RADAR BOGOR - Isuzu Mu-X sebenarnya cukup populer di Thailand. Di sana mobil ini dikenal tangguh, nyaman, dan tersedia banyak varian.
Namun di Indonesia, ceritanya berbeda. Isuzu Mu-X justru sulit menarik perhatian pasar sejak awal peluncurannya.
Di lansir dari Youtube FUSE BOX, penyebab utama adalah varian Isuzu Mu-X yang ditawarkan sangat terbatas. Hanya tipe dasar yang hadir, dengan fitur minim.
Padahal konsumen Indonesia lebih suka mobil dengan fitur lengkap. Mereka ingin harga sebanding dengan kenyamanan dan teknologi.
Di Thailand, Isuzu Mu-X hadir dengan pilihan mesin, trim, dan fitur yang beragam. Inilah yang membuatnya bisa bersaing dengan Fortuner dan Pajero Sport.
Sebaliknya di Indonesia, strategi Isuzu terasa tanggung. Seolah mereka tidak benar-benar serius memasarkan Isuzu Mu-X di segmen SUV.
Beberapa pemilik juga mengeluhkan masalah teknis. Misalnya efek bump steer yang membuat ban cepat aus.
Ada juga keluhan soal fitur keselamatan. Sistem AEB kadang terlalu sensitif atau gagal bekerja di kondisi hujan.
Layanan purna jual pun masih jadi sorotan. Beberapa konsumen merasa biaya perbaikan tidak adil ditanggung sendiri.
Masalah lain adalah stok mobil yang terbatas. Banyak orang akhirnya menunda pembelian sambil menunggu facelift.
Sementara di Thailand, Isuzu Mu-X justru diposisikan sebagai SUV premium lengkap dengan fitur modern.
Kesimpulannya, Isuzu Mu-X gagal di Indonesia bukan karena kualitas, tapi strategi yang kurang tepat. Tanpa varian lengkap dan layanan meyakinkan, sulit bersaing. (***)
Penulis : Arif Aammar Isbar /Magang Universitas BSI Depok
Sumber : Youtube FUSE BOX