkel tetap diperlukan untuk mengatasi kebocoran.
Pengendara harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan jika indikator rem tetap menyala setelah rem tangan diturunkan. Tindakan cepat dan tepat dapat mencegah kecelakaan akibat kegagalan sistem rem.
Ingat, keselamatan berkendara dimulai dari kepedulian terhadap kondisi kendaraan. Jangan abaikan tanda-tanda peringatan yang diberikan mobil Anda. (***)
Penulis : Anggita Ali Dahlan / PKL Universitas Pakuan
Sumber : Youtube Bro Zacky