Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kawasaki W650, Pesona Motor Klasik yang Kembali Memukau Penggemar Otomotif

Yosep Awaludin • Selasa, 23 September 2025 | 13:00 WIB
Kawasaki W650, motor yang Lebih Inggris dari Triumph.
Kawasaki W650, motor yang Lebih Inggris dari Triumph.

RADAR BOGOR - Motor klasik memang selalu punya tempat tersendiri di hati para penggemar. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kawasaki W650.

Kawasaki W650 ini bukan hanya sekadar kendaraan, melainkan sebuah warisan yang membawa kembali semangat berkendara otentik dari masa lalu.

Keberadaannya di Indonesia terbilang langka, sebab pada zamannya Kawasaki W650 tidak secara resmi dipasarkan oleh distributor.

Kebanyakan unit yang masuk merupakan motor built-up atau impor secara independen oleh para kolektor dan pecinta motor klasik di Tanah Air.

Kawasaki W650 adalah bagian penting dari silsilah panjang motor seri W Kawasaki. Model ini merupakan cikal bakal dari seri yang kini dikenal seperti W175 dan W800.

Sejarahnya sendiri berakar dari upaya Kawasaki untuk menyaingi dominasi pasar Eropa pada era tersebut.

Awal mula pengembangan seri W ini dimulai dengan akuisisi Kawasaki terhadap perusahaan Meguro. Dari sinilah lahir Meguro K2500 di tahun 1960. Desainnya sangat terinspirasi oleh BSA A7, motor klasik Inggris yang populer di zamannya.

Lalu, pada 1966, Kawasaki meluncurkan W1 berkapasitas 650cc dengan mesin 2 silinder paralel.

Generasi W2 dan W3 menyusul dari tahun 1968 hingga 1974. Setelah sempat vakum, W650 kembali dilahirkan dengan membawa sentuhan modern pada desain klasik.

Motor ini diproduksi antara tahun 1999 sampai 2007. Sayangnya, produksi W650 harus dihentikan karena kendala regulasi emisi yang semakin ketat. Model ini hanya tersedia dalam versi karburator, tidak seperti W800 yang sudah mengadopsi injeksi.

Kawasaki W650 dibekali mesin 2 silinder sejajar berkapasitas sekitar 640cc. Konfigurasi firing order 360 derajat menghasilkan suara khas dung yang elegan. Karakternya dirancang untuk cruising dan mencapai top speed yang menyenangkan.

Salah satu keunggulan mesinnya adalah pendinginan udara (air cooled), membuatnya minim perawatan.

Pemilik juga bisa dengan mudah menyetel klep sendiri. Meskipun menggunakan push rod, getaran mesinnya tetap nyaman pada putaran tertentu.

Sistem pengereman W650 masih mengandalkan rem manual tanpa ABS. Rem depan cakram, sementara belakang tromol.

Hal ini justru memberikan sensasi berkendara yang lebih natural bagi para pengendara yang terbiasa dengan motor klasik.

Panel indikatornya pun masih sepenuhnya analog, termasuk speedometer, odometer, dan tachometer.

Kesederhanaan ini menambah kesan retro dan otentik. Posisi berkendara W650 dinilai sangat nyaman untuk postur rata-rata orang Asia.

Dari hasil test ride, starter engkolnya cukup mudah untuk motor 650cc. Handling-nya terasa enteng dan suara mesinnya adem namun padat. Tenaganya terasa linear, cocok untuk perjalanan jauh tanpa membuat cepat lelah.

W650 juga dikenal sebagai motor yang bandel dan minim rewel. Suku cadangnya mudah dicari penggantinya, bahkan beberapa komponen bisa menggunakan part motor lain. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi pecinta motor retro.

Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, Kawasaki W650 adalah pilihan tepat bagi mereka yang mencari pengalaman berkendara retro sejati.

Sebuah motor yang tidak hanya menawan dari tampilan, tetapi juga tangguh dan menyenangkan untuk dikendarai. (***)

Penulis : Arif Aammar Isbar / Magang Universitas BSI Depok
Sumber : YouTube Alitt Susanto

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#motor klasik #kawasaki #kendaraan