Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Bogor Pengguna Mobil Matic yang Terpaksa Terjang Banjir, Ikuti Tips Berikut Biar Mesin Nggak Jebol

Yosep Awaludin • Senin, 26 Januari 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi tips aman saat mobil matic melintasi banjir.
Ilustrasi tips aman saat mobil matic melintasi banjir.

RADAR BOGOR - Pengendara mobil matic sering menghadapi masalah saat musim hujan. Genangan banjir mengintai dan dapat merusak mesin jika salah langkah. Sisi lain perjalanan harus diteruskan.

Ya, mobil matic memang dianggap lebih praktis, tetapi perlu perhatian lebih terutama saat banjir.

Tidak mempersiapkan mobil matic untuk menghadapi banjir menyebabkan kerusakan parah dalam banyak kasus.

Mulai dari mesin yang tiba-tiba mati sampai kerusakan parah yang disebabkan oleh water hammer

Untuk menghindari situasi serupa, baca enam saran berikut, yang dibuat oleh blog.subdomain.astra.co.id, untuk mengendarai mobil matic saat menghadapi banjir!

1. Pastikan Saluran Udara Bebas Air

Sebelum dan sesudah banjir, hal paling penting yang harus Anda perhatikan adalah lokasi saluran udara mesin.

Pastikan area ini tidak terkontaminasi air karena jika air masuk ke ruang pembakaran, itu dapat menyebabkan water hammer.

Ketika air masuk ke dalam mesin dan membuat piston tidak bisa bergerak normal, itu disebut water hammer.

Ini dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan, mulai dari mesin rusak hingga mesin harus turun.

Oleh karena itu, sebelum melintasi jalan, perhatikan ketinggian air dan lokasi saluran udara mobil Anda.

2. Perhatian ketinggian genangan air

Jika air mendekati pintu atau kap mesin, sebaiknya jangan memaksakan diri dan cari rute yang lebih aman. Idealnya, genangan air tidak lebih dari setengah tinggi roda mobil.

Dengan melihat kendaraan lain yang melintas lebih dulu, Anda dapat memperkirakan kedalaman genangan.

Jika mobil lain tampaknya mengalami kesulitan atau jika air sudah terlalu tinggi, itu adalah tanda bahwa Anda harus putar balik daripada mengambil risiko besar.

3. Gunakan Gigi Serendah Mungkin

Saat melewati banjir, gunakan gigi terendah pada mobil matic, seperti posisi D1 atau L. Ini membantu putaran mesin tetap stabil dan mengontrol tenaga.

Dengan putaran mesin yang terjaga, gas buang dari knalpot tetap keluar, sehingga mengurangi risiko air masuk ke sistem pembuangan. Selain itu, metode ini mencegah mobil kehilangan tenaga saat melintasi genangan air.

4. Jalan perlahan dengan kecepatan stabil

Jika terjadi banjir, Anda tidak perlu terburu-buru atau menambah kecepatan. Sebaliknya, Anda harus tetap melaju dengan kecepatan yang lambat dan stabil.

Cara ini tidak hanya membuat mesin lebih aman, tetapi juga membantu Anda menghindari lubang, batu, atau benda lain yang tertutup air di jalan yang tidak terlihat. Melaju melalui pelan juga mengurangi kemungkinan air masuk ke bagian mesin.

5. Keringkan Rem Setelah Banjir

Setelah keluar dari genangan air, jangan langsung melaju kembali ke jalan raya. Sambil mobil berjalan pelan, menginjak pedal rem beberapa kali untuk mengeringkan rem.

Untuk memastikan kampas rem kembali bekerja dengan baik, langkah ini sangat penting. Rem yang basah dapat menyebabkan pengereman tidak pakem, yang dapat membahayakan Anda di perjalanan berikutnya.

6. Matikan Mesin Segera Jika Mogok

Jika mobil matic Anda mogok karena genangan air yang terlalu tinggi, jangan mencoba menyalakan mesin kembali, hal ini hanya akan memperburuk kerusakan mesin.

Mematikan mesin dan segera menghubungi bengkel atau layanan derek terdekat adalah tindakan paling aman dalam situasi seperti ini. Agar kerusakan tidak semakin parah, izinkan teknisi menanganinya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #banjir #mobil matic