Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Lagi Dijual di Indonesia, Berikut Daftar Mobil yang Bakal Disuntik Mati pada 2026

Yosep Awaludin • Kamis, 1 Januari 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi mobil yang tak akan dijual lagi di 2026.
Ilustrasi mobil yang tak akan dijual lagi di 2026.

RADAR BOGOR - Industri mobil Indonesia semakin terpengaruh oleh gelombang elektrifikasi. Sebagian besar mobil bermesin konvensional yang dulunya meramaikan jalan-jalan tidak lagi dijual karena perubahan dalam tren pasar dan kebijakan global.

Dengan mengikuti perkembangan zaman yang mengarah pada penggunaan energi yang lebih efisien dan emisi yang lebih rendah, mobil jenis lama secara bertahap tidak lagi digunakan.

Bukan hanya penurunan minat pasar yang menyebabkan keputusan untuk menghentikan penjualan mobil tersebut.

Selain itu, pabrikan mobil sedang melakukan penataan ulang portofolio produk mereka, dengan mengalihkan perhatian mereka dari mesin pembakaran internal ke arah kendaraan listrik murni dan hybrid.

Pilihan pembeli juga berubah. Saat ini, mobil tidak hanya dinilai dari desain dan kemampuan, tetapi juga dari efisiensi, teknologi, dan dampak lingkungannya.

Karena situasi ini, beberapa model lama dianggap tidak lagi kompetitif, meskipun mereka pernah mencatat angka penjualan yang tinggi.

Hilangnya kendaraan ini menandai pergeseran besar dalam industri otomotif nasional. Pasar Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk fase baru yang berfokus pada kendaraan elektrik sebagai dasar mobilitas masa depan, sementara era mesin konvensional secara bertahap berakhir.

Berikut ini adalah daftar mobil yang seharusnya mengucapkan selamat tinggal dari pasar otomotif nasional!

1. Toyota Veloz Non Hybrid

Pergeseran strategi Toyota menuju teknologi ramah lingkungan, Toyota resmi menghentikan produksi Veloz bermesin konvensional pada tahun 2025.

Langkah tersebut diambil tidak lama setelah perusahaan memperkenalkan Veloz Hybrid di pameran otomotif GJAW 2025.

Model elektrifikasi ini dimaksudkan untuk menjadi penerus baru Veloz dan menandai langkah baru Toyota di segmen Low MPV.

Toyota memperjelas pemetaan produknya di pasar melalui kebijakan ini. Sementara Veloz hanya tersedia sebagai kendaraan berteknologi hibrida, pelanggan yang ingin mobil dengan mesin bensin murni di kelas yang sama dapat memilih Toyota Avanza.

2. Honda HR-V 1.5 Turbo RS

Sama seperti Toyota Veloz Non Hybrid, 1.5 Turbo RS, versi paling bertenaga dari Honda HR-V, tidak lagi dijual secara resmi.

Sebagai pengganti mesin turbo bensin murni, Honda memilih HR-V RS e:HEV, yang menggunakan teknologi hibrida.

Komponen teknis kendaraan sangat dipengaruhi oleh perubahan arah tersebut. Tidak ada lagi mesin turbo dengan tenaga hingga 177 PS dan torsi 240 Nm.

Sebaliknya, HR-V RS e:HEV memiliki mesin bensin konvensional dengan daya 106 PS dan torsi 127 Nm, tetapi juga memiliki motor listrik dengan daya 131 PS dan torsi 253 Nm.

3. Chery Tiggo 5X

Chery, produsen otomotif asal Tiongkok, dikenal sering mengubah daftar produknya untuk tetap kompetitif di pasar otomotif.

Salah satu dampaknya terlihat pada Tiggo 5X, SUV kompak yang menarik minat pembeli dengan banderol terjangkau mulai dari Rp249 juta hingga Rp279 juta. Namun, sejak Maret 2025, ia tidak lagi ditemukan di situs web resmi Chery.

Keluarnya Tiggo 5X tidak tanpa alasan. Sebagai gantinya, model baru Tiggo Cross muncul, yang dianggap lebih sesuai dengan gaya dan preferensi pelanggan saat ini. Dibandingkan dengan versi sebelumnya, Tiggo Cross memiliki permintaan yang lebih tinggi.

Dengan harga mulai dari Rp259,5 juta hingga Rp289,5 juta, Tiggo Cross menggantikan Tiggo 5X sebagai andalan baru merek Chery di segmen SUV kompak.

4. Suzuki Karimun Wagon R

Dengan meremajakan lini produknya, Suzuki dianggap sebagai merek yang paling agresif, terutama di segmen hatchback dan LCGC.

Langkah ini menandai berakhirnya eksistensi sejumlah model lama yang sebelumnya mendominasi penjualan.

Suzuki Karimun Wagon R, yang dianggap sebagai ikon mobil hemat biaya, secara resmi dihentikan produksinya.

Sejak November 2025, Karimun Wagon R tidak lagi dibuat untuk pasar domestik dan internasional. Ini menutup perjalanan panjangnya di industri otomotif.

5. Suzuki Baleno

Baleno Hatchback adalah salah satu model yang dikeluarkan. Mobil ini masih menjual 1.956 unit pada paruh pertama 2025, tetapi pada September 2025, namanya resmi dicoret dari daftar harga.

Sekarang Suzuki Fronx, SUV kompak bergaya coupe yang dibuat di dalam negeri, tepatnya di pabrik Cikarang.

Kehadiran Fronx dianggap lebih bermanfaat untuk strategi bisnis. Dengan sasaran penjualan bulanan sekitar 2.000 unit, mobil model ini menawarkan efisiensi biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan Baleno sebelumnya, yang masih dibawa secara utuh dari India. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#mobil #industri mobil #Konvensional