Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Chery Serius Garap Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia, Siapkan Investasi Hingga Rp5,2 Triliun

Yosep Awaludin • Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Salah satu dealer resmi Chery di Indonesia yang menjadi bagian dari ekspansi jaringan layanan purna jual dan komitmen investasi merek asal Tiongkok tersebut di Tanah Air.
Salah satu dealer resmi Chery di Indonesia yang menjadi bagian dari ekspansi jaringan layanan purna jual dan komitmen investasi merek asal Tiongkok tersebut di Tanah Air.

RADAR BOGOR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan apresiasi kepada Chery atas komitmennya dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Pemerintah menilai langkah yang dilakukan Chery ini sejalan dengan upaya percepatan industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Chery telah menunjukkan keseriusan dalam mendukung program pemerintah melalui partisipasinya di inisiatif Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Program ini mencakup pengembangan tiga jenis kendaraan, yaitu Full Hybrid, Plug-in Hybrid, dan Electric Vehicle (EV).

“Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik,” ujar Agus dalam keterangannya pada Selasa, 14 Oktober 2025, di Jakarta.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendorong percepatan realisasi investasi yang sudah dijanjikan.

Tujuannya agar industri kendaraan listrik di Indonesia semakin cepat berkembang dan mampu bersaing di pasar global.

Investasi Chery di Indonesia sendiri telah dimulai sejak tahun 2024. Perusahaan otomotif asal Tiongkok itu berencana terus menambah investasinya hingga tahun 2030, dengan nilai kumulatif mencapai lebih dari Rp5,2 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi di Indonesia. Termasuk di dalamnya kerja sama dengan mitra lokal serta kemungkinan membangun pabrik mandiri untuk memperkuat rantai pasok di dalam negeri.

Pemerintah juga meminta Chery untuk segera menyampaikan rencana bisnis (business plan) yang lebih rinci untuk lima tahun ke depan.

Dokumen tersebut diharapkan mencakup strategi penguatan kapasitas produksi dan langkah ekspor ke negara lain.

“Kami berharap Indonesia bisa menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik Chery untuk kawasan ASEAN,” kata Agus.

Sementara itu, data penjualan nasional menunjukkan tren positif terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Penjualan mobil battery electric vehicle (BEV) meningkat tajam dalam empat tahun terakhir  dari hanya 0,08% pada 2021 menjadi 10,22% dari total pasar mobil di Indonesia pada Januari - Agustus 2025.

Di tengah tren tersebut, Chery mencatatkan posisi kuat di pasar otomotif nasional. Brand ini kini menempati peringkat keempat merek dengan penjualan mobil listrik (BEV) terbesar di Indonesia.

Kemenperin berharap Chery dapat memperluas lini kendaraan ramah lingkungannya di Tanah Air. Dengan begitu, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan mobil hemat energi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengguna di Indonesia.

Selain di bidang produk, pemerintah juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Chery.

Bentuknya bisa berupa pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem industri kendaraan listrik.

Lebih jauh, Kemenperin juga mendorong agar Chery menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor untuk pasar ASEAN hingga Australia.

Potensi ini dinilai besar karena Chery sudah memiliki reputasi kuat di pasar Australia dan menggunakan platform kendaraan yang serupa dengan model yang diproduksi di Indonesia. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#ramah lingkungan #industri otomotif #Chery