RADAR BOGOR - Ban mobil yang terlihat masih layak pakai belum tentu benar-benar aman jika kondisinya menurun, apalati komponen ini sangat penting untuk keselamatan berkendara.
Agar perjalanan Anda nyaman dan menghindari kecelakaan, Anda harus tahu kapan ban mobil sudah tidak layak digunakan.
Menurut situs web Wuling Indonesia, ada 5 tanda penting yang menunjukkan bahwa saatnya untuk mengganti ban mobil.
1. Ban Sudah Terlalu Tua
Usia tetap penting, meskipun ban tampak baru dan jarang digunakan. Material karet akan mengeras dan kehilangan elastisitasnya seiring waktu, sehingga tidak lagi mampu mencengkeram jalan dengan baik.
Ban mobil biasanya harus diganti setelah berusia lebih dari 3 hingga 5 tahun sejak tanggal produksi.
Jika Anda terus menggunakan ban yang lebih tua, risiko retak, getas, atau pecah ban saat berkendara meningkat.
2. Alur Ban Menipis
Kemampuan ban untuk membuang air berkurang jika alur ban terlalu tipis atau sejajar dengan indikator keausan (TWI) karena ban mencengkeram permukaan jalan, terutama dalam cuaca basah.
Kondisi ini meningkatkan kemungkinan mobil tergelincir dan aquaplaning. Jika ketebalan tapak mendekati batas terendah, ganti ban segera untuk keselamatan Anda.
3. Jarak Tempuh Sudah Terlalu Jauh
Usia bukan satu-satunya acuan penting. Ban yang telah digunakan untuk menempuh jarak puluhan ribu kilometer pasti akan menjadi lebih tua dari segi bahan, bahkan jika tampak layak secara visual.
Setelah sekitar 40.000 hingga 50.000 kilometer, ban mobil biasanya harus diganti karena karet mobil menjadi kurang fleksibel dan ban menjadi lebih rentan terhadap kerusakan cepat.
4. Terdapat Benjolan atau Retakan
Jika ada benjolan di permukaan ban atau dinding ban, itu adalah indikasi kerusakan besar pada struktur bagian dalam. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ban meletus tanpa peringatan.
Selain benjolan, ban juga harus diperhatikan untuk retakan kecil atau lecet. Retakan ini biasanya disebabkan oleh ban yang sudah tua, paparan panas yang berlebihan, atau benturan dengan benda keras, dan semua faktor ini dapat mengurangi kekuatan ban secara keseluruhan.
5. Menambal Ban Terlalu Sering
Saat ban bocor, tambalan kadang-kadang bisa membantu, tetapi jika terlalu banyak, kekuatan ban akan menurun. Ban yang sering ditambal juga cenderung tidak seimbang dan lebih mudah rusak.
Jika ban Anda sering bocor dan telah ditambal beberapa kali, menggantinya dengan ban baru adalah tindakan yang jauh lebih aman daripada mempertaruhkan keselamatan Anda saat berkendara.
Temukan lebih banyak. Selain benjolan, ban juga harus diperhatikan untuk retakan kecil atau lecet.
Retakan ini biasanya disebabkan oleh ban mobil sudah tua, paparan panas yang berlebihan, atau benturan dengan benda keras, yang semuanya dapat mengurangi kekuatan ban secara keseluruhan. (***)
Editor : Yosep Awaludin