Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengupas Tuntas CFMOTO 450MT, MonkeyWork Garage Ungkap Suka Duka hingga Solusi Modifikasi Wajib

Yosep Awaludin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Ilustrasi ulasan tentang  CFMOTO 450MT.
Ilustrasi ulasan tentang  CFMOTO 450MT.

RADAR BOGOR - Motor petualang yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan bikers Indonesia, CFMOTO 450MT, ternyata menyimpan sejumlah catatan minor yang terungkap setelah pemakaian intensif.

MonkeyWork Garage (MWG), melalui ulasan jujur mereka, memaparkan secara detail tantangan yang dihadapi pengguna motor Tiongkok ini.

Sekaligus menawarkan serangkaian solusi modifikasi esensial yang wajib dilakukan para pemilik untuk meningkatkan performa dan durabilitas.

Ulasan ini menjadi panduan penting bagi calon pembeli atau pemilik yang ingin mengoptimalkan motor mereka.

Popularitas CFMOTO 450MT sebagai motor dual purpose dengan harga yang kompetitif memang tak terbantahkan.

Namun, MWG yang juga bertindak sebagai bengkel spesialis dan pelaku usaha rental motor ini, mencatat bahwa beberapa unit, termasuk motor pribadi mereka, mulai menunjukkan masalah signifikan setelah menempuh jarak di bawah 10.000 kilometer.

Temuan ini menyoroti perlunya adaptasi dan penyesuaian teknis agar motor dapat menghadapi medan petualangan yang lebih berat di Indonesia.

Salah satu fokus utama dalam ulasan ini adalah aspek kelistrikan, terutama terkait pemasangan aksesori tambahan.

MWG memperingatkan keras para pemilik untuk berhati-hati dalam memasang lampu tembak, klakson, atau perangkat elektronik lainnya.

Kasus di mana motor mati total akibat bypass kabel yang salah dan merusak ECU/Speedo telah terjadi, menunjukkan sensitivitas sistem kelistrikan motor yang tinggi.

Solusi preventif yang direkomendasikan MWG adalah memanfaatkan secara maksimal dua soket aksesori bawaan motor yang telah disediakan pabrikan.

Soket ini, yang terletak di bagian depan sebelah kiri dan di bawah jok belakang, berfungsi sebagai plug-and-play yang aman.

Dengan menggunakan jalur resmi ini, risiko korsleting atau kerusakan pada unit kontrol vital motor dapat diminimalisir secara drastis, memastikan keamanan perjalanan jangka panjang.

Beralih ke sektor performa dan durabilitas, masalah kampas kopling menjadi sorotan krusial yang dialami oleh beberapa unit 450MT.

Ditemukan bahwa kampas kopling bawaan cenderung cepat gosong atau habis, bahkan pada jarak tempuh yang relatif rendah, yaitu sekitar 8.000 hingga 10.000 km.

Fenomena ini diperkirakan berkaitan dengan spesifikasi material atau desain bawaan yang kurang optimal untuk gaya berkendara petualangan yang menuntut.

Untuk mengatasi isu kampas kopling ini, MWG sedang berkolaborasi dengan produsen kampas kopling Elik untuk mengembangkan produk pengganti yang presisi dan memiliki ketahanan yang lebih baik.

Selain penggantian kampas yang lebih proper, MWG menerapkan trik lama yang terbukti efektif, yaitu melubangi rumah kopling.

Tindakan ini bertujuan untuk memperlancar jalur sirkulasi oli, sehingga pelumasan kampas kopling menjadi lebih maksimal dan mengurangi potensi terjadinya keausan dan panas berlebih.

Pada bagian handling, reviewer juga membahas isu suspensi yang dikeluhkan beberapa pengguna karena terasa terlalu kaku.

Meskipun suspensi standar masih dapat diterima untuk penggunaan harian, MWG memutuskan untuk mengganti per belakang motor mereka dengan Hyperpro milik KTM 790.

Modifikasi ini dilakukan lantaran motor sering digunakan dalam kondisi full loaded untuk touring dan dual purpose, yang membutuhkan tingkat kekakuan yang lebih tinggi dan stabil.

Isu performa lain yang disoroti adalah rasio final gear motor yang dianggap terlalu besar, dengan settingan standar 14/47.

Rasio ini memang memberikan torsi awal yang baik, namun diklaim mengorbankan top speed motor di jalan raya.

Hal ini menyebabkan motor terasa "kehabisan napas" saat mencapai kecepatan tinggi, membatasi potensi sesungguhnya dari mesin 450cc tersebut.

Oleh karena itu, MWG memutuskan untuk memproduksi final gear mereka sendiri di bawah brand FXR, menggunakan material aluminium 7075 yang diklaim sangat kuat dan tahan lama.

Baca Juga: Lewat ‎Diklatsar Pembaretan, Anggota Damkar Kabupaten Bogor Harus Semakin Berkompeten Melayani Masyarakat

Mereka memilih untuk menurunkan mata gear belakang dari 47 menjadi 45. Penurunan dua mata ini terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan puncak motor, menjadikan akselerasi di rentang kecepatan menengah ke atas jauh lebih responsif dan menyenangkan.

Peningkatan performa yang paling direkomendasikan oleh MWG adalah penambahan asupan bahan bakar.

Menurut analisis mereka, motor ini memiliki karakter fueling yang cenderung irit, mirip dengan KTM, yang mungkin disebabkan oleh pengejaran regulasi emisi.

Kondisi ini membuat motor terasa kurang bertenaga, terutama pada putaran atas, sehingga dibutuhkan penyesuaian yang signifikan agar tenaga mesin bisa keluar sepenuhnya.

MWG menyarankan instalasi piggyback PowerTronic FU X Pro Plus Autotune untuk mengoptimalkan campuran bahan bakar dan udara (A/F Ratio).

Perangkat ini memungkinkan fueling disetel secara dinamis, bahkan saat berkendara. Setelah pemasangan, reviewer merasakan perbaikan signifikan; motor dapat mencapai kecepatan 140 km/jam dengan lebih cepat dan top speed pun mengalami peningkatan yang nyata.

Secara keseluruhan, analisis jujur dari MWG menggarisbawahi bahwa CFMOTO 450MT adalah basis motor yang baik, tetapi masih memerlukan sentuhan modifikasi spesifik untuk mencapai potensi penuhnya, terutama untuk kondisi dual purpose yang ekstrem.

Solusi yang ditawarkan MWG, mulai dari penyesuaian kelistrikan, kopling, hingga final gear dan fueling, menjadi panduan komprehensif.

Bagi para pemilik CFMOTO 450MT di luar sana, MWG mengundang untuk berdiskusi langsung di bengkel mereka yang berlokasi di Bintaro Sektor 1.

Kesempatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan modifikasi yang sesuai dengan kebutuhan riding masing-masing, memastikan motor petualang mereka dapat diandalkan dalam setiap perjalanan yang menantang. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#bikers #tiongkok #Motor Petualang