Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mobil DFSK i-Auto Tahun 2024 Dibedah Gofar Hilman, Performa Dahsyat di Balik Misteri BBM Boros

Yosep Awaludin • Minggu, 16 November 2025 | 12:20 WIB
Gofar Hilman saat membedah soal Mobil DFSK i-Auto model tahun 2024
Gofar Hilman saat membedah soal Mobil DFSK i-Auto model tahun 2024

RADAR BOGOR - Mobil DFSK i-Auto model tahun 2024 menjadi sorotan utama dalam episode terbaru Sekutomotif yang dipandu oleh Gofar Hilman.

Awalnya, mobil ini dibeli Gofar Hilman dengan tujuan mulia sebagai armada operasional kantor berkapasitas tujuh penumpang.

SUV ini ternyata mampu memikat hati sang reviewer yang dikenal gemar memodifikasi, menjadikannya "mobil ninja" pribadi yang menarik untuk diulik setiap detailnya.

Jantung pacu DFSK i-Auto adalah mesin 1.500cc turbo SFG 15T yang menawarkan tenaga impresif sebesar 150 horsepower dan torsi 220 Nm.

Gofar secara eksplisit memuji performa mesin ini, mengakui bahwa dorongan turbo terasa kuat, membuat akselerasi dan kemampuan melibas tanjakan terutama di jalur seperti Cipularang menuju Bandung menjadi pekerjaan yang sangat mudah dan menyenangkan bagi pengendara.

Masuk ke dalam kabin, i-Auto berhasil memberikan kesan premium yang mengejutkan, jauh di atas ekspektasi harga sebuah SUV Tiongkok.

Interiornya dipercantik dengan aksen kayu dove dan penggunaan material kulit asli di jok dan beberapa panel, menciptakan suasana mewah yang diakui Gofar mengingatkannya pada desain-desain mobil Eropa kelas atas.

Sederet fitur modern turut melengkapi kenyamanan berkendara, termasuk kamera 360 derajat yang sangat membantu saat parkir, electric parking brake, dan yang paling menawan, sebuah panoramic sunroof yang sangat lebar, menambah kesan lapang dan mewah di dalam kabin.

Mobil ini juga menawarkan garansi yang sangat panjang, yaitu 7 tahun atau 150.000 kilometer, memberikan ketenangan ekstra bagi pemilik.

Namun, ulasan tersebut mulai menemui beberapa "keanehan" yang berpotensi menjadi pekerjaan rumah bagi para car enthusiast.

Gofar menyoroti masalah offset velg bawaan, di mana velg belakang terlihat jauh lebih masuk ke dalam bodi dibandingkan bagian depan.

Yang tentu saja akan membutuhkan penyesuaian spacer atau penggantian velg dengan lebar yang berbeda (8.5 depan dan 10.5 belakang) untuk mendapatkan tampilan flush yang proporsional.

Tantangan modifikasi semakin rumit dengan ditemukannya ukuran PCD (Pitch Circle Diameter) yang langka, yaitu 5x110.

Ukuran ini sangat jarang ditemukan di pasaran velg mobil Indonesia, sehingga pemilik yang ingin mengganti velg harus melakukan redrill pada velg ber-PCD 5x108 (Peugeot) atau 5x112 (Mercedes) untuk memastikan keamanan dan kesesuaian baut roda, sebuah proses yang berisiko jika tidak dilakukan oleh ahli.

Bagian hiburan mobil, khususnya head unit, juga mendapat catatan minor. Meskipun sudah terlihat modern, head unit DFSK i-Auto tidak memiliki dukungan bawaan untuk Apple CarPlay atau Android Auto, membuat pengguna Android harus melakukan beberapa langkah debugging rumit.

Akhirnya, solusi yang paling stabil adalah dengan mengunduh aplikasi Waze melalui koneksi WiFi untuk navigasi, yang sedikit mengurangi kepraktisan.

Dari sisi kepraktisan penumpang, kursi baris kedua dikritik karena penempatannya yang terlalu tinggi, menimbulkan perasaan "mendelap" bagi penumpang dewasa.

Sementara itu, kursi baris ketiga dikonfirmasi hanya cocok untuk anak-anak atau penumpang berbadan kecil, mengikuti tren mayoritas SUV 7-seater di pasar yang mengorbankan ruang baris ketiga demi kapasitas angkut.

Puncak dari ulasan Gofar adalah pengungkapan konsumsi bahan bakar yang sangat mengagetkan.

Meskipun memiliki performa power yang mumpuni, mobil ini tercatat sangat boros, mencapai angka teririt 1:7 (1 liter per 7 kilometer) dan terboros 1:5,6.

Angka ini dianggap sangat tinggi untuk mobil keluaran baru di era modern, bahkan setelah mobil tersebut menjalani servis pertama.

Gofar Hilman, yang selalu berpegangan pada prinsip "tidak masalah bensin boros asalkan sebanding dengan power", mengakui bahwa efisiensi bahan bakar i-Auto ini berada di luar batas normal mobil baru.

Meskipun demikian, power yang dihasilkan memang mampu melibas segala kondisi jalanan tanpa ragu, membuat performa menjadi nilai jual utama yang mengalahkan aspek iritnya.

Aspek lain yang menarik adalah sensasi pengereman. Sementara Gofar sendiri kurang menyukai pengereman yang terasa harus ditekan sedikit ke dalam (deep).

Driver pribadinya justru menyukai karakter rem ini karena memberikan kepastian dan menghindari pengereman mendadak yang terlalu sensitif, sebuah preferensi yang berbeda antara driver dan pemilik.

Secara keseluruhan, DFSK i-Auto layak dijadikan pertimbangan serius, terutama bagi calon pembeli yang menempatkan performa mesin bertenaga dan kemewahan interior sebagai prioritas utama dan tidak terlalu sensitif terhadap biaya bahan bakar harian.

Diskon besar yang sering ditawarkan pun menjadi daya tarik tambahan yang sulit diabaikan di segmen SUV.

Gofar Hilman menutup ulasannya dengan menegaskan bahwa meski mobil ini dibeli untuk kantor, hasrat untuk memodifikasi velg, yang merupakan masalah utama mobil ini, pasti akan dilakukannya.

Video ini menjadi panduan referensi komprehensif, memberikan gambaran jujur tentang kelebihan dan kekurangan DFSK i-Auto bagi konsumen yang tengah mencari SUV seven-seater dengan performa unggulan. (Arif/BSI)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#mobil #DFSK i-Auto #Gofar Hilman