Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Awas Tertipu! 3 Bom Waktu dalam Mobil Bekas yang Bisa Bikin Kantong Anda Jebol

Yosep Awaludin • Minggu, 10 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi masalah besar pada mobil bekas yang harus diwaspadai.
Ilustrasi masalah besar pada mobil bekas yang harus diwaspadai.

RADAR BOGOR-Hati-hati jangan sampai terjebak mobil bekas murah yang menyimpan malapetaka finansial.

Ada tiga masalah tersembunyi di mobil bekas yang bisa menguras tabungan Anda hingga puluhan juta rupiah.

1. Mesin Berlumpur atau Oil Sludge

Tanda pertama yang harus dicek adalah kondisi mesin dengan membuka tutup pengisian oli. Jika terlihat lumpur tebal atau oil sludge yang mengeras, segera tinggalkan mobil bekas tersebut.

Oil sludge terbentuk akibat perawatan mobil bekas yang buruk. Bukan hanya karena oli palsu, pemilik sebelumnya kemungkinan jarang mengganti oli sesuai aturan - maksimal 5.000 km atau 6 bulan sekali. Mereka bisa mengganti oli setahun bahkan dua tahun sekali.

"Mesin yang sudah terkena sludge tebal tidak bisa diselamatkan dengan engine flushing," jelas pakar otomotif.

Cairan flushing justru akan membuat kotoran terkelupas dan menyumbat lubang HLA (Hydraulic Lash Adjuster), sehingga oli tidak bisa mengalir ke seluruh mesin.

Akibatnya mesin menjadi kasar dan rusak lebih parah. Satu-satunya solusi untuk sludge tebal adalah bongkar mesin total - biaya yang sangat mahal.

2. Kilometer Sudah Diputar (Rolled Back)

Praktik pemutaran kilometer masih sering ditemukan di showroom mobil bekas. Kasus ekstrem yang pernah ditemukan adalah mobil dengan kilometer sebenarnya 198.000 km, tapi diputar menjadi hanya 15.000 km.

Bahaya pemutaran kilometer terletak pada part mesin yang memiliki masa pakai berdasarkan jarak tempuh.

Contohnya timing belt yang harus diganti setiap 100.000 km. Jika pembeli mengira kilometernya masih rendah, padahal sebenarnya sudah tinggi, timing belt bisa putus mendadak.

Cara terbaik mengecek kilometer asli adalah melalui scan diagnostic tool atau mengecek riwayat service di bengkel resmi seperti Toyota, Mitsubishi, Nissan, atau Suzuki.

3. Bekas Kecelakaan Berat (Sasis Berlipat)

Mobil bekas kecelakaan yang paling berbahaya adalah yang mengalami kerusakan sasis atau rangka utama.

Jika sasis sudah pernah bengkok, dipotong, dan dilas ulang, kekuatannya sudah tidak sama dengan kondisi asli.

"Sasis yang sudah di-repair berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. Ini bukan hal yang bisa dikompromikan," tegas ahli otomotif.

Kecelakaan kecil seperti lecet karena parkir atau nabrak pagar masih bisa ditolerir. Namun kecelakaan berat yang sampai membuat mobil terguling, mengganti pilar A atau C, atau bahkan menimbulkan korban jiwa, sebaiknya dihindari total.

Kecelakaan samping yang hanya merusak pintu masih dalam kategori aman, asalkan tidak merusak struktur utama kendaraan.

Ketiga indikator ini - oil sludge, kilometer diputar, dan bekas kecelakaan berat - adalah tanda-tanda mutlak untuk menghindari mobil bekas.

Meski harganya murah, biaya perbaikan dan risiko keamanan di kemudian hari jauh lebih mahal.

Selalu lakukan pengecekan menyeluruh dan jika perlu, bawa mekanik terpercaya saat hendak membeli mobil bekas. (***)

Penulis : Anggita Ali Dahlan / PKL Universitas Pakuan
Sumber : Youtube Mekanik KW

Editor : Yosep Awaludin
#kondisi mesin #bogor #mobil bekas