RADAR BOGOR - Suzuki baru-baru ini meluncurkan varian terbarunya, Suzuki Satria Pro 2026, yang langsung menarik perhatian para penggemar motor bebek sport.
Motor Suzuki Satria Pro ini tidak hanya membawa penyegaran kosmetik, tetapi juga penambahan fitur-fitur modern yang membuatnya siap bersaing.
Otomotif TV berkesempatan melakukan test ride eksklusif Suzuki Satria Pro 2026 di Sirkuit Sentul Kecil untuk menggali lebih dalam impresi berkendara dan performa sesungguhnya dari motor yang digadang-gadang paling bertenaga di kelasnya ini.
Dari sisi ergonomi, Suzuki Satria Pro 2026 dirancang cukup bersahabat dengan tinggi jok 765 mm dan model jok yang sangat ramping.
Hal ini membuat motor terasa ceper dan mudah dijangkau oleh rata-rata postur orang Indonesia, bahkan bagi pengendara dengan tinggi sekitar 175 cm kaki tetap menapak dengan sempurna.
Meskipun demikian, desain jok yang terlalu ramping membuat sebagian area bokong pengendara tidak tertampung sepenuhnya, meski busanya sendiri terasa cukup empuk.
Karakteristik utama Satria, yaitu bobot yang sangat ringan, tetap dipertahankan pada versi Pro ini.
Walaupun mengalami kenaikan bobot 3 kg menjadi 115 kg, motor ini tetap terasa enteng dan sangat lincah, menjadikannya gesit untuk manuver di jalanan kota.
Dengan sudut belok setang yang besar, Satria Pro menjanjikan kelincahan optimal saat harus "slap-selip" di tengah kemacetan yang padat merayap, sebuah keunggulan yang dicari pengendara harian.
Meskipun lincah, test ride di sirkuit mengungkap catatan penting pada sektor handling untuk penggunaan kecepatan tinggi.
Settingan suspensi standar pabrikan dinilai terlalu empuk, khususnya suspensi belakang, yang menyebabkan motor terasa mengambang dan kurang stabil saat memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.
Karakter ini, meskipun nyaman untuk harian, dianggap kurang mantap dan tidak cocok untuk kebutuhan balap atau track day.
Kelemahan handling semakin diperparah dengan penggunaan ukuran ban standar yang dianggap terlalu ramping untuk performa mesinnya.
Ban depan berukuran 70/90 dan belakang 80/90 ring 17 membuat batas grip cepat habis saat motor diajak merebah maksimal di tikungan sirkuit.
Reviewer bahkan sempat mengalami slide dan nyaris terpelanting saat membuka gas setelah cornering, yang mengindikasikan ban standar bukan pasangan ideal untuk performa di sirkuit.
Berdasarkan pengalaman di sirkuit, para penggemar kecepatan disarankan untuk melakukan modifikasi segera setelah meminang Satria Pro ini.
Modifikasi utama yang diusulkan adalah mengubah setelan suspensi agar kompresi dan rebound-nya sedikit lebih lambat, menghilangkan efek ngayun yang berlebihan.
Selain itu, penggantian ban dengan ukuran yang lebih lebar (minimal 90/80 untuk belakang) mutlak diperlukan untuk meningkatkan grip dan keamanan saat menikung maksimal.
Di balik handling yang masih menyimpan pekerjaan rumah, performa mesin Satria Pro 2026 terbukti luar biasa dan menjadi yang paling unggul di kelasnya, menghasilkan tenaga puncak hingga 18,2 horsepower.
Mesin dengan karakter overbore ini menunjukkan keganasannya di putaran tengah ke atas, terutama saat menyentuh angka 7.000 rpm hingga limiter di sekitar 13.000 rpm.
Teriakan mesin terasa cepat dan akselerasinya ngacir, benar-benar cocok untuk penggunaan di sirkuit.
Namun, seperti ciri khas mesin overbore lainnya, motor ini memiliki karakter yang sangat kalem di putaran mesin bawah hingga tengah, tepatnya di bawah 7.000 rpm.
Karakter ini seringkali membuat pengendara merasa "gregetan" saat dipakai harian di kondisi lalu lintas yang padat, karena tarikannya terasa "ngok" atau lambat merespons.
Oleh karena itu, rider di sirkuit dituntut untuk pintar-pintar menjaga putaran mesin agar selalu berada di zona tenaga maksimal.
Di sektor keselamatan, Satria Pro kini dilengkapi dengan pengereman ABS (Anti-lock Braking System) di bagian depan.
Kehadiran ABS membuat pengereman menjadi sangat pakem tanpa perlu takut roda depan akan mengunci saat pengendara melakukan hard braking menjelang tikungan.
Sayangnya, rem belakang masih belum dilengkapi fitur ABS, yang terbukti masih dapat menyebabkan roda belakang mengunci (gecol) saat disentil dengan kasar, sebuah kekurangan kecil yang perlu diwaspadai.
Penambahan fitur Assist & Slipper Clutch, yang Suzuki sebut sebagai Suzuki Clutch Assist System, menjadi nilai jual yang signifikan.
Fitur ini membuat tuas kopling terasa sangat enteng dioperasikan, sehingga jari tidak cepat pegal saat menghadapi kemacetan panjang.
Keunggulan lainnya adalah fungsi slipper clutch yang mencegah roda belakang mengunci dan selip saat terjadi engine brake besar secara tiba-tiba, menjamin proses deselerasi yang lebih mulus dan aman.
Satria Pro 2026 juga kekinian dengan berbagai fitur modern, termasuk penggunaan Smart Key yang knopnya dapat dilepas dan berfungsi sebagai kunci mekanis untuk membuka jok.
Selain itu, versi Pro ini sudah dilengkapi dengan fitur Ride Connect yang memungkinkan koneksi ke smartphone.
Fitur ini mampu menampilkan navigasi turn-by-turn dan notifikasi panggilan atau pesan masuk langsung di layar speedometer, menunjukkan upaya Suzuki untuk tidak tertinggal dari kompetitor dalam hal teknologi konektivitas.
Beberapa detail teknis lain yang diulas termasuk kapasitas tangki bahan bakar yang masih kecil, yaitu 4 liter, dengan rata-rata konsumsi bahan bakar sekitar 42 km/liter.
Kabar baiknya, sistem kelistrikan ditingkatkan dengan penggunaan pengisian tiga fase, menggantikan satu fase pada model lama, untuk memastikan pasokan listrik yang lebih maksimal.
Hal ini penting untuk menopang kebutuhan listrik yang lebih besar akibat penambahan fitur-fitur modern seperti koneksi ke HP.
Dengan segala fitur dan performa yang ditawarkan, Suzuki Satria Pro 2026 diposisikan sebagai motor termahal di kelasnya, dengan banderol mencapai Rp34,9 juta (OTR Jakarta). (Arif/BSI)
Editor : Yosep Awaludin