RADAR BOGOR - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan akan menghadirkan lebih banyak pilihan mobil baru untuk pasar Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, ada tiga model baru yang siap meluncur dalam waktu dekat.
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan ketiga mobil tersebut tengah memasuki tahap finalisasi sebelum resmi diperkenalkan.
Menurutnya, ketiga model mobil Hyundai itu akan hadir dengan teknologi penggerak yang berbeda, mulai dari mesin bensin konvensional (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik (EV).
“Kami sedang dalam tahap persiapan karena akan ada kebijakan pemerintah yang segera keluar pada tahun 2026,” ujar Fransiscus saat ditemui di sela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Hyundai dan Persija Jakarta.
Fransiscus menjelaskan, peluncuran mobil baru ini merupakan bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat posisi di berbagai segmen pasar otomotif Indonesia.
“Ketiganya akan melengkapi jajaran produk Hyundai yang sudah ada, agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen,” tambahnya.
Meski belum mengungkap secara detail model apa yang akan diluncurkan, kabar soal kemunculan mobil baru Hyundai sudah ramai dibicarakan di kalangan pecinta otomotif.
Salah satu yang paling banyak dispekulasikan adalah Hyundai Ioniq 9, yang kabarnya telah muncul dalam data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Samsat DKI Jakarta dengan nilai Rp699 juta.
Ketika ditanya soal kemungkinan peluncuran Ioniq 9, Fransiscus belum memberikan kepastian. “Belum bisa dipastikan. Tapi kembali lagi, semuanya tergantung pada regulasi pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hyundai saat ini fokus memantau arah kebijakan pemerintah yang akan berlaku pada tahun depan, terutama terkait pajak karbon dan efisiensi bahan bakar.
Menurutnya, regulasi baru itu akan sangat memengaruhi strategi peluncuran produk Hyundai di Indonesia, termasuk jenis teknologi penggerak yang akan diprioritaskan.
“Skema apa pun yang nantinya diterapkan, kalau bisa mendorong efisiensi bahan bakar atau menekan pajak karbon, tentu akan kami dukung. Sekarang kami fokus menunggu arah kebijakan pemerintah,” kata Fransiscus.
Dengan begitu, Hyundai masih meninjau waktu dan model yang paling tepat untuk diluncurkan di Indonesia hingga akhir tahun ini, sambil menyesuaikan dengan arah kebijakan baru pemerintah yang akan berlaku pada 2026. (Raul/BSI)
Editor : Yosep Awaludin