Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gofar Hilman Review Toyota Yaris Cross Hybrid GR Sport, Kritik Jujur Mengenai Platform, Kualitas Kamera, dan Panoramic Roof

Yosep Awaludin • Senin, 1 Desember 2025 | 11:40 WIB
Influencer otomotif Gofar Hilman mereview Toyota Yaris Cross Hybrid 2023.
Influencer otomotif Gofar Hilman mereview Toyota Yaris Cross Hybrid 2023.

RADAR BOGOR - Gofar Hilman, influencer otomotif dan pegiat konten ternama, kembali membuat gebrakan dengan meminang unit mobil baru yang ia jadikan bahan ulasan mendalam.

Kali ini, sorotan tajam Gofar Hilman diarahkan pada Toyota Yaris Cross Hybrid 2023 tipe tertinggi, yaitu varian GR Sport, yang ia beli dalam kondisi bekas (second).

Aksi beli dan ulasan ini terekam jelas dalam vlog terbarunya di kanal YouTube Gofar Hilman, memberikan pandangan jujur dan sekut khas dirinya mengenai mobil hybrid tersebut.

Keputusan untuk memilih Yaris Cross Hybrid didasari oleh rasa penasaran Gofar untuk menguji efisiensi bahan bakar dan performa dari mobil berteknologi hybrid ini.

Unit yang dipilihnya merupakan model tahun 2023 dengan warna spesial oranye yang disebutnya memiliki sentuhan "siralik-siralik" yang unik.

Gofar ingin membuktikan apakah rekomendasi dari banyak rekannya tentang keiritan dan kenyamanan mobil ini memang benar adanya dalam penggunaan sehari-hari, setelah ia menjajal mobil ini selama lima hari pertama.

Dalam segmen teknis, Gofar menyoroti informasi penting mengenai platform yang digunakan mobil ini yang membedakannya dengan versi global.

Yaris Cross versi Indonesia ternyata menggunakan arsitektur DNG (Daihatsu New Global Architecture), bukan TNG (Toyota New Global Architecture) seperti yang digunakan oleh versi Jepang.

Fakta ini menunjukkan bahwa basis rangka mobil ini merupakan pengembangan dari Daihatsu, sebuah detail yang cukup krusial bagi para penggemar otomotif yang membandingkan kedua versi.

Dari sisi eksterior, beberapa elemen desain langsung menjadi sasaran kritik Gofar yang terkenal blak-blakan. Ia secara khusus menyebut body kit depan mobil tersebut sebagai "cameh" atau norak, terutama pada bagian dagu yang menonjol.

Rencananya, ia akan segera melakukan modifikasi awal dengan menghitamkan area tersebut atau bahkan mempertimbangkan untuk mencopot keseluruhan body kit demi tampilan yang lebih bersih dan sesuai selera pribadinya, agar mobil terlihat lebih sleek.

Tidak hanya desain, Gofar juga menyoroti detail kualitas yang dianggapnya kurang memuaskan, terutama pada fitur kamera 360 derajat yang tersedia di tipe tertinggi GR Sport ini.

Kualitas gambar dari kamera tersebut dinilainya "katro" dan sangat buram saat kondisi minim cahaya atau malam hari, menyerupai grafis video game lama.

Selain itu, ia juga mengeluhkan overspray cat yang tidak rapi dan pengecatan yang tidak tuntas di area ruang mesin, mencerminkan adanya miss dalam proses quality control pabrikan.

Gofar juga memberikan catatan unik pada sistem roof rail yang tidak konvensional, di mana cross bar harus dipasang dengan cara membongkar penutup dan menggunakan baut yang sudah disediakan, bukan dengan sistem jepit.

Sementara itu, mobil ini langsung mendapat sentuhan personal pada sektor kaki-kaki, di mana pelek dan ban standar langsung diganti dengan ban All-Terrain Geolander ring 18, memberikan stance mobil yang lebih agresif dan rally look yang diidamkan oleh Gofar.

Di balik kap mesin, mobil ini ditenagai oleh mesin 2NR-VE yang merupakan varian hybrid dari mesin Toyota.

Kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini mampu menghasilkan tenaga 110 horsepower dan torsi puncak 141 Nm, cukup memadai untuk kebutuhan berkendara harian di perkotaan.

Sebagai mobil hybrid, Yaris Cross ini tentu dilengkapi dengan fitur EV Mode, yang memungkinkan mobil berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik jika kondisi baterai mendukung, menambah keunggulan efisiensi bahan bakarnya.

Salah satu poin kritik paling utama dalam ulasan interior Gofar adalah panoramic glass roof yang ternyata tidak bisa dibuka atau bersifat permanen (non-openable).

Ia merasa hal ini menimbulkan kesan menyesatkan, seolah-olah penutup plafonnya bisa dibuka untuk menikmati sunroof.

Meskipun ada tulangan yang mungkin menjadi alasan, Gofar berpendapat bahwa fitur panoramic yang tidak bisa dibuka ini adalah keputusan desain yang sangat disayangkan, karena hanya berfungsi sebagai kaca statis.

Terlepas dari kritikan tersebut, Yaris Cross GR Sport menawarkan beberapa kenyamanan dan styling yang patut diapresiasi.

Interiornya dominan menggunakan material soft touch dan jok dilapisi kulit dengan jahitan biru sebagai penanda elemen elektrik/hybrid.

Pola berlubang (bolong-bolong) pada jok juga berfungsi sebagai ventilasi untuk menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang agar tidak terlalu panas, terutama saat perjalanan jauh dan cuaca terik.

Fitur teknologi pada konsol pengemudi dinilai lengkap dan sangat membantu, terutama fitur Electric Parking Brake (EPB) dan Brake Hold.

Fitur Brake Hold ini sangat disukai karena dapat menahan rem secara otomatis saat mobil berhenti di kemacetan, menghilangkan kebutuhan untuk terus menginjak pedal rem.

Selain itu, terdapat tiga mode berkendara (D, E, dan Power) yang dapat diaktifkan melalui tuas transmisi untuk menyesuaikan respons mobil saat dikendarai.

Solusi penyimpanan di interior juga mendapat pujian atas kecerdasannya. Gofar menyoroti cup holder pada konsol tengah yang memiliki mekanisme penyesuaian kedalaman, sehingga dapat digunakan untuk menaruh gelas kecil maupun besar dengan aman dan rapi.

Tak ketinggalan, fitur wireless charger juga dilengkapi dengan penahan handphone yang berfungsi dengan baik, meskipun Gofar sendiri lebih memilih untuk mematikan fitur tersebut dan menggunakan kabel data langsung ke head unit.

Setelah lima hari penggunaan, Gofar menyimpulkan bahwa Toyota Yaris Cross Hybrid ini adalah mobil yang "lucu banget" dan menyenangkan untuk dikendarai.

Ia berjanji akan memberikan ulasan yang lebih rinci mengenai pengalaman berkendara, data akurat mengenai konsumsi bahan bakar (keiritan).

Serta hasil modifikasi yang sudah ia rencanakan untuk meningkatkan tampilan mobil. Ulasan ini menjadi episode awal yang menarik sebelum masuk ke pengujian performa mobil hybrid tersebut.

Secara keseluruhan, ulasan Gofar Hilman memberikan gambaran jujur mengenai kelebihan dan kekurangan Yaris Cross Hybrid, menjadikannya referensi penting bagi calon pembeli di Indonesia yang mencari mobil crossover berteknologi hibrida.

Meskipun ada beberapa catatan minor pada detail kualitas dan desain yang bisa diperbaiki pabrikan, mobil ini tetap menonjol sebagai pilihan Crossover Hybrid yang menjanjikan, apalagi untuk mereka yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan style yang sekut ala Gofar Hilman. (Arif/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#otomotif #toyota yaris #Gofar Hilman