RADAR BOGOR - Produsen otomotif terus mendorong penetrasi kendaraan ramah lingkungan, dengan Jawa Timur kini dibidik sebagai pasar strategis untuk pengembangan mobil hybrid yang diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 50 persen.
Ya, Pabrikan otomotif memperluas pemasaran kendaraan berteknologi hybrid di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar untuk menyerap produk elektrifikasi.
Kendaraan jenis ini disebut mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 40–50 persen dibandingkan mobil konvensional.
Area Business Head Auto2000 Jawa Timur, Haris Prasetya menjelaskan bahwa secara nasional, penerimaan pasar terhadap kendaraan elektrifikasi baik hybrid maupun mobil listrik berbasis baterai tergolong positif.
Dari total penjualan Toyota di Indonesia, sekitar 40 persen berasal dari lini kendaraan elektrifikasi.
Namun, tren tersebut belum sepenuhnya tercermin di Jawa Timur, di mana konsumen masih cenderung memilih kendaraan bermesin diesel.
Meski demikian, Haris optimistis pasar Jawa Timur akan semakin terbuka terhadap teknologi ramah lingkungan tersebut, seiring meningkatnya kesadaran akan efisiensi bahan bakar.
Atas dasar itu, Auto2000 meluncurkan Veloz Hybrid di Surabaya sebagai upaya memperluas jangkauan produk elektrifikasi di wilayah tersebut.
Ia juga menyebut bahwa selama ini model Veloz menyumbang sekitar 20 persen terhadap penjualan segmen medium SUV Toyota di Jawa Timur.
Melalui kehadiran varian hybrid, perusahaan berharap kontribusi Veloz bersama Avanza dapat seimbang dan mencapai komposisi 50:50 di segmen tersebut.
Ke depan, perusahaan memproyeksikan bahwa jajaran hybrid terbarunya bakal menjadi penopang utama penjualan sepanjang 2026.
Untuk wilayah Jawa Timur, penjualan Veloz Hybrid diperkirakan dapat menembus angka 500 unit per bulan, meskipun target tersebut diakui cukup ambisius mengingat rata-rata volume pasar otomotif di provinsi tersebut berkisar 5.000 unit setiap bulan. (bil/gal)
Editor : Siti Dewi Yanti