Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenali Tanda-Tanda V-Belt Motor Anda Sudah Mau Putus, Segera Ganti, Bahaya Kalau Sampai Putus di Jalan

Yosep Awaludin • Rabu, 5 November 2025 | 13:20 WIB
Ilustrasi v-belt motor komponen penting yang wajib dicek secara rutin agar performa motor tetap optimal.
Ilustrasi v-belt motor komponen penting yang wajib dicek secara rutin agar performa motor tetap optimal.

RADAR BOGOR - V-belt atau van belt adalah salah satu komponen penting pada motor, terutama untuk motor matic. Komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda agar motor bisa melaju dengan mulus.

Namun, seperti halnya suku cadang lain, v-belt juga punya masa pakai dan bisa rusak seiring waktu.

Kalau v-belt sudah aus atau mendekati masa akhir pemakaian, sebaiknya segera diganti sebelum benar-benar putus.

Sebab, jika sampai putus di tengah jalan, bukan cuma motor yang mogok, tapi juga bisa membahayakan pengendara.

Lalu, seperti apa tanda-tanda v-belt yang sudah tidak layak pakai dan perlu diganti segera? Suzuki Indonesia memberikan beberapa cara mudah untuk mengenalinya.

Pertama, biasanya akan muncul bunyi aneh dari area boks CVT, terutama saat akselerasi awal.

Bunyi seperti decitan halus atau gesekan bisa menjadi pertanda kalau v-belt mulai kendur atau permukaannya sudah tidak rata.

Tanda kedua, tarikan motor terasa lebih berat dan tidak responsif seperti biasanya. Biasanya, motor yang sehat terasa halus saat gas diputar.

Namun, ketika v-belt sudah aus, akselerasinya terasa tersendat dan kasar, bahkan seperti motor yang habis kehujanan atau baru keluar dari genangan air.

Gejala ketiga bisa dirasakan saat motor dipacu di kecepatan tinggi. Biasanya, RPM naik, tapi kecepatan motor tidak bertambah.

Hal ini disebabkan oleh v-belt yang sudah kehilangan daya cengkeramannya, mirip dengan kampas kopling yang sudah habis.

Selain itu, getaran yang tidak biasa pada motor juga bisa menjadi tanda lain v-belt mulai bermasalah.

Meski begitu, getaran ini tidak selalu menjadi patokan pasti karena terkadang bisa hilang sendiri setelah beberapa saat.

Banyak yang mengira v-belt putus karena motor sering digunakan jarak jauh. Padahal, menurut Suzuki, faktor utamanya justru karena beban kerja v-belt yang terlalu berat atau akselerasi yang berlebihan. Jadi, gaya berkendara juga sangat memengaruhi umur komponen ini.

Kondisi mesin yang kurang prima juga bisa mempercepat kerusakan v-belt, apalagi jika motor sering digunakan di jalan ekstrem.

Selain itu, pelumasan pada sistem transmisi atau CVT yang tidak terawat juga dapat membuat beban kerja v-belt semakin berat.

Motor matic sangat bergantung pada pelumasan di bagian gearbox dan CVT. Jika pelumas tidak diganti secara rutin, komponen bisa jadi seret, membuat v-belt bekerja lebih keras dan akhirnya cepat aus.

Kalau motor terasa berat, sabuk CVT terlihat melar, atau ada tanda-tanda keausan, sebaiknya segera ganti v-belt.

Menunda pergantian hanya akan memperparah kerusakan dan menambah biaya perbaikan di kemudian hari.

Suzuki juga mengingatkan bahwa v-belt memiliki usia pakai tertentu, umumnya sekitar 25.000–30.000 kilometer. Setelah melewati jarak itu, disarankan untuk segera mengganti agar performa motor tetap optimal.

Bagi kamu yang hobi touring atau sering bepergian jarak jauh, pengecekan kondisi v-belt sebaiknya dilakukan lebih sering karena beban kerja motor lebih tinggi dibanding penggunaan harian biasa.

Sebagai langkah pencegahan, lakukan servis rutin setiap 6.000 kilometer. Selain menjaga performa mesin dan CVT, servis rutin juga membantu membersihkan debu dan kotoran yang bisa memperpendek umur v-belt. (Raul/BSI)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#Komponen #motor matic #V-Belt