RADAR BOGOR - Chery semakin serius memperkuat pijakannya di pasar otomotif Indonesia. Tak hanya fokus menghadirkan beragam produk baru, pabrikan asal Tiongkok itu juga tengah bersiap membangun pabrik mandiri di Tanah Air.
Kabar ini disampaikan langsung President Director PT Chery Sales Indonesia, Zeng Shou. Ia memastikan bahwa pembangunan pabrik independen tersebut akan dimulai dalam waktu dekat, tepatnya pada tahun ini.
Langkah ini menjadi bukti komitmen Chery dalam memperluas investasi dan memperkuat kehadirannya di Indonesia.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik baru ini juga diproyeksikan menjadi basis ekspor ke sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.
“Kami berencana untuk memulainya tahun ini (membangun pabrik mandiri),” ujar Zeng Shou saat ditemui di Jakarta, Senin, 3 November.
Saat ini, Chery memang masih memproduksi mobilnya di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).
Namun, dengan adanya pabrik baru nanti, perusahaan akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mengembangkan berbagai model kendaraan, terutama di segmen elektrifikasi.
Menariknya, meskipun akan memiliki pabrik sendiri, Chery tetap berencana mempertahankan kerja sama dengan HIM.
Menurut Zeng, kemitraan yang sudah terjalin baik ini masih akan berlanjut karena Handal dinilai sebagai mitra yang solid dan dapat diandalkan.
“Kami akan lihat ke depannya, dan kami akan terus bekerja sama dengan Handal karena mereka tetap menjadi mitra yang bisa diandalkan,” tambahnya.
Kerja sama antara Chery dan Handal Indonesia Motor memang sudah berjalan cukup lama. Bahkan, kontribusi Chery terhadap kapasitas produksi HIM disebut sangat signifikan.
Direktur Penjualan PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan, menyebutkan bahwa kontribusi produksi Chery di pabrik HIM mencapai sekitar 3.000 unit mobil per bulan.
Angka ini menjadi bukti tingginya permintaan pasar terhadap produk Chery di Indonesia. “Kontribusi kami ke Handal cukup besar, sekitar 3.000 unit per bulan,” kata Budi.
Selain memperkuat kapasitas produksi, langkah pembangunan pabrik mandiri ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Chery Group dalam mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Chery saat ini memiliki beberapa merek di bawah naungan grup yang sama, seperti Omoda, Jaecoo, Jetour, dan merek utama Chery sendiri.
Setiap merek memiliki fokus berbeda, namun semuanya bergerak menuju arah pengembangan mobil listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Dengan pembangunan pabrik baru di Indonesia, Chery berharap bisa memperluas produksi kendaraan elektrifikasi dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri otomotif berteknologi hijau di kawasan.
Langkah ini juga memperlihatkan kepercayaan tinggi Chery terhadap potensi pasar otomotif Indonesia yang terus berkembang, baik dari sisi konsumen maupun dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan ramah lingkungan. (Raul/BSI)