Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Modifikasi Honda Jazz GE8, Konversi Hybrid Tanpa Mengorbankan Tenaga Harian

Yosep Awaludin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:40 WIB
Tmapilan Honda Jazz GE8 tahun 2011 hasil modifikasi.
Tmapilan Honda Jazz GE8 tahun 2011 hasil modifikasi.

RADAR BOGOR - Sebuah Honda Jazz GE8 tahun 2011 berhasil menarik perhatian dunia modifikasi otomotif setelah mengalami konversi total yang menawan.

Dikutip dari YouTube Pengepul Mobil, Modifikasi ekstensif ini mengubah tampilan Honda Jazz lokal menjadi replika estetika Honda Fit Hybrid (JDM) yang mewah dan detail.

Keunikan proyek ini terletak pada perpaduan gaya stand out ala mobil Jepang dengan kepraktisan mesin 1500cc bawaan, menjadikan Honda Jazz nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Proyek ambisius ini dimiliki oleh Ko Tomy, yang dengan cermat menanamkan jiwa modifikasi ala JDM ke dalam mobilnya.

Ia membuktikan bahwa seorang bapak-bapak pun masih bisa memiliki mobil yang menonjol di jalanan atau saat meet up tanpa harus mengejar performa kecepatan tinggi.

Transformasi visual paling mencolok terlihat pada bagian fascia. Headlamp kini menggunakan model Hybrid yang sudah dilengkapi fitur leveling, dipadukan dengan aksen kaca depan bernuansa ice blue yang memberikan tampilan futuristik.

Sentuhan vital lain adalah penggantian gril menjadi model Hybrid, sebuah komponen yang kerap diganti hingga dua kali karena rentan mengalami retak rambut.

Detail JDM semakin diperkuat dengan penggunaan fog lamp Honda Access, yang meskipun mahal (diperkirakan mencapai belasan juta rupiah), sangat mendukung estetika Hybrid.

Lampu kabut ini dipilih karena menawarkan kombinasi cahaya yang memadai dengan nilai pride yang tinggi, membuktikan bahwa Ko Tomy tidak setengah-setengah dalam mengejar kesempurnaan tampilan mobilnya.

Sektor kaki-kaki juga menjadi perhatian serius. Pemilik memilih pelek Gram Light 57C Ring 16 ET42 lebar 7 yang dipasangkan dengan ban berukuran 205/50/R16.

Kombinasi ini menghasilkan fitment yang sangat pas, memberikan kesan padat (semok) dan gagah pada Jazz tersebut.

Pilihan Ring 16 memang sengaja dipertahankan untuk mencapai kepadatan visual yang diinginkan.

Bagian buritan mobil turut mendapat sentuhan JDM yang signifikan. Lampu belakang diganti menggunakan model Hybrid yang dikenal dengan sebutan Albino, memberikan tampilan yang unik dan jarang ditemukan pada Honda Jazz GE8 modifikasi pada umumnya.

Selain itu, penambahan garnish chrome dan emblem "Fit" serta "Hybrid" secara meyakinkan melengkapi look JDM pada eksteriornya.

Sentuhan modifikasi tidak berhenti pada visual, performa suara mobil juga diperhatikan. Ko Tomy memilih muffler Blitz Nur Spec dari Jepang, yang terkenal sebagai barang langka di kalangan penggemar.

Keputusan hanya mengganti muffler tanpa resonator bertujuan menjaga agar suara knalpot tetap rendah dan tidak menghasilkan dengungan yang mengganggu di kabin, sangat cocok untuk mobil harian.

Masuk ke interior, nuansa Hybrid semakin kental terasa dan penuh dengan komponen langka. Panel AC standar telah diganti full set dengan model digital GP1, sebuah perubahan yang rumit dan mahal.

Memerlukan penggantian seluruh wiring hingga fuse box dengan estimasi biaya mencapai Rp10 jutaan, menunjukkan totalitas dalam konversi.

Speedometer juga turut diganti dengan model GP1 yang memiliki fitur tricolor (tiga warna), yang akan berubah menjadi kebiruan saat putaran mesin mencapai 3.000 RPM ke atas.

Fitur ini bukan hanya sekadar estetika, melainkan sebuah penanda visual yang membedakan mobil ini dengan Jazz GE8 lainnya di Indonesia, menjadikannya sangat spesial di mata pemiliknya.

Detail interior kecil yang justru mahal dan langka juga menjadi fokus. Salah satunya adalah cover dashboard Honda Access yang unik dan hanya dikeluarkan untuk pasar Indonesia, namun ironisnya diburu oleh kolektor dari Jepang dan luar negeri.

Selain itu, add-on khas JDM turut melengkapi kabin, seperti Dasai (sebuah hiasan fungsional yang lucu di dasbor), footlight Honda Access, dan garnish tuas persneling.

Pemilik juga mengganti jok depan dengan model RS manual demi mendapatkan armrest tengah, meski harus mengorbankan sedikit kenyamanan sandaran tangan.

Meskipun telah melakukan modifikasi yang sangat detail dan masif, Ko Tomy masih menyimpan rencana besar.

Ia mengungkapkan keinginannya untuk memasang panoramic roof penuh, yang memerlukan penggantian seluruh top cut atap.

Hal ini membuktikan bahwa semangat membangun mobil impian lebih kuat daripada sekadar membeli mobil aslinya yang sudah tersedia dengan panoramic roof dari pabrik.

Secara keseluruhan, proyek Honda Jazz GE8 ini adalah studi kasus yang menarik tentang bagaimana detail dan konsistensi dalam modifikasi dapat menghasilkan sebuah mobil harian yang benar-benar stand out dan memiliki nilai pride tinggi.

Modifikasi ini menjadi inspirasi bagi para pemilik Jazz GE8 lainnya yang ingin mengkombinasikan gaya JDM tanpa kehilangan karakter mesin lokal yang bertenaga. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#honda jazz #modifikasi #otomotif