RADAR BOGOR – Penggunaan lampu hazard saat berkendara masih sering disalahartikan oleh sebagian pengemudi.
Banyak yang menganggap lampu hazard ini dapat digunakan saat hujan deras atau kondisi jalan ramai, padahal fungsinya tidak demikian.
Di jalan raya, lampu hazard umumnya dipakai sebagai tanda kondisi darurat, seperti kendaraan mengalami kerusakan, berhenti di bahu jalan, atau memberi peringatan adanya potensi bahaya.
Baca Juga: TKA 2026 Resmi Digelar, Ini Pesan Penting untuk Siswa SMP di Bogor dari Mendikdasmen
Namun, masih banyak pengendara yang menyalakannya saat mobil tetap melaju, baik di jalan tol maupun jalan biasa.
Kebiasaan ini kerap dilakukan dengan alasan agar kendaraan lebih terlihat, terutama saat hujan deras.
Padahal, penggunaan lampu hazard saat mobil berjalan justru tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan lain.
Dalam kondisi cuaca buruk, pengemudi seharusnya cukup menyalakan lampu utama atau lampu kabut, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman.
Jika digunakan tidak sesuai fungsi, lampu hazard justru bisa meningkatkan risiko di jalan. Berikut sejumlah bahaya yang perlu diketahui:
1. Membuat Pengemudi Lain Bingung
Lampu hazard identik dengan kendaraan berhenti atau darurat. Saat digunakan ketika mobil masih melaju, pengendara lain bisa salah menilai situasi kendaraan tersebut.
2. Lampu Sein Tidak Berfungsi
Ketika hazard aktif, lampu sein otomatis tidak bisa digunakan. Hal ini berbahaya saat hendak berpindah jalur atau keluar dari jalan tol karena pengemudi lain tidak mendapat sinyal arah.
3. Sulit Membaca Pergerakan Kendaraan
Kedipan lampu hazard yang bersamaan membuat pengendara lain kesulitan memahami arah atau kecepatan kendaraan di depan.
4. Risiko Kecelakaan Beruntun
Kesalahan dalam membaca situasi di jalan, terutama di tol dengan kecepatan tinggi, bisa memicu kecelakaan beruntun.
5. Terlihat Seperti Kendaraan Berhenti
Lampu hazard sering diartikan sebagai tanda kendaraan berhenti. Jika digunakan saat mobil berjalan, hal ini bisa menyesatkan pengemudi lain.
6. Mengganggu Konsentrasi Pengendara Lain
Kedipan lampu yang terus-menerus dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu fokus pengemudi di sekitar.
7. Tidak Sesuai Peruntukan
Secara fungsi, lampu hazard digunakan untuk kondisi darurat, bukan saat kendaraan melaju normal.
8. Membuat Lalu Lintas Tidak Tertib
Jika banyak kendaraan menggunakan hazard secara tidak tepat, arus lalu lintas bisa menjadi tidak teratur dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Pada dasarnya, lampu hazard hanya digunakan dalam kondisi tertentu, seperti kendaraan mogok, ban bocor, sedang diderek, atau ketika memberi peringatan adanya bahaya di jalan.
Sebaliknya, saat berkendara normal—termasuk saat hujan deras—pengemudi cukup menggunakan lampu utama atau lampu kabut, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan.
Memahami fungsi lampu kendaraan dengan benar menjadi hal penting untuk keselamatan.
Penggunaan lampu hazard yang tepat tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi semua pengguna jalan. (***)
Editor : Yosep Awaludin