RADAR BOGOR – Kondisi rem motor yang kurang pakem bisa menjadi ancaman serius, terutama saat mobilitas meningkat di bulan Ramadhan.
Karena itu, memastikan rem motor tetap optimal menjadi hal wajib demi keselamatan di jalan.
Sistem rem motor merupakan komponen vital yang berfungsi mengontrol laju kendaraan dan mencegah risiko kecelakaan, khususnya dalam situasi darurat.
Namun, tidak sedikit pengendara yang lebih fokus pada performa mesin tanpa mengecek kondisi pengereman secara berkala.
Padahal, perawatan rutin pada sistem rem bukan hanya menjaga keamanan berkendara, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai komponen agar tidak cepat aus dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar.
Berikut lima cara sederhana merawat rem motor yang terasa kurang pakem, seperti dirangkum dari laman Ibid Astra:
Baca Juga: Nyamar jadi Haji Udin, Gubernur Jawa Barat Borong Sapu, Dedi Mulyadi: Ku Kuring Dibeli Rp1 Juta
1. Rutin Membersihkan Kampas Rem
Membersihkan kampas rem secara berkala menjadi langkah dasar yang sering diabaikan. Kampas rem yang masih layak pakai dapat dibersihkan menggunakan cairan khusus brake cleaner atau air bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran.
Partikel seperti pasir atau serpihan kecil yang menempel di permukaan kampas dapat mengurangi daya cengkeram saat pengereman.
Jika dibiarkan, rem menjadi kurang responsif. Selain itu, suara berdecit saat menarik tuas rem bisa menjadi tanda kampas mulai aus dan perlu diganti.
2. Pastikan Jarak Kampas dan Cakram Ideal
Baca Juga: Strategi Lolos CPNS 2026: Intip 19 Instansi Pusat yang Hanya Syaratkan SKB CAT Tanpa Tes Tambahan
Jarak antara kampas rem dan cakram juga harus diperhatikan. Apabila terlalu rapat, gesekan bisa terjadi meskipun tuas rem tidak ditekan.
Kondisi ini membuat komponen cepat aus dan menurunkan performa pengereman. Dalam jangka panjang, hal tersebut berpotensi membahayakan, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau melewati jalan menurun.
3. Periksa dan Ganti Minyak Rem Secara Berkala
Minyak rem berperan penting dalam menjaga tekanan sistem pengereman tetap stabil. Pastikan volume minyak rem berada pada batas normal, berwarna jernih, dan tidak tercampur kotoran.
Baca Juga: Rumah Warga Tanah Sareal Kota Bogor Longsor, Petugas BPBD Bongkar Bagian yang Menggantung
Penggantian minyak rem umumnya disarankan setiap 24.000 kilometer atau sekitar dua tahun sekali.
Namun, interval ini bisa berbeda tergantung gaya berkendara dan intensitas pemakaian motor. Perawatan ini membantu menjaga respons rem tetap optimal serta membuat kampas lebih tahan lama.
4. Gunakan Komponen Sesuai Standar Pabrikan
Menggunakan suku cadang yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat menurunkan kualitas pengereman. Modifikasi sistem rem tanpa perhitungan yang tepat justru berisiko mempercepat kerusakan.
Agar tetap aman dan nyaman, gunakan kampas serta minyak rem asli atau yang sesuai standar pabrikan. Dengan begitu, performa pengereman tetap maksimal dan risiko gangguan bisa diminimalkan.
5. Hindari Kebiasaan Mengerem Mendadak
Cara berkendara turut memengaruhi usia pakai rem. Pengereman mendadak, khususnya saat kecepatan tinggi, membuat kampas bekerja lebih keras dan cepat aus.
Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kebiasaan tersebut juga memperpendek masa pakai komponen rem.
Biasakan berkendara dengan lebih halus dan lakukan pengereman secara bertahap agar sistem pengereman tetap awet dan responsif.
Dengan melakukan lima langkah perawatan sederhana ini, rem motor tetap pakem dan siap digunakan untuk berbagai aktivitas selama Ramadhan.
Keamanan berkendara pun lebih terjaga, sehingga perjalanan menjadi lebih tenang dan nyaman. (***)
Editor : Yosep Awaludin