RADAR BOGOR - YouTuber sekaligus vlogger otomotif ternama, Den Dimas, baru-baru ini membuat gebrakan dengan membeli unit Honda ADV 160 terbaru, sebagai amunisi utamanya untuk mewujudkan rencana touring ambisiusnya menjelajah tiga pulau.
Keputusan membeli Honda ADV 160 ini diambil setelah melewati serangkaian pertimbangan ketat, di mana ia mencari keseimbangan antara kepraktisan, ketangguhan, dan anggaran.
Motor petualang yang dipilih ini pun langsung diulas tuntas, baik dari sisi keunggulan maupun kekurangan yang dirasakan pada impresi pertamanya.
Sosok yang akrab dijuluki Den Touring Dimas ini memang dikenal memiliki hasrat mendalam terhadap perjalanan jarak jauh, terbukti dari riwayat touring sebelumnya ke Sumba dan Toba.
Ia mengakui bahwa rumahnya sudah memiliki beberapa motor seperti NMAX, Vario, hingga Stylo, namun ia belum punya kendaraan yang benar-benar didedikasikan dan bergaya touring, sehingga kehadiran Honda ADV 160 menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.
Dalam memilih pendamping perjalanan barunya, Den Dimas menetapkan dua kriteria penting yang wajib dipenuhi oleh motor touring impiannya, yaitu tidak merepotkan dan berpenampilan gagah.
Ia sengaja menghindari motor berkapasitas besar yang sulit diajak bermanuver di area parkir sempit, atau merepotkan saat putar balik di jalanan kecil, sementara tampilannya harus rugged dan siap menempuh berbagai medan.
Selain soal ukuran dan tampilan, ia juga menekankan pentingnya aspek kemudahan perawatan dan biaya yang terjangkau agar perjalanan tidak terhambat.
Ketersediaan suku cadang yang melimpah dan mudah ditemukan di berbagai daerah menjadi poin krusial, sebab ia tidak ingin khawatir jika terjadi kerusakan di tengah hutan belantara, apalagi motor ini akan diajak mengelilingi pulau-pulau besar.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, pilihan Den Dimas akhirnya jatuh pada Honda ADV 160, varian paling dasar, yaitu tipe Combined Brake System (CBS) yang dibanderol sekitar Rp39 jutaan.
Keputusan memilih tipe terendah ini juga didasari alasan ekonomi, di mana selisih biaya dari tipe di atasnya akan dialokasikan untuk membiayai berbagai aksesori dan modifikasi yang dinilai lebih fungsional untuk menunjang aktivitas touring ekstremnya.
Ia menjelaskan bahwa mesin 160cc sudah lebih dari memadai untuk perjalanan jauh, berdasarkan pengalaman saat menggunakan PCX 160 ketika touring ke Sumba, membuktikan bahwa motor tersebut nyaman dan tangguh.
Den Dimas beralasan bahwa kecepatan mayoritas saat touring hanya berkisar antara 50 hingga 60 km/jam, sehingga mesin 160cc dari ADV ini memiliki tenaga yang lebih dari cukup dan efisien.
Dari sisi desain dan ergonomi, Honda ADV 160 dinilai sangat memenuhi syarat berkat tampilan adventure ready yang didukung pelek berbentuk jari-jari dan desain shock yang lebih kekar dibandingkan PCX.
Selain itu, posisi berkendara saat selonjoran juga terasa lebih pas dan nyaman di ADV 160, memberikan keunggulan ergonomi yang signifikan untuk pengendara seperti dirinya yang bertubuh jangkung.
Pada sesi uji coba singkat, Den Dimas juga memuji kinerja suspensi motor ini yang terasa empuk dan nyaman saat melewati simulasi jalanan jelek (parking block) di lokasi pengambilan video.
Tak hanya itu, ia juga terkesan dengan bonus unboxing yang didapatkan dari Honda, berupa tire inflator and sealer, kotak P3K, dan jas hujan, sebuah gesture yang diapresiasi karena sangat berguna untuk kebutuhan touring.
Meskipun demikian, ada satu kritik utama yang langsung menjadi sorotan dan wajib segera diperbaiki, yaitu kualitas jok atau kursi bawaan motor yang dinilainya terlalu tipis dan keras.
Ketidaknyamanan pada jok ini dianggap fatal untuk perjalanan jarak jauh, sehingga ia memasukkan penggantian atau modifikasi jok sebagai prioritas nomor satu dalam daftar upgrade motor barunya ini.
Kelemahan krusial kedua yang ia temukan adalah performa pengereman, khususnya sistem CBS, yang dirasa kurang pakem dan tidak memberikan feeling yang meyakinkan saat melakukan pengereman keras.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa sistem pengereman depan dan belakang wajib mendapatkan peningkatan performa atau upgrade komponen agar aspek keselamatan berkendara terpenuhi secara maksimal.
Beberapa detail minor juga sempat disinggung, seperti kualitas helm gratisan yang tidak berubah dari tahun ke tahun dan desain charger USB-C yang tidak memiliki celah untuk kabel, menyebabkan kabel rentan terjepit saat laci ditutup.
Ia juga menyoroti penempatan pelat nomor depan yang terlalu rendah, dikhawatirkan akan membentur ban atau skid plate saat melewati medan off-road yang cukup ekstrem.
Dengan ditemukannya beberapa kekurangan tersebut, Den Dimas kini berfokus pada rencana modifikasi untuk menyempurnakan ADV 160 ini menjadi motor touring yang ideal dan andal untuk menaklukkan rute antar pulau.
Fokus upgrade utamanya meliputi perbaikan pada jok, pengereman, dan ia bahkan berkeinginan untuk memasang layar yang mampu mendukung fitur Apple CarPlay untuk navigasi yang lebih modern dan praktis.
Secara keseluruhan, Honda ADV 160 ini dinilai telah berhasil memenuhi sebagian besar kriteria yang ditetapkan, menjadikannya pilihan motor touring yang menjanjikan, terutama dengan harganya yang kompetitif.
Kini, motor tersebut dinyatakan hampir siap untuk memulai tantangan touring tiga pulau, sambil menunggu masukan dan saran modifikasi dari para penontonnya agar hasil akhir motornya optimal. (Arif/BSI)