RADAR BOGOR - Dunia modifikasi otomotif Indonesia kembali dihebohkan dengan sebuah mahakarya ambisius milik pereli nasional, Rifat Sungkar.
Rifat Sungkar secara mengejutkan berhasil menyulap sebuah BMW E34 menjadi Ford Mustang Ponyel tahun '70-an yang sangat menawan.
Dikutip dari YouTube Maverick Jonathan, mobil hasil modifikasi Rifat Sungkar yang dijuluki “Mustang Palsu” ini bukan sekadar proyek iseng, melainkan sebuah kendaraan yang membawa misi besar dan mulia.
Yakni menjadi lokomotif perubahan untuk legalisasi mobil kustom di Tanah Air, menegaskan kemampuan para builder lokal di mata dunia.
Proyek ambisius yang dikerjakan selama kurang lebih delapan bulan ini bermula dari kerangka dan mesin BMW E34, dipilih karena jarak sumbu roda yang dianggap paling mendekati dimensi klasik Ford Mustang.
Keputusan ini memungkinkan proses recreation yang lebih presisi, meskipun pekerjaan konversi dan restorasi ini penuh dengan kompleksitas teknis yang luar biasa, menuntut ketelitian tingkat tinggi dari seluruh tim pengerjaan yang terlibat.
Pengerjaan eksterior mobil kustom ini melibatkan kolaborasi bengkel-bengkel terbaik dalam negeri, termasuk Dawks dan Autospot 88 yang bertanggung jawab atas custom body kit secara keseluruhan.
Mereka menggunakan kombinasi material serat karbon dan fiber untuk menciptakan bodi yang kekar dan berotot, memberikan interpretasi modern pada classic American muscle car dengan lekukan dan detail yang sangat mendalam.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para builder adalah mendapatkan permukaan cat yang 100% rata, terutama pada panel yang menggunakan serat karbon.
Meskipun tekstur serat karbon cenderung muncul kembali seiring waktu, hasil akhir pada mobil ini dipuji.
Karena memberikan tampilan yang unik sekaligus mempertahankan estetika sporty yang garang, terutama dengan penggunaan cat super deep black yang dikombinasikan dengan lapisan proteksi wet gloss.
Kendati basisnya adalah mobil modern BMW E34, semangat klasik mobil Amerika tetap dipertahankan melalui detail finishing.
Seperti desain splitter, spoiler, hingga diffuser belakang yang semuanya dikerjakan secara kustom oleh Autospot 88.
Detail-detail ini diperhatikan dengan cermat, mulai dari segi ergonomis hingga fitment yang presisi, menunjukkan kualitas pengerjaan anak bangsa yang siap bersaing di kancah internasional.
Pada bagian kaki-kaki, mobil ini dipasangi velg ring 15 dengan ban custom super lebar dari merek Busier yang didatangkan langsung dari luar negeri, menonjolkan karakter muscle car yang agresif.
Meskipun lebar ban belakang sangat ekstrem, perpaduan mesin modern BMW E34 diharapkan dapat memberikan driving experience yang lebih nyaman dan stabil dibandingkan jika menggunakan mesin Mustang asli tahun '70-an.
Tak hanya di luar, sentuhan kustom juga merambah ke sektor interior, di mana jok BMW E34 standar diganti dengan jok M3 yang dibuat kustom oleh builder interior ternama, Om Ferry atau dikenal dengan Ferari Jok.
Modifikasi interior ini menunjukkan komitmen total Rifat Sungkar untuk menciptakan sebuah mobil custom yang sempurna, baik dari segi penampilan, performa, maupun kenyamanan berkendara sehari-hari.
Rifat Sungkar, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Mobility, menegaskan bahwa proyek ini berfungsi sebagai contoh konkret.
Serta lokomotif untuk penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 45 (PP 45) mengenai regulasi modifikasi kendaraan.
Ia ingin membuktikan bahwa modifikasi besar seperti konversi ini dapat dilakukan secara legal dan berstandar tinggi di Indonesia.
Kehadiran mobil ini di ajang Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2025 menarik perhatian besar, menjadi simbol perjuangan panjang IMI Mobility selama kurang lebih 3,5 tahun untuk memberikan kejelasan hukum bagi industri custom.
Rifat Sungkar berharap, mobil Ford Mustang Ponyel ini akan menjadi bukti nyata craftsmanship Indonesia yang mumpuni.
Menurut Rifat , jika legalisasi kendaraan kustom berhasil diterapkan, tidak akan ada pihak yang dirugikan.
Sebaliknya, akan menghidupkan bengkel-bengkel kecil, UMKM, meningkatkan pendapatan pajak baru bagi negara.
Serta mendongkrak kualitas produk Indonesia di mata internasional. Hal ini secara langsung dapat memajukan industri kreatif otomotif nasional.
Meskipun proses pengerjaan menghadapi berbagai kendala tak terduga, mobil konversi Mustang ini telah menjadi masterpiece yang membawa harapan besar bagi komunitas modifikasi.
Ini adalah manifestasi dari kreativitas tanpa batas, membuktikan bahwa kemampuan builder lokal tidak kalah hebat dari builder luar negeri, dan siap untuk diakui di panggung global.
Dengan segala kompleksitas dan kualitas finishing yang ditawarkan, Mustang convert BMW E34 ini lebih dari sekadar mobil, melainkan sebuah pernyataan politik otomotif yang tegas.
Mobil ini diharapkan dapat segera mendapatkan perizinan yang jelas, membuka jalan bagi para builder lain untuk bebas berkreasi dan mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.
Pada akhirnya, mobil kustom Rifat Sungkar ini bukan hanya tentang memadukan teknologi modern dengan jiwa klasik.
Tetapi juga tentang memberikan masa depan yang cerah dan legal bagi industri modifikasi Indonesia, yang selama ini berjuang di tengah ketidakjelasan regulasi yang menghambat potensi besar para pelaku kreatif. (Arif/BSI)